Kemerdekaan Indonesia menjadi sesuatu yang sangat membanggakan, pasalnya hal ini terlihat sangat mustahil jika dilihat dari sudut pandang penjajahan yang sangat sporadis. Belanda dan Jepang tidak heti-henti menduduki Indonesia sehingga kemerdekaan sangatlah tidak mungkin terjadi.

Tapi hal ini tidak berlaku oleh para pejuang. Mereka rela mengorbankan seluruh hidupnya demi kepentingan orang banyak, bahkan tak jarang ada yang melupakan jasa pahlawan kita. Salah satunya adalah perjuangan yang dilakukan oleh Sutan Ibrahim atau lebih dikenal dengan Tan Malaka.

Mungkin kita lebih mengenal Soekarno dan Hatta sebagai orang yang menentang antikolonialisme di Hindia Belanda. Tapi apakah ada yang menginspirasi Soekarno dan Hatta untuk melakukan hal ini? Tentu saja ada, beliau adalah Tan Malaka. Sungguh hebatnya Tan Malaka ya guys!

Kiprah dan pendidikan Tan Malaka

Tan Malaka merupakan pemuda yang sangat pintar di jaman penjajahan Belanda. Segala hal pernah dia capai mulai dari juara kelas, pandai bermain bola sampai menguasai bela diri pencak silat. Tampaknya hal ini membuat para penduduk di Minangkabau mendapatkan secerca harapan untuk merdeka. Cita-cita Tan Malaka untuk melanjutkan sekolah ke Belanda akhirnya dapat terwujud dengan bantuan dana dari para tetangga.

Pilihan Editor

Di Belanda, Tan Malaka bersekolah di Kweekschool, ia mengeyam pendidikan sebagai seorang guru. Setelah berada di Belanda Tan Malaka tidak hanya belajar mengenai keguruan saja. Dia belajar banyak mengenai filsafat ekonomi dan sosial sehingga melahirkan pemikiran yang cukup berlawanan dengan Indonesia pada waktu itu.

Perjuangan melawan Belanda tanpa henti

Setelah selesai melakukan studi di Belanda akhirnya Tan Malaka pulang ke Indonesia dan berencana membuat sekolah rakyat. Sebenarnya hal ini yang menginspirasi beliau untuk menentang imprealisme pasukan Belanda. Dengan didirikan sekolah rakyat dia melihat secara langsung tindakan Belanda terhadap buruh-buruh miskin di Indonesia yang tidak sempat mendapatkan pendidikan.

Perlawanan ini justru sudah menimbulkan kegaduhan di kubu Belanda. Sehingga Tan Malaka harus berani mengambil sikap atas tindakannya. Hal ini juga yang menyebabkan Tan Malaka harus diasingkan dan dibuang jauh-jauh dari para pendukungnya.

Perjuangan dalam pengasingan

Sederhananya orang ketika sudah terkena hukuman mungkin dia akan kapok dan tidak mengulanginya lagi. Berbeda dengan pejuang minang yang satu ini, Tan Malaka justru semakin gencar-gencaran menebarkan pahamnya ke seluruh Indonesia. Tapi sekarang perjuangan yang dilakukan tidak dalam bentuk fisik.

Perjuangan yang dilakukan sekarang berbentuk buku yang lalu kemudian di sebar luaskan. Banyak dari orang-orang yang beranggapan bahwa Soekarno muda sangat terinspirasi dari buku-buku yang beliau tulis. Salah satu buku yang menggambarkan tentang konsep republik Indonesia adalah naar de republiek Indonesia.

Sampai akhirnya Tan Malaka dituduh oleh pemerintahan Indonesia sebagai seorang pengkhianat atau kita lebih mengenal sebagai PKI. Tapi biar bagaimana pun dia merupakan sosok seorang pahlawan yang patut kita banggakan keberadaan nya.