Holla, Takaiters!

Guys, apakah kalian pecinta hidangan pedas? Jika jawabannya yes, pasti menu makan kalian akrab dengan yang namanya sambal. Makan pun akan terasa hambar tanpa sambal. Yapt, sambal adalah olahan yang berbahan dasar cabai dengan berbagai variasi. Cita rasa yang pedas serta aromanya yang menggoda dapat menggugah selera makan kamu.

Hmm … sungguh nikmat rasanya menyantap nasi ditemani sambal. Apalagi jika sedang menderita flu, kepala pusing dan hidung tersumbat akan terasa plong setelah mengonsumsi makanan pedas. Kamu bisa lupa diri, diet pun tak terkontrol, he … he …

Buat sebagian besar orang Indonesia, sambal merupakan pelengkap hidangan yang tak terpisahkan dari menu makan. Coba kalian cermati, mulai warung pinggir jalan hingga resto ternama, aneka kuliner Indonesia memang pas dinikmati jika sepaket dengan sambal. Contohnya: lalapan, pecel lele, soto, nasi campur, dan masih banyak lagi tentunya.

Guys, negara kita memiliki kuliner yang beragam termasuk aneka sambalnya yang khas mulai dari Sabang sampai Merauke. Yuk, cicipi sambal berikut ini:

Sambal Kabau Palembang

Foto: cookpad.com

Selain sambal tempoyak berbahan dasar fermentasi durian itu, di Palembang juga terdapat variasi sambal berbahan dasar kabau. Yapt, kabau adalah tanaman sejenis petai. Untuk menghilangkan getahnya harus dicuci bersih, selanjutnya dimemarkan atau dihaluskan. Setelah digoreng dapat dicampurkan ke dalam sambal. Guys, sambal ini populer di Musiwaras karena di sanalah gudangnya kabau.

Sambal Andaliman Medan

Foto: dapur.website

Tidak semua orang tahu andaliman. Yapt, bumbu khas orang Batak ini berbentuk bulat kecil bergerombol. Buah ini populer dengan sebutan Merica Batak. Rasa andaliman yang kuat di lidah berpadu dengan pedasnya cabai menghasilkan sambal dengan cita rasa yang unik.

Pilihan Editor

Sambalado Padang

Foto: pinsdaddy.com

Sudah menjadi rahasia umum jika Minang adalah gudangnya kuliner yang nampol pedasnya. Di antaranya sambalado, yang makin populer setelah dijadikan judul sebuah lagu dangdut. Ada berbagai variasi sambalado berdasar pengolahannya, yaitu sambalado matah (mentah), sambalado abuih (direbus), sambalado goreng dan sambalado uwok (direbus bersama nasi). Hmm … lamak bana!

Sambal Dabu-dabu Manado 

Foto: koranbanten.com

Sambal ini berbeda dengan sambal yang lain, karena cara membuatnya hanya diiris-iris, tidak dihaluskan. Kalian dapat meramu sendiri tanpa keluar membelinya. Rajang tomat, cabe, bawang, lalu kucuri air jeruk nipis. Kemudian siram dengan minyak panas. Wow, praktis banget Guys! Saudara kita di Ambon dan Papua menyebutnya sambal colo-colo.

Sambal Matah dari Bali

Foto: pontianak.tribunnews.com

Sesuai dengan namanya, bahan-bahan diiris-iris dalam keadaan masih segar dan mentah. Yang membedakan dengan sambal dabu-dabu adalah adanya tambahan serai dan daun jeruk. Orang Bali umumnya menikmati sambal ini bersama nasi campur dan bebek bengil.

Sambal Tumpang Jawa Timur

Foto: youtube.com

Sambal ini terbilang unik karena menggunakan tempe yang agak busuk sebagai bahan dasarnya. Tempe dihaluskan dan direbus bersama bumbu dan santan. Aroma tempe berpadu dengan santan sangat menggugah selera. Di Jawa Timur, sambal tumpang umumnya dinikmati sebagai pelengkap nasi pecel.

Sambal Bajak dari Jawa 

Foto:resepmedia.com

Untuk kalian yang tidak terlalu suka pedas sambal ini cocok dijadikan pilihan. Sesuai dengan lidah orang Jawa, sambal ini tidak terlalu pedas dan ada rasa manisnya.

Dibalik rasanya yang pedas menggigit, ternyata cabai sebagai bahan dasar sambal mengandung banyak vitamin C sebagai anti oksidan. Zat capsaicin yang terkandung di dalam cabai juga dapat meredakan nyeri, lho.

Tuh kan, dengan hanya membayangkan sambal air liur kamu sudah terbit. Hati-hati buat kalian penderita mag, ya, makanan pedas dapat memperparah nyeri di lambung. Nah, sambal favorit kamu yang mana?