Halo, Takaiters!

Persimpangan jalan atau “Simpang”, sejak dahulu berfungsi untuk menghubungkan beberapa wilayah sekaligus dalam satu kota. Letaknya ada di pusat kota tersebut. Namun, saat ini di kota-kota besar, persimpangan jalan sudah banyak menjelma menjadi area publik nan cantik. Dan keberadaannya menjadi nilai tambah ikon wisata kota di nusantara.

Tahu nggak, Takaiters, 5 persimpangan berikut selain sangat terkenal ternyata menyimpan fakta unik, loh. Kita simak, yuk!

1. Simpang Lima Bandung

Foto: jabar.tribunnews.com

Sesuai namanya, simpang ini menghubungkan 5 jalan utama untuk menuju alun-alun Pusat kota Bandung. Simpang Lima dibangun antara tahun 1933–1937.  Saat ini, di area sekitarnya masih banyak berdiri bangunan cagar budaya yang terpelihara dengan baik.

Warga Bandung yang terkenal “nyunda” menyebutnya sebagai Prapatan Lima, yang dalam bahasa Sunda bermakna Perempatan Lima.

Tahun 2015 bertepatan dengan Peringatan KAA ke-60, dibangunlah Menara Jam Asia Afrika setinggi 15 meter. Seluruh badan menara dipenuhi dengan 109 nama-nama negara peserta. Menara ini menggantikan Tugu Dasasila Bandung, yang didirikan untuk memperingati  pelaksanaan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Kalau kalian melewati Simpang Lima ini, bisa sambil menghapal nama-nama negara peserta KAA loh, Guys.

2. Simpang Semanggi Jakarta

Foto: news.liputan6.com

Kalau berkunjung ke sini, jangan harap dapat berfoto dengan latar belakang Simpang Semanggi ya, Guys. Simpang ini akan tampak sangat cantik dan eksotis kalau dilhat dari atas. Wah, harus naik helikopter dong, ya? Saking eksotisnya, simpang ini bahkan tersohor sampai ke luar negeri.

Simpang yang dibangun pada masa presiden Soekarno ini, bentuknya mirip daun semanggi. Selain keunikannya itu, simpang ini juga memiliki nilai filosofi tersendiri, yaitu sebagai simbol pengikat persatuan seluruh wilayah ibukota. Konon sebelum dibangun, daerah tersebut berupa rawa-rawa yang dipenuhi tanaman semanggi berdaun empat.

Belakangan di tahun 2016, pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama, Simpang Semanggi dibangun kembali menjadi bersusun dan dinamakan Simpang Susun Semanggi.

Pilihan Editor



3. Simpang Lima Semarang

Foto: blog.reservasi.com

Kota Semarang identik dengan kawasan Simpang Lima Semarang yang merupakan pertemuan dari  lima jalan utama yang menyatu.

Simpang Lima ini dijadikan pusat Alun-alun Semarang oleh Presiden Soekarno, menggantikan pusat Alun-alun sebelumnya yaitu Kawasan Kauman. Tahun 1969 dibangunlah Lapangan Pancasila di area tersebut, sebagai pusat kegiatan masyarakat Semarang. Saat ini, Simpang Lima Semarang terkenal dengan wisata kuliner malam Guys, tempat ngumpul anak muda Semarang.

4. Simpang Tujuh Kudus

Foto: kudusexplore.com

Bukan hanya lima, tapi tujuh loh, Guys. Kota yang dikenal sebagai kota Kretek ini memiliki alun-alun Simpang Tujuh. Wilayah ini merupakan jantung Kota Kudus. Berada tepat di depan Pendopo Kabupaten Kota Kudus dan Masjid Agung Kudus. Simpang Tujuh merupakan simpangan dari 7 jalan besar di Kota Kudus.

Alun-alun Simpang Tujuh dibangun menggantikan alun-alun kota Kudus lama, yaitu pada saat penyebaran agama Islam oleh Sunan Kudus.  Alun-alun Kudus lama terletak di Menara Masjid Kudus.

5. Simpang Lima Kediri

Foto: wiranews.com

Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk dapat berfoto di bangunan bertemakan kota Paris, Perancis. Di Indonesia pun, kita bisa menemukan bangunan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri ini. Bentuknya menyerupai Arc de Triomphe yang berada di Paris.

Terletak tepat di tengah kawasan Simpang Lima, nggak banyak yang tahu kalau bangunan indah yang terkenal dengan nama Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini sudah berdiri sejak tahun 2003.  Arc de Triomphe dibangun untuk menghormati para pejuang yang bertempur dan mati bagi Perancis, dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon. Sedangkan monumen SLG  ini, terinspirasi dari Jongko Jojoboyo, raja dari Kerajaan Kediri abad ke-12. Saat itu beliau ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri.

Kawasan Simpang Lima Gumul memiliki total luas 37 hektar, Guys, dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi 25 meter.  Mempunyai 6 lantai, serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter. Angka-angka tersebut ternyata merupakan ulang tahun Kabupaten Kediri, Guys, yaitu 25 maret tahun 804 Masehi.

Di sisi monumen terpahat  relief–relief yang menggambarkan sejarah Kediri,  hingga kesenian dan kebudayaan  yang ada saat ini. Tak tanggung-tanggung pembangunan monumen ini menghabiskan biaya lebih dari Rp 300 milyar. Wow luar biasa ya, Takaiters?

Nah, itulah sejarah unik dari 5 persimpangan jalan yang ada di Indonesia. Hebat kan, Guys? Sambil berjalan-jalan, kalian bisa belajar sejarah, loh. Jadi, yang mana yang akan kamu kunjungi duluan, Guys ?