Hai, Takaiters!

Selama akhir pekan kemarin, perusahaan yang diketahui sebagai pemasok chipset untuk Apple iPhone, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) diserang virus. Sejumlah sistem dan alat-alat komputer yang dimiliki oleh salah satu perusahaan chip terbesar di dunia tersebut dikabarkan terinfeksi virus.

Infeksi virus tersebut memaksa pihak perusahaan melakukan penutupan sebagian operasional mereka. Dalam pernyataannya, TSMC mengindikasikan bahwa insiden itu bukan disebabkan oleh para peretas, sehingga diperkirakan dapat segera dipulihkan. Kendati demikian, pihaknya memperkirakan serangan virus itu menyebabkan kegiatan operasional dan produksi terhambat.

1. TSMC tengah berupaya memulihkan dampak dari serangan virus

Pabrik TSMC terjangkit virus
Foto: clark.com

Sejak mengetahui sistem mereka terjangkit virus, TSMC telah mulai melakukan pemulihan pada Senin, waktu setempat. Serangan virus ini diketahui menyerang sejak Jumat (3/8/2018) malam. Melalui situs resmi perusahaan, pihak mereka mengatakan wabah virus ini terjadi karena adanya kesalahan operasi selama proses instalasi perangkat lunak yang menyebabkan virus menyebar.

Virus mulai menyebar setelah instalasi itu terhubung ke jaringan komputer perusahaan. CEO TSMC C.C. Wei menjelaskan bahwa kesalahan operasional terjadi ketika instalasi alat tidak dibawa secara offline sehingga virus dengan cepat menyebar ke lebih dari 10.000 mesin di pabriknya di seluruh Taiwan.

“Akibat wabah tersebut, TSMC telah mengambil tindakan untuk menutup celah keamanan ini dan lebih memperkuat tingkatan keamanan sistem,” ujarnya. Perusahaan tersebut menargetkan pemulihan ini tuntas pada hari Senin (6/8/2018) kemarin, seperti dilansir Reuters di hari yang sama.

2. Pendistribusian pasokan ke Apple iPhone jadi terhambat


Foto: The Indian Express

Dampak yang sangat terlihat dari insiden ini adalah terhambatnya kegiatan produksi perusahaan. Virus yang terdeteksi berjenis ransomware WannaCry ini diperkirakan menyembabkan keterlambatan pengiriman. Hal ini juga disebutkan akan berdampak pada pasokannya ke Apple Inc. Bahkan, Mark Li, analis dari Sandford C. Bernstein mengatakan bahwa efeknya berdampak pada jadwal pengiriman iPhone tahun ini.

Sementara itu, KGI Securities melaporkan bahwa pengiriman produk silicon wafer 12 inci buatan TSMC akan ditunda. Akibatnya, iPhone yang dijadwalkan rilis pada tahun 2018 ini akan tersedia secara terbatas. “Rantai pasokan jangka panjang TSMC biasanya siap untuk insiden semacam ini, karena telah memproduksi chipset lebih banyak di awal,” kata analis KGI Scurities dalam sebuah laporan.

3. Lebih jauh, saham TSMC diprediksi turun

TSMC
Foto: Reuters

Namun, TSMC sendiri mengatakan bahwa keterlambatan pengiriman tersebut kemungkinan akan berdampak terhadap pendapatan perusahan sebesar 3 persen pada kuartal ketiga. Perusahaan yang berbasis di Taiwan itu memilih untuk mempertahankan nilai pertumbuhan pendatapan mereka tahun ini setelag insiden ini terjadi. Saham mereka dilaporkan turun 0,6 persen pada hari Senin kemarin.

Meski begitu, pemulihan yang dilakukan dengan cepat dianggap dapat meminimalisir dampak yang muncul, khususnya untuk pertumbuhan produk Apple di kuartal keempat. Selain itu, proyeksi pertumbuhan pendapatan yang terlihat, diyakini TSMC akan pulih pada kuartal keempat nanti. Sayangnya, pihak Apple sendiri masih belum menanggapi masalah ini secara resmi.