Holla Takaiters,

Kamu tahu kain Ulos? Kain Ulos adalah kain khas dari Tanah Batak. Kain ini selalu dilibatkan dalam setiap acara atau perhelatan penting masyarakat Batak. Seperti dalam upacara kematian, kelahiran, pernikahan dan lain-lain. Kain ini bisa dikatakan juga sebagai kain “keramat” karena merupakan warisan yang turun temurun dari nenek moyang mereka.

Pada acara ngunduh mantu putri Presiden Jokowi yang menggunakan adat Mandailing tampak begitu mencolok pakaian adat Batak yang satu ini. Banyak tetamu yang memakai Kain Ulos menuai perhatian dari publik. Selain itu, banyak juga yang memuji akan keindahan kain khas asal Batak tersebut.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak, kain Ulos memiliki fungsi sebagai “kehangatan” yang bisa dipakai kapan saja dan dimana saja. Dalam kepercayaan masyarakat Batak, ada 3 hal yang mempengaruhi hidup manusia, yaitu darah, napas dan kehangatan. Kehangatan dimasukkan ke dalam unsur kehidupan karena pada zaman dahulu nenek moyang mereka tinggal di dataran tinggi yang cuacanya dingin hingga butuh kehangatan.

Dalam perkembangannya, Kain Ulos mengalami banyak modifikasi dan memiliki banyak variasi sesuai dengan jenis acaranya. Berikut adalah beberapa jenis ulos beserta makna dan fungsinya:

1. Ulos Antakantak

Ulos ini biasaya di pakai selendang oelh orang tua untuk melayat orang meninggal. Selain itu juga ulos ini sering dipakai sebagai kain yang dililit pada waktu acara manortor (menari).

2. Ulos Bintang Maratur

Ulos ini yang paling banyak digunakan pada acara adat Batak Toba. Di daerah Silindung, ulos ini diberikan kepada orang yang sedang bahagia atau bergembira karena baru memiliki rumah baru. Namun secara umum ulos ini digunakan sebagai hadiah orang tua pada anaknya yang tengah hamil 7 bulan atau kepada cucu yang baru lahir.

3. Ulos Mangiring

Biasanya digunakan sebagai selendang, talitali, juga diberikan kepada cucu, terutama cucu pertama yang memiliki makna pengharapan orang tua agar anak yang baru lahir kelak dapat diiringi kelahiran anak berikutnya.

4. Ulos Ragi Hotang

Ulos ini diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat. Ulos ini disebut juga Ulos Hela. Makna dari pemberian ulos ini adalah orang tua perempuan telah setuju putrinya dipersunting “Hela” atau menantu. Pemberian ulos hela ini selalu disertai dengan pemberian mandar hela (sarung menantu) yang artinya menantu tersebut tidak boleh bersikap seperti masih lajang, namun harus bersikap layaknya orang tua.

5. Ulos Suri-Suri Ganjang

Ulos digunakan sebagai hande-hande (selendang) pada waktu Margondang (Menari dengan alunan Musik Batak) dan dipakai juga pihak hulahula (orang tua dari pihak istri) untuk menggabei (memberikan berkat) kepada keturunannya. Oleh karenanya ulos ini disebut juga sebagai ulos gabegabe (berkat).

Dan masih banyak jenis ulos lainnya yang sangat menarik untuk dipelajari sebagai warisan bangsa yang patut dan harus dilestarikan, dicintai, dan diminati oleh generasi muda. Jangan sampai kekayaan budaya bangsa ini hilang karena tak diminati lagi oleh generasi muda yang sedang digempur dan dilenakan oleh Teknologi.