Halo, Takaiters!

Tahukah kamu, Guys, kalau setiap tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik di Indonesia? Yapt, hari dimana insan musik Indonesia diapresiasi peranan dan karyanya oleh penikmatnya. Musik sudah menjadi bagian penting dalam sejarah umat manusia. Tidak lengkap rasanya bila sehari saja kita lalui tanpa ada iringan musik yang melatari aktivitas kita ya, Guys.

Hasanah musik Indonesia pun turut diwarnai oleh banyaknya alat musik tradisional dari berbagai pelosok daerah. Tak main-main, eksistensinya tidak kalah dengan alat musik modern yang banyak digunakan dalam industri musik komersil. Kehadiran alat musik tradisional ini tidak hanya dinikmati di daerah asalnya, tapi telah melanglang buana ke hampir setiap belahan dunia.

Angklung, alat musik asal Jawa Barat yang terbuat dari bambu

Image result for angklung
Foto : thejakartapost.com

Angklung merupakan alat musik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Terbuat dari bilah bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga bila digoyangkan menghasilkan suara khas dan merdu. Satu set angklung terdiri dari 7 buah, masing-masing mewakili satu tangga nada yaitu Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, dan Si.

Dilansir dari alamendah.org, pada tanggal 18 November 2010 di Nairobi, Kenya, angklung dinobatkan sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia oleh Unesco, organisasi PBB yang membawahi bidang pendidikan, sains dan kebudayaan. Angklung masuk dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, karena mengandung nilai-nilai dasar kerjasama, saling menghormati dan keharmonisan sosial.

Pada tahun 2011, Guiness Book of World Record mencatat rekor dunia dari alat musik ini. Sebanyak lima ribu lebih partisipan multikultural dari berbagai bangsa di dunia, bersama-sama memainkan angklung di Washington, Amerika Serikat. Mereka membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Michael Jackson berjudul We Are The World. Harmonisasi ribuan angklung membahana memecahkan rekor dunia. Bertindak sebagai konduktor, Daeng Udjo, maestro angklung yang berasal dari Sanggar seni angklung Saung Mang Udjo, Bandung, berhasil mengangkat budaya Sunda di kancah internasional.

Pilihan Editor

Gamelan, alat musik humanis yang tersebar di seluruh dunia

Image result for gamelan
Foto : music.asu.edu

Gamelan merupakan alat musik tradisional yang banyak dijumpai di Indonesia, Mulai dari pulau Jawa, Madura, sampai ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Terdiri dari beberapa alat musik yang dimainkan bersamaan seperti gambang, gong, gendang, bonang, dan lainnya.

Tidak seperti alat musik lain yang ada di dunia, alat musik yang terdapat dalam gamelan tidak dapat dimainkan secara mandiri. Semua alat musik harus dimainkan bersama dalam sebuah komposisi musik. Inilah keunikan yang menjadi dasar filosofi yang tersirat di dalamnya. Gamelan merepresentasikan keharmonisan, keselarasan, dan kerja sama.

Beberapa negara di dunia seperti Singapura, Jepang, Norwegia, Australia, Amerika, dan juga Prancis memasukan Gamelan pada kurikulum pendidikannya. Tercatat beberapa universitas top dunia, memasukan mata kuliah Gamelan yang wajib diikuti mahasiswanya, seperti UCLA, University of Minesota, dan University of Michigan di Amerika Serikat. Cambridge University dan University of Manchester di Inggris. University of Sidney dan University of Melbourne di Australia. Memorial University of Newfoundland dan University of Waterloo di Kanada. The University of Hongkong di RRC, juga Chikushi Jogakuen University di Jepang. Bahkan di Singapura, mata pelajaran mengenai gamelan telah masuk dalam kurikulum sekolah setingkat SD hingga SMA.

Luar biasanya lagi iringan gamelan di Amerika Serikat telah dikenal sejak lama.  Mungkin tak banyak yang tahu, bahwa musik pengiring saat pemerintah Amerika Serikat menayangkan pendaratan manusia pertama di bulan, Neil Amstrong, adalah gendhing gamelan Puspawarna. Pada saat itu, berita mengenai ini ditayangkan ke seluruh dunia. Wow! Keren banget kan, Guys.

Sasando, alat musik petik nan romantis dari Nusa Tenggara Timur

Image result for sasando
Foto : mernaarini.wordpress.com

Sasando adalah alat musik petik khas Rote, Nusa Tenggara Timur. Bentuknya unik karena menggunakan daun lontar yang melengkung sebagai resonator. Hal inilah yang menghasilkan denting merdu pada sasando, sangat romantis bila digunakan untuk mengalunkan melodi dari lagu-lagu cinta. Bikin baper, Guys.

Awalnya sasando diperkenalkan oleh Berto Pah pada ajang Indonesia Mencari Bakat 2010. Tak lama saudaranya Djitron Pah membawa sasando dalam ajang Indonesia Got Talent yang kemudian membawanya untuk bertarung dalam ajang Asia Got Talent 2015.

Dentingan merdu sasando akhirnya membawa Djitron dan keluarganya berkeliling dunia. Tiga benua sudah dijelajahi dalam misi budaya memperkenalkan alat musik tradisional Indonesia. Pah bersaudara berhasil menghipnotis penonton dengan kejernihan suara sasandonya di Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Belanda, Finlandia, Italia, Jerman, China, Jepang, Korea hingga Taiwan.

Kamu pasti mengakui luar biasanya, tradisi negeri kita. Ayo pelajari dan lestarikan lagi alat musik tradisional warisan budaya Indonesia. ┬áJangan sampai lebih dikuasai oleh bangsa lain, malu kan, Guys. Dengan mencintai hasil karya negeri sendiri, tentunya akan meningkatkan jiwa nasionalisme dalam diri kita. Selamat Hari Musik ….