Takaiters! Pernah mendengar nama Alas Purwo? Sebuah Taman Nasional yang secara administratif, masuk dalam dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Kabupaten ini berada di ujung timur Pulau Jawa, merupakan penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Letak geografis yang berdekatan, menjadikan Banyuwangi memiliki budaya dan potensi alam yang tidak kalah menarik dari Bali.

Taman Nasional Alas Purwo memiliki hamparan alam yang sangat cocok dijelajahi oleh para penggila petualangan. Mulai dari hutan, pantai, savana, satwa liar, maupun situs-situs mistis yang seringkali digunakan sebagai tempat semedi atau ‘laku’.

Untuk mencapai lokasi ini, para pengunjung mesti menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari Banyuwangi. Baik itu sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Memang tidak ada angkutan umum yang memiliki trayek sampai ke lokasi, mengingat lokasinya yang masuk ke pedalaman.

Takaiters, berikut hal –hal menarik tentang Taman Nasional Alas Purwo yang mesti diketahui:


Hutan Tertua dan Terangker di Pulau Jawa

Taman Nasional Alas Purwo
Foto : 2.bp.blogspot.com

Dalam bahasa Jawa ‘alas’ berarti hutan, dan ‘purwo’ berarti ‘kawitan’ atau permulaan. Jadi, Alas Purwo berarti hutan permulaan, atau hutan tertua. Yup! Alas Purwo merupakan hutan tertua di Pulau Jawa. Hawa mistis akan terasa sekali, ketika Takaiters memasuki area ini. Huuuu, seru apa serem.

Bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya, tempat ini terkenal angker dan keramat. Terdapat kerajaan jin yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh bangsa jin di Pulau Jawa. Seringkali masyarakat sekitar lokasi melihat adanya penampakan makhluk-makhluk berbeda dimensi. Selain itu, fenomena orang hilang yang tidak diketemukan, memperkuat kesan mistis dan angker tempat ini.

Hutan Bambu Mendominasi Taman Nasional Alas Purwo

Foto : phinemo

Seperti dilansir wikipedia, Taman Nasional Alas Purwo memiliki luas area 43.420 Hektar. Kurang lebih 40 persen hutan hujan dataran rendah ini, didominasi oleh hutan bambu. Setidaknya terdapat 13 jenis bambu yang tumbuh, diantaranya bambu ampel, bambu rampal, bambu apus, bambu jajang, bambu Jawa, bambu wuluh. Keberadaan hutan bambu ini mencirikan bahwa Alas Purwo merupakan sebuah kawasan karst.

Pantai Plengkung (G-Land) Memiliki Formasi Ombak Terbaik di Dunia

Taman Nasional Alas Purwo
Foto : tripadvisor.co.uk

Penduduk lokal menyebut pantai ini dengan nama Pantai Plengkung. Sedangkan di kalangan wisatawan mancanegara, pantai ini lebih dikenal dengan nama G-Land. G yang bisa bermakna great, berkaitan dengan ombaknya yang besar. G juga bisa bermakna green, yang menjelaskan bahwa Pantai Plengkung berada pada kawasan yang masih alami dan menghijau. Dan juga G juga berarti Grajagan, yaitu sebuah pelabuhan nelayan yang berada disekitar pantai.

G-Land menjadi incaran para peselancar dunia karena memiliki ombak dengan ketinggian antara 4-6 meter yang memanjang sekitar 2 km, dan bergulung-gulung membentuk formasi 7 gelombang. Nah, formasi tersebut merupakan salah satu formasi terbaik di dunia. Padasnya gelombang Pantai Plengkung dapat disamakan dengan tiga tempat lain di dunia, yaitu di Hawaii, Tahiti, dan Fiji. Keren kan?

Pantai ini akan ramai dikunjungi para peselancar dunia pada bulan Mei-Oktober, karena pada bulan-bulan tersebut ombak berada pada formasi terbaik. Guys, datang yuk di bulan-bulan ini, biar serunya makin berasa!

Terdapat Padang Penggembalaan Satwa Liar

Taman Nasional Alas Purwo
Foto : vonvon.id

Kondisi alam Alas Purwo yang masih sangat alami, menjadikan kawasan ini menjadi habitat beraneka ragam satwa liar maupun tumbuhan. Selain pantai dan hutan, Taman Nasional ini memiliki padang penggembalaan atau savana, yang bernama Sadengan. Beraneka macam satwa liar hidup disini, seperti babi hutan, kancil, burung merak, kijang, lutung, biawak, banteng, rusa, ayam hutan, dan berbagai macam jenis burung maupun satwa langka.

Pagi dan sore hari merupakan waktu yang tepat untuk mengamati satwa-satwa tersebut. Hamparan padang rumput dengan luas berkisar 80 Hektar ini, memanjakan para penghuninya. Satwa-satwa tersebut tidak perlu masuk ke dalam hutan untuk sekedar mencari makan. Sumber air pun tersedia disini.

Takaiters, berada di Sadengan, seolah berada di Afrika. Karenanya, tempat ini di sebut sebagai Afrika-nya Indonesia. Masih mikir buat berpetualang ke Alas Purwo?

Keberadaan Situs-situs Ziarah

alas purwo,
Foto : 2.bp.blogspot.com

Keberadaan situs-situs ziarah ini, berkaitan erat dengan legenda Alas Purwo sebagai tempat persembunyian terakhir rakyat Majapahit Ketika terdesak oleh penyebaran agama Islam kala itu. Salah satu bukti yang masih ada yakni Pura Luhur Giri Salaka, yaitu tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar area tersebut.

Pura Giri Salaka ramai dikunjungi pemeluk agama Hindu pada saat upacara Pagerwesi, yaitu upacara yang dilaksanakan setiap 210 hari, untuk mensyukuri anugerah ilmu pengetahuan. Pemeluk Hindu Bali pun berbondong-bondong datang menghadiri upacara tersebut.


Takaiters, tergoda untuk menjelajahi Afrika-nya Indonesia? Datang saja ke Taman Nasional Alas Purwo. Selain berwisata alam, kita bisa melihat aneka ragam flora fauna langka. Nah, kalau kalian sedang merencanakan petualangan ke Banyuwangi, tak ada salahnya mengunjungi si Hutan Tertua dan Terangker di Jawa ini. Berani?!