Hallo Takaiters

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar Negara Maroko? Keberadaan mesjid terbesar ke-7 yang ada di dunia kah? Ya betul sekali. Namanya Mesjid Hassan II di Casablanca. Tapi Takaiters, kali ini kita bukan akan membahas mesjid itu ya. Melainkan tentang traveler muslim sejati yang pernah singgah di Tanah Air.

Ya, dia adalah Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau sering dikenal dengan nama Ibnu Batuttah. Pria asal Tangier ini punya hobby traveling lho Guys. Tapi, bukan sembarang traveling ya. Beliau mengunjungi berbagai Negara, dalam hal kebaikan. Beliau mensyiarkan agama Islam, mempelajari berbagai kebudayaan di setiap Negara, dan mengunjungi para kiyai di dunia.

Sebenarnya, perjalanan yang menghabiskan 30 tahun itu. Dimulai saat keinginannya untuk pergi haji. Ibnu Batuttah yang masih berusia 20 tahunan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Mekkah, melalui jalur darat Guys. Maka, tidak heran, perjalanannya memakan waktu 6 Bulan untuk sampai di Mekkah. Wah, keren ya.

Setelah keberhasilannya menunaikan rukun Islam yang kelima itu, Ibnu Battutah tidak langsung kembali ke Negara asalnya lho. Melainkan melanjutkan perjalanannya ke negara-negara yang dirinya anggap pantas didatangi.

Salah satunya, Negara kita tercinta. Ya, Indonesia. Pada saat itu kedatangannya disambut oleh kesultanan wilayah Utara Sumatera yang telah memeluk agama Islam. Bahkan penduduk di wilayah itu pun menyambut kedatangan Sang Tamu besar, dengan mengikut sertakan hasil panen mereka untuk diberikan kepadanya. Wah, beruntungnya rakyat Indonesia ramah semua ya Guys.

Nah, karena Batuttah begitu menyukai segala hal yang dirinya temui di Indonesi, dia membuat catatannya lho guys. Kemudian dibuatlah catatannya itu menjadi sebuah buku, yang berjudul “Rihlah Ibnu Batuttah”

Di sana Sang Traveler sejati itu menuliskan lengkap pengalamannya berkeliling dunia, termasuk terkesannya ia oleh Sultan Pasai, Al-Malik Az-Zahir. Menurut pengakuannya, dirinya sangat diperlakukan baik oleh kesultanan. Sampai dipinjamkan kuda untuk Batuttah berkeliling. Nah, ini bukti kalau orang Indonesia sudah ramah sejak dulu ya.

Pilihan Editor

Tidak hanya itu Guys. Pengamat penduduk, lingkungan, dan pemerhati para kiyai itu pun begitu menyukai Tanah Air. Ini terbukti dengan tulisannya yaitu, ” Pulau yang hijau dan Subur.”

Batuttah pun tak lupa memuji berbagai tanaman yang tumbuh di Indonesia. Dengan menyebutkan, Cengkeh, mangga, nangka, jeruk manis, dan lain-lain adalah tanaman yang dirinya suka

Nah, meskipun selama 15 hari, Batuttah sangat senang berada di Indonesia. Namun dirinya harus kembali memuaskan hasrat travelingnya. Kepulangan Batuttah pun dipersiapkan oleh Sultan Al-Malik Az-Zahir. Dengan mempersiapkan perahu, dan bekal yang banyak. Batuttah pun menuliskan di catatannya, “Semoga Allah membalasnya (Sultan) “

Wah, Keren ya kisah Ibnu Batuttah Sang Traveler sejati ini. Yang menghabiskan separuh dari hidupnya untuk mengunjungi 44 Negara di dunia. Semoga kita, sebagai pemuda pemudi Indonesia pun bisa menghabiskan sedikit waktu untuk melihat dunia. Betapa luasnya dunia ini. Dan tentunya kita pun patut bangga, karena banyak sekali yang takjub dengan surga kecil yang ada di Tanah Air kita.