Halo, Takaiters!

Bagi masyarakat kota metropolitan, jalan-jalan ke luar negeri adalah hal biasa. Malah bagi keluarga the have, mereka lebih percaya kualitas produk asing daripada kualitas buatan negeri sendiri. Mulai dari mempercayakan pendidikan anak-anaknya, berobat, hingga untuk sekedar menyegarkan pikiran, mereka lebih memilih dengan cara jalan-jalan ke luar negeri.

Padahal, wisata di Indonesia kalau semua dimasukkan ke dalam list impian, 5 tahun kita travelling rasanya masih kurang saja.

Bagi kalangan lainnya, berlibur ke luar negeri  bukan saja menjadi barang mahal, tapi malah lebih buruk dari itu, buang-buang uang dan sudahlah, hapus saja dari daftar impian. Lagi pula di Indonesia masih ada banyak hal yang harus diselesaikan.

Takaiters, pikiran seperti itu harus diperbaiki lagi. Tidak semua orang yang jalan-jalan ke luar negeri memiliki tujuan berhura-hura, lho. Ibarat kamu sedang belajar dan haus ilmu, pasti tidak akan puas dengan buku-buku koleksi kamu sendiri karena sudah terlalu sering membaca hal sama.

Untuk itulah, jalan-jalan ke luar negeri selalu memiliki nilai lebih tersendiri selama tidak dibesar-besarkan, apalagi sampai menganggap negara kita masih sangat terbelakang dalam semua bidang kehidupan. Itu sih dampak buruk jalan-jalan ke luar negeri, ya, Takaiters.

Jika kamu ingin jalan-jalan ke luar negeri dengan gratis, bisa kok, Takaiters. Hanya saja, kita memang membutuhkan tenaga ekstra. Seperti peribahasa, “sambil menyelam minum air.” Kamu harus masuk dulu ke dalam kolam, baru kamu akan mendapatkan sesuatu di dasarnya, sekaligus kamu juga dapat meminum air demi menghilangkan rasa haus. Begitu pula dengan keinginan besar kamu. Harus ada goal utama yang ditunjang atau menunjang impian kamu tersebut.

Nah, Takaiters, berikut ini adalah beberapa alternatif jalan-jalan yang dapat kamu pilih sesuai bakat dan minatmu, agar bisa jalan-jalan ke luar negeri tanpa biaya sendiri. Yuk, kita simak!

1. Jadilah Peraih Beasiswa

Foto: Info-pendidikan.com

Bagi kamu yang sudah bergelar pelajar, kesempatan mendapatkan beasiswa ke luar negeri terbuka sangat lebar, lho. Pemerintah Indonesia beserta pihak-pihak berkepentingan selalu memberikan peluang baru bagi para mahasiswa yang ingin menambah pengalaman, study banding, serta mendukung riset-riset ilmiah.

Pihak negeri maupun pihak swasta, banyak memberikan beasiswa parsial maupun full cost live. Namun, meskipun parsial kalau kita hitung, tetap saja puluhan juta rupiah dan lumayan dipakai tambahan uang saku untuk bertahan hidup di sana.

Bersyukur bila kamu mampu menyabet beasiswa bergengsi sekelas LPDP, Tulip Orange, atau Australia Awards. Tapi bagi kamu yang ingin berangkat ke Jepang, kamu harus menyabet  beasiswa Monbukagusho.

Takaiters, setiap negara, terutama yang sudah menjalin hubungan baik dengan Indonesia, biasanya memiliki jatah tersendiri untuk mahasiswa asing di suatu perguruan tinggi.

Pada awalnya, kamu memang harus belajar ekstra keras dibandingkan teman-teman yang lain. Tetapi, kamu harus ingat bahwa targetmu sudah berbeda, jadi jangan merasa minder, ya.

Carilah informasi beasiswa apa saja yang dapat mendukung kamu hidup di negara tujuan. Buatlah rencana kehidupan kamu di sana nanti. Seperti, berapa lama kamu akan menetap di sana, bagaimana mengatur waktu sehari-hari, termasuk mengatur waktu luang, agar kamu bisa jalan-jalan ke kawasan wisata di sekitar perguruan tinggi atau ke tempat wisata lainnya yang berada di negara yang kamu tempati, jika memungkinkan.

Biasanya, ada persatuan mahasisawa Indonesia bagi masing-masing negara tujuan pelajar asing. Hubungi mereka dan nikmati wisata bersama-sama secara asyik, jangan bepergian sendirian saja, ya.

2. Menjadi Tour Guide

Foto: audiolinks.com

Namanya juga pemandu wisata, orang lain sih melihatnya pasti asyik, ya. Sekolahnya seperti bermain dari hari ke hari, juga tidak ada sidang skripsi yang mengerikan. Begitu pula ketika sudah  menyelesaikan sekolah wisata dan menjadi tour guide, mungkin pekerjaan tersebut dianggap sebagai pekerjaan yang paling santai. Kamu hanya menjelaskan suatu tempat wisata kepada pengunjung, dan rupiah pun mengalir terus ke dalam kantong.

Pilihan Editor

Jika kamu ingin menjadi  pemandu wisata di luar negeri, ada beberapa agen wisata ternama dunia yang menawarkan paket khusus bagi siapapun yang dapat membawa klien dalam jumlah besar, lho. Seandainya pekerjaanmu saat ini adalah pemandu wisata untuk obyek lokal, berarti kamu mempunyai nilai lebih karena kamu sudah punya pengalaman menjadi tour leader.

Pengalaman memang berharga. Kamu dapat membayar biaya jalan-jalan ke luar negeri dengan pengalaman menjadi pemimpin rombongan. Hal tersebut bisa kamu manfaatkan untuk perjalanan domestik ataupun mancanegara.  Yang terpenting, kamu mau belajar lebih profesional dalam mendampingi rombongan.

Kalau kamu profesional dan sudah banyak pengalaman, bukan tidak mungkin kamu akan mendapat lisensi yang dapat memudahkan kamu untuk melanglangbuana ke luar negeri semaunya.

3. Menjadi Relawan

Foto: nonprofitkinect.org

Kalau yang satu ini memang misi kemanusiaan. Bisa juga untuk urusan selain kemanusiaan, tapi kebanyakan selalu berujung sosial non profit. Jadi bila Kamu tertarik dengan issue sosial kekinian yang melanda dunia secara global, kamu bisa ikut turun tangan di dalamnya.

Biasanya memang ada kriteria tertentu yang diwajibkan harus ada pada seorang volunteer. Jika sudah memenuhinya, kamu akan mendapatkan kesempatan membantu orang lain dengan biaya dari organisasi nirlaba tingkat internasional.

Setiap aksi kemanusiaan tidak mungkin hanya digelar dalam waktu singkat. Umumnya, aksi tersebut berlangsung dalam hitungan bulan, apalagi jika kamu menjadi volunteer di negara yang tengah konflik atau tertimpa bencana alam. Karena kamu harus selalu siap sejak kejadian pasca bencana sampai tahap pemulihan kembali mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.

Nah, setelah misi kemanusiaan kamu benar-benar sukses, dan selesai ditunaikan, baru deh kamu bisa mengisi waktumu dengan liburan.  Hal itu dilakukan boleh sewaktu perpisahan dengan warga yang telah memberikan kesan dan pelajaran hidup baru atau juga dengan rencana pribadi bersama angkatan volunteer kamu.

4. Join Crew

Foto: kerjakerasdapetduit.blogspot.com

Dua jenis kendaraan mewah untuk jalan-jalan ke luar negeri yaitu pesawat terbang dan kapal pesiar. Menjadi bagian dari awak armada kendaraan mewah tersebut, tentu saja akan menyenangkan hati kamu yang mempunyai keinginan jalan-jalan ke luar negeri.

Alternatif ini lebih asyik dari dua alternatif sebelumnya. Menjadi crew pesawat atau kapal pesiar tidak terlalu melelahkan. Kalaupun lelah, rasanya hal tersebut sebanding dengan nilai gaji yang akan kamu terima. Jangan lupa, kamu juga mendapat bonus jalan-jalan ke luar negeri gratis, tentunya.

Menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sudah tentu wajib menjadi syarat diterimanya kamu sebagai bagian dari dua transportasi ekslusif tersebut, ya, Guys.

Kapal pesiar sangat jarang mengarungi samudera dan lautan luas hanya dalam hitungan hari. Kamu bahkan dapat tinggal di sana selama berbulan-bulan. Dan ketika kamu mendapatkan jatah libur, pihak armada akan memberikan waktu untuk kamu menikmati tempat wisata yang menjadi tujuan. Barulah kemudian kamu akan melanjutkan tugas kembali.

Nah, Itulah 4 alternatif yang bisa Kamu coba jika ingin pergi ke luar negeri secara gratis. Tidak ada yang melarangmu bermimpi tinggi. Tinggal bagaimana kamunya. Mau bangkit, bertindak mewujudkannya, atau hanya membiarkan mimpimu untuk jalan-jalan ke luar negeri  hanya sekedar mimpi hanya karena kamu bukan berasal dari keluarga berada.