Hai, Takaiters!

Ada pepatah mengatakan “Raihlah kesuksesan sebelum usia 30 tahun”. Namun, tahu enggak sih, Takaiters? Sosok pemuda, Yasa Paramita Singgih, telah berhasil meraih kesuksesannya di bidang fashion pada usia 20 tahun. Kini, Men’s Republic yang ia bangun dari usahanya dimulai dari nol tersebut merupakan salah satu local brand fashion khususnya sepatu terbaik di Indonesia. Dan brand ini pun dilirik oleh puluhan media nasional dan juga internasional. Kisah motivasi serta kiatnya dalam perjalanan bisnisnya yang jatuh bangun pun di tuliskannya dalam buku Never Too Young To Become A Billionaire.

Yuk, Takaiters! Kita berkenalan lebih jauh sosok Yasa Paramita Singgih, Founder dan CEO Men’s Republic, yang menjadi inspirasi Pebisnis Muda Indonesia ini.

Hidup dapat berubah karena berani bermimpi

Foto: Buku Never Too Young To Become A Billionaire

Sejak usianya 15 tahun, Yasa Paramita Singgih lebih suka membaca kisah-kisah gila dari Bruce Lee dan Jim Carrey tentang hidupnya yang berubah karena berani bermimpi. Dan di saat itu, pemuda yang lebih dikenal dengan panggilan Yasa ini mulai menyusun impian-impiannya pada lembaran kertas. Baginya impian adalah tujuan. Impian yang spesifik, detail dan konkret. “Buatlah impian yang menurut orang lain tidak masuk akal. Percayalah bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah tindakan yang terlalu kecil”, dikutip dari buku Never Too Young To Become A Billionaire, yang ditulis oleh Yasa sendiri.

Pilihan Editor


Guys, siapa sangka, loh, Founder dari Men’s Republic ini pernah mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta

Foto: ilovelife.co.id

Jiwa seorang pebisnis ini sudah muncul saat ia berusia 15 tahun, dari menjual secara online seperti berupa lampu hias. Tak sekali kegagalan yang dialami oleh Yasa. Diawal brand Men’s Republic, di usianya 16 tahun belum mampu produksi barang sendiri pun, pria kelahiran 1995 ini repackage barang yang ia beli di Tanah Abang dan di jual secara online. Ia akhirnya berhasil menutupi modal jualannya. Setelah itu, ia mulai merencanakan bisnisnya dengan matang berupa usaha kuliner, yang membuatnya mengalami kerugian mencapai Rp. 100 juta di usianya masih 18 tahun. Saat itu ia mendirikan sebuah kedai kopi sederhana dengan nama kedai Ini Teh Kopi. Bisnisnya tersebut gagal dan bangkrut dalam waktu 10 bulan.

Men’s Republic berawal dari mimpi tampil tampan dengan harga terjangkau bagi pria-pria muda Indonesia

Gambar terkait
Foto: entrepreneurhub.id

Dimulai dari pertengahan tahun 2014 dengan sangat sederhana dan hanya bermodalkan keberanian, Men’s Republic dimulai dari bekerja sama dengan pabrik sepatu di Bandung sebagai suplier produknya. Produknya ia jual di kisaran harga 195 ribu hingga 390 ribu dengan menyasar kalangan anak muda. Yasa menjual produknya secara online. Selain berbisnis sepatu, ia juga mulai menjual aksesoris pria seperti tas, ikat pinggang ataupun celana. Men’s Republic pun kini diliput oleh puluhan media nasional dan juga internasional. Mendapatkan apresiasi dari berbagai institusi bergengsi. Serta telah menjangkau puluhan ribu gentlemen dari Sabang – Merauke dan 12 negara di seluruh dunia. Wow, luar biasa, ya, Takaiters.

Tidak hanya di Indonesia, berikut beberapa penghargaan yang diraih oleh Yasa Singgih, loh, Guys!

Foto: dharmamoksha.com

Pria kelahiran 23 April 1995 ini mampu menginspirasi Pebisnis Muda Indonesia. Dengan penghargaannya yang di raih sebagai Wirausaha Muda Mandiri Nasional kategori mahasiswa kreatif di tahun 2015. Tokoh nyata film dokumenter pemimpin pemuda bisnis dari KEMENPORA di 2015, Marketeers Youth of The Year in 2016 oleh Mark Plus serta yang paling membanggakan, Forbes 30 under 30 Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes di tahun lalu, 2017, keren banget, ya, Guys!

Nah, bagaimana menurut Takaiters? Kata pepatah, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, mulailah langkah awal kalian. Yasa Singgih sudah mampu memberikan bukti nyata  From Zero to Hero. Semoga Takaiters terinspirasi dan termotivasi juga, ya ^_^