Melancong

Traveling Murah ke Bukittinggi, 5 Tempat Wisata Ini Wajib Kamu Kunjungi!

http://majalahasri.com

Seperti halnya Jakarta dengan Monas atau Surabaya dengan Tugu Pahlawan, maka Bukittinggi bangga punya Jam Gadang sebagai ikon kota. Terletak di pusat kota Bukittinggi, Jam Gadang ini terlihat begitu menjulang dan tak pernah sepi menarik perhatian pengunjung. Hal ini juga terkait dengan aktivitas kota yang terpusat di daerah sini, termasuk pembangunan hotel di Bukittinggi untuk kepentingan sektor pariwisata.

Tapi, kamu perlu tahu kalau Bukittinggi tidak hanya memiliki Jam Gadang sebagai wisata populernya. Akan tetapi, mulai dari wisata alam, budaya, hingga sejarah, semua bisa kamu temukan di kota ini.

1. Taman Panorama dan Lobang Jepang

wisata bukittinggi

Foto : asiawisata.com

Di Taman Panorama, kamu bisa menyaksikan keindahan pemandangan Bukittinggi yang didominasi oleh pepohonan dan tanaman berwarna hijau. Nah, masih satu area dengan Taman Panorama, kamu wajib datang ke Lobang Jepang, sebuah bunker peninggalan zaman Jepang yang dulu dibangun orang Indonesia melalui kerja paksa di bawah tekanan tentara Jepang, yang pada saat itu berhasil menduduki Indonesia sejak tahun 1942 hingga 1945.

Pilihan Editor

Dengan panjang kurang lebih 1.470 meter, Lobang Jepang memiliki 21 terowongan yang dulunya digunakan untuk menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang dapur, ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan pintu gerbang.

2. Rumah Adat Baanjuang

wisata bukittinggi

Foto : whatsnewjakarta.com

Didirikan oleh seorang pria asal Belanda bernama Mondelar Countrellour pada tahun 1935, Rumah Adat Baanjuang merupakan sebuah museum berupa rumah adat tradisional yang memiliki anjuang kiri dan kanan. Bangunannya terlihat sangat tradisional, dengan atap yang masih menggunakan ijuk, serta dinding dan lantai dari  kayu.

Di sini, kamu bisa menemukan berbagai koleksi dari kelompok etnografika, numismatika, hingga binatang yang yang diawetkan. Binatang-binatang tersebut terlahir tidak normal karena memiliki beberapa anggota tubuh dengan jumlah lebih. Contohnya seperti kerbau berkaki delapan dan kambing bermuka dua. Kalau mau, kamu juga bisa berfoto dengan pakaian adat Minangkabau di dalam Rumah Adat Baanjuang. Sayangnya, kamu tidak bisa menginap di rumah adat ini, sehingga kamu tetap harus mencari hotel di Bukittinggi untuk tempat menginapmu.

3. Jembatan Limpapeh

wisata bukittinggi

Foto : wikipedia.org

Dibangun pada tahun 1995, jembatan satu ini memiliki usia yang sudah cukup tua. Meski begitu, kamu tak perlu takut melintasinya karena Jembatan Limpapeh terbuat dari baja dan memiliki pondasi yang sangat kokoh. Dengan desain yang didominasi oleh warna merah dan kuning, Jembatan Limpapeh menjadi jembatan gantung yang cukup terkenal di Bukittinggi.

Jika dilihat dari bawah, kamu mungkin akan menganggap bahwa Jembatan Limpapeh tampak biasa saja. Tapi, begitu melintasinya dan berdiri di salah satu bagiannya, kamu bisa melihat pemandangan indah Kota Bukittinggi yang dikelilingi oleh perbukitan dan Gunung Marapi. Cocok sekali digunakan untuk lokasi selfie! Melintasi Jembatan Limpapeh juga bisa menjadi aktivitas pemicu adrenalin karena kamu akan merasa sedikit getaran dan goyangan ketika melewatinya.

Benteng Fort de Kock

wisata bukittinggi

Foto : arlisajati.blogspot.com

Didirikan pada tahun 1825 oleh Kapten Bouer, Benteng Fort de Kock digunakan oleh tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau, terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Awalnya, benteng yang dibangun di atas Bukit Jirek ini diberi nama Sterrenschans.

Namun, akhirnya nama tersebut diubah oleh Hendrik Merkus de Kock, salah satu tokoh militer Belanda, menjadi Fort de Kock. Nah, Benteng Fort de Kock ini merupakan salah satu dari dua benteng peninggalan Belanda yang ada di Sumatera barat. Benteng lainnya terletak di Batusangkar karena dulu dua kota inilah yang paling susah ditaklukkan oleh Belanda saat Perang Paderi.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Foto : kapanlagi.com

Warga Bukittinggi menyebut Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan sebagai Kebun Binatang Bukittinggi. Tempat wisata ini merupakan satu-satunya kebun binatang yang ada di Sumatera Barat sekaligus menjadi yang tertua di Indonesia. Tapi sepertinya Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan lebih tepat disebut sebagai taman rekreasi karena di dalamnya tidak hanya terdapat kebun binatang.

Kalau sedang berada di Benteng Fort de Kock, kamu bisa langsung menyeberangi Jembatan Limpapeh untuk segera menuju ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Tapi kamu juga bias, kok, langsung masuk ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan tanpa harus terlebih dulu mengunjungi Benteng Fort de Kock. Selain aneka satwa, di sini kamu juga bisa mendatangi Museum Rumah Adat Baanjuang. Sangat praktis, kan? Dalam sekali kunjungan, kamu sudah bisa mendatangi banyak tempat. Tak perlu lagi bolak-balik dari hotel ke tempat wisata berbeda.

 Mayoritas tempat wisata di Bukittinggi mengharuskan kamu untuk membayar tiket masuk yang umumnya harganya tak lebih dari Rp20.000,- saja. Sangat ramah kantong, bukan? Kamu jadi punya budget lebih untuk menginap di salah satu hotel di Bukittinggi. Dengan beristirahat, kamu pun bisa menjelajah seluruh tempat wisata yang telah disebutkan di atas secara maksimal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top