Hollaa Takaiters…Kepingin kurus? Mungkin info ini menarik buat kamu.

Dikutip dari ScienceDaily, peneliti di University of California menemukan cara untuk menghilangkan (hanya sementara) indera penciuman dari seekor tikus. Mereka mengambil dua ekor tikus untuk percobaan. Tikus pertama dihilangkan indera penciumannya, sementara tikus kedua dibiarkan normal. Kedua tikus tersebut sama-sama diberikan makanan tinggi lemak.

Hasilnya mengejutkan!

Ternyata, tikus pertama secara perlahan semakin kurus. Sementara itu, berat badan tikus kedua membengkak sampai dua kali ukuran normal! Sebagai tambahan, peneliti menambahkan tikus ketiga yang indera penciumannya diperkuat. Tikus ketiga bahkan lebih gemuk lagi dari tikus kedua! Waduh.

Penemuan ini mengindikasikan bahwa ada hubungan antara aroma makanan dan cara tubuh bereaksi terhadap kalori. Jika kita tidak bisa mencium aroma makanan tersebut, maka tubuh kita akan membakar kalorinya, bukan menyimpannya.

Tikus pertama, yang indera penciumannya dihilangkan, menaikkan kinerja sistem saraf simpatiknya, yang diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak. Tikus tersebut mengubah sel lemak putih (yang dapat menimbun lemak di paha dan perut) menjadi sel lemak coklat, yang kemudian membakar lemak. Berat tikus tersebutpun semakin menyusut. Asyik bukan?

Sayangnya, ada sisi negatif di tikus pertama tersebut. Kehilangan indera penciuman juga diiringi dengan peningkatan hormon noradrenalin. Pada manusia, peningkatan hormon tersebut dapat menyebabkan serangan jantung.

Pilihan Editor

Tikus yang gemuk juga berhasil menurunkan berat badannya setelah indera penciumannya dihilangkan, walau masih memakan makanan tinggi lemak. Tikus-tikus tersebut hanya kehilangan lemak di tubuh, tanpa ada efek apapun pada otot, organ ataupun massa tulang.

Celine E. Riera, salah seorang peneliti tersebut mengatakan: “Manusia dengan pola makan yang tidak baik terkadang kesulitan mengatur jumlah makanan yang mereka makan dan mereka memiliki nafsu makan yang besar. Menurut kami, indera penciuman sangat penting untuk mengatur nafsu makan dan jika kita bisa mengatur hal tersebut, mungkin kita bisa menghambat nafsu makan dan membantu orang-orang tersebut mengatur pola makannya.”

Meskipun hasil penelitian ini masih belum bisa bikin kamu kurus, tapi setidaknya ada harapan. Tinggal tunggu saja. Untuk sementara, rajin-rajin olahraga dulu ya!