Tidak ada orang yang suka dengan pakaian bau. Selain mengeluarkan aroma yang tidak sedap, pakaian bau juga bisa jadi sarang kuman. Idih. Mending cepat-cepat dicuci, biar segar lagi.

Tapi tahukah kamu, mencuci pakaian ternyata bisa mencemari lautan loh!

Dilansir dari BBC, kebiasaan kita mencuci pakaian ternyata punya efek negatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Imogen Napper dan Profesor Richard Thompson dari Plymouth University, limbah hasil mencuci pakaian dapat menjadi sumber serat plastik mikro di lautan. Serat tersebut ditemukan di dalam ikan, sedimen laut dalam dan mengambang di permukaan laut. Ukurannya bahkan lebih tipis dari sehelai rambut!

“Tidak banyak orang yang tahu bahwa kebanyakan pakaian yang kita pakai saat ini terbuat dari plastik, polyester atau akrilik”, sebut Napper. Bahan-bahan tersebut merontokkan ribuan serat plastik setiap kali dicuci. Serat plastik tersebut masuk ke saluran pembuangan, selokan, lalu berakhir di lautan luas.

Jumlahnya juga tidak main-main. Penelitian ini mencatat bahwa dari rata-rata berat pakaian yang dicuci di Inggris (6 kg) menghasilkan 140.000 serat dari bahan campuran polyester-katun, hampir setengah juta serat dari bahan polyester dan lebih dari 700.000 serat dari bahan akrilik. Ingat, itu hanya dari 6 kg pakaian loh!

PILIHAN EDITOR

Beberapa penelitian sebenarnya sudah dilakukan untuk mencari bahan serat pakaian yang lebih baik. Beberapa di antaranya adalah lyocell (terbuat dari kayu), serat PLA (terbuat dari fermentasi sisa makanan) dan kulit buatan dari nanas. Akan tetapi, menurut Profesor Richard Blackburn dari University of Leeds, penelitian tersebut masih kurang diperhatikan. “Dengan kemajuan industri serat sintetis petrokimia, penelitian-penelitian soal ini tidak pernah jadi pusat perhatian”, sahutnya.

Eits, tunggu dulu. Walaupun penelitian tersebut berfokus pada produsen (pabrik), masih ada kok cara lain yang kita bisa lakukan untuk lingkungan.

“Adalah sebuah langkah yang baik bagi pemeliharaan lingkungan hidup jika kita membeli pakaian lebih sedikit, memakainya lebih lama dan tidak terlalu banyak membuangnya”, tutup Blackburn.

Tidak mau kan, makan ikan yang ada serat pakaian di dalamnya? Hii