Halo, Takaiters!

Setiap tanggal 27 Rajab masyarakat muslim di Indonesia memperingatinya sebagai hari Isra Miraj, yakni peristiwa perjalanan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masdijil Aqsa di Syam atau Palestina sekarang, dan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (langit tertinggi).

Ada beberapa hal yang penting Sobat Takaiters ketahui dari peristiwa Isra Miraj, Yuk intip disini.

Isra Miraj menjadi awal mula turunnya perintah sholat fardu 5 waktu

Peristiwa Isra Miraj menjadi awal mula turunnya perintah Allah SWT untuk mendirikan sholat fardu lima waktu sehari semalam. Semula  jumlah sholat yang diwajibkan adalah lima puluh kali sehari semalam.

Namun atas saran Nabi Musa AS saat Rasulullah SAW bertemu dengannya di langit keenam, Rasulullah SAW meminta keringanan pada Allah SWT untuk mengurangi jumlah waktu sholat karena umatnya tidak akan sanggup melaksanakan.  Allah SWT mengabulkan permintaan beliau, hingga jadilah jumlah waktu sholat fardu seperti apa yang kita lakukan sekarang.

Pilihan Editor



Abu Bakar menjadi orang yang membenarkan peristiwa Isra Miraj sehingga nabi menyebutnya sebagai Ash Shiddiq

Sebuah riwayat menceritakan, pagi hari setelah kepulangan beliau dari peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW nampak gundah karena khawatir disangka berdusta oleh kaumnya. Benar saja, ketika beliau membagikan kisahnya, orang-orang Quraisy tidak memercayai. Menurut mereka, mana mungkin perjalanan ke Syam lalu kembali lagi ke Mekah yang biasanya memerlukan waktu dua bulan, ditempuh  Rasulullah SAW hanya dalam waktu semalam? Bahkan kemudian ada sebagian orang yang murtad.

Namun sebaliknya, sikap berbeda ditunjukkan Abu Bakar ketika tanpa ragu memercayai kabar  yang beredar tentang apa yang dialami Rasulullah SAW tersebut. Saat orang-orang ingin mengetahui sikapnya terkait peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW, beliau menjawab, “Jika itu benar dari Rasulullah, maka yang lebih dari itu pun aku akan percaya.” Karena itu beliau dijuluki Ash Shiddiq artinya yang membenarkan.

Isra Miraj merupakan hadiah dari Allah SWT untuk Baginda Rasulullah SAW

Bayangkan jika saat ini kamu sedang menghadapi masalah yang sangat besar, yang membuat capek lahir batin. Lalu pada saat yang sama, harus kehilangan orang-orang yang kamu cintai dan selalu ada di samping kamu. Duh, nyesek banget kan?

Inilah yang dialami Rasulullah SAW beberapa waktu sebelum terjadinya peristiwa Isra Miraj. Saat Rasulullah SAW sedang menghadapi perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif, tiba-tiba Allah SWT memanggil istri tercinta, Siti Khadijah. Disusul kemudian dengan kepergian, Abu Thalib, sang paman yang merawat beliau sejak kedua orang tuanya meninggal, bahkan menjadi tameng dari orang-orang Quraisy yang memusuhinya.

Luar biasa kesedihan Rasulullah SAW pada waktu itu. Kehilangan dua orang kekasih dalam waktu hampir bersamaan, disaat persoalan besar sedang dihadapi. Maka sebagai penghormatan dan pelipur lara, Allah memberikan hadiah perjalanan Isra dan Miraj. Bisa dikatakan, ini sebagai wisata ruhani bagi beliau, kalau merujuk istilah trend zaman sekarang.

Demikian Sobat Takaiters beberapa poin inti mengenai Isra Miraj. Hal terpenting dari peristiwa ini bagi kita sekarang adalah bagaimana kita berusaha menjaga keistiqomahan dalam menunaikan sholat fardu lima waktu.