Hai, Takaiters!

Tahukah kamu bahwa 18 Juni 2018 lalu, Jepang baru saja diguncang gempa hebat dengan kekuatan hampir mencapai 6 SR. Pusat gempa terjadi Osaka yang merupakan kota tersibuk sebagai ibukota negara ini. Seluruh aktifitas transportasi sempat dihentikan, dan tidak terhitung kerugian materil yang dialami sebagai dampak dari bencana ini.

Wiwik Siti Rubiah salah seorang WNI yang ketika kejadian sedang berada di Osaka mengatakan, “guncangan gempa yang begitu cepat menyebabkan sebagian orang tidak sempat keluar dari bangunan dan terperangkap dalam reruntuhan gedung. Hebatnya adalah, setelah guncangan reda tim siaga bencana negara ini bergerak cepat memberikan pertolongan kepada korban yang terkurung reruntuhan gedung, dan hampir semua dalam kondisi selamat, hanya satu atau dua orang saja yang tidak berhasil menyelamatkan diri,” ujar Wiwik saat dihubungi Takaitu.

Menurut Wiwik, masyarakat Jepang sangat siap dengan keadaan negaranya yang rawan gempa. Seluruh arahan dan himbauan tanggap bencana yang disampaikan pemerintah ketika menghadapi gempa dipatuhi masyarakatnya dengan baik. Di setiap bangunan sekolah maupun perkantoran secara berkala diberikan latihan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi gempa. Pelatihan berkala sigap bencana berhasil mendidik masyarakat Jepang lebih siap melakukan upaya penyelamatan diri.

Pemerintah dan masyarakat Jepang sigap menghadapi dan penanggulanngi bencana. Satu hari setelah aktifitas transportasi terhenti akibat gempa, keadaan sudah kembali normal. Bahkan jalan utama yang tadinya retak akibat gempa dengan cepat sudah disulap menjadi mulus kembali.

Berikut 4 Tips Sigap Bencana Pemerintah Jepang, check this out!

1. Kurikulum gempa bumi: Pemerintah Jepang sangat memahami bahwa negaranya sangat rentan akan bencana gempa bumi, situasi ini mejadikan pemerintah Jepang perlu memberikan edukasi kepada masyarakatnya khususnya di sekolah-sekolah

2. Sound system siaga bencana: Ketika terjadi bencana gempa bumi, secara otomatis sound system berupa himbauan penyelamatan diri akan berbunyi memandu penghuni gedung untuk proses evakuasi

3. Bangunan Tahan Gempa: Musibah tiada siapa yang mengetahui kapam terjadinya, situasi negara yang rentan gempa bumi mejadikan Jepang untuk merancang konstruksi bangunan yang tahan terhadap guncangan gempa

4. Mematuhi panduan evakuasi bencana: Mengingat masyarakat Jepang secara umum telah di edukasi mengenai penanganan gempa, maka ketika terjadi bencana tidak ada lagi masyarakat yang panic. Masyarakat akan berlindung dibawah meja ataupun mengikuti pandu penanggulangan bencana gempa yang telah di ajarkan.

Untuk kamu ketahui, bahwa sigap bencana inilah yang mengantar Jepang diakui banyak pihak sebagai salah satu negara yang paling siap menghadapi gempa bumi.