Jahiliyah di Timur Indonesia. Mungkin kamu berpikir zaman jahiliyah itu hanya dahulu kala di Timur Tengah. Tetapi tidak seperti itu. Zaman jahiliyah bercirikan perang suku, mabuk-mabukan, dan perjudian telah mewarnai kehidupan masyarakat. Kamu bisa menyaksikan deretan ciri-ciri tersebut di Timika, Kab. Mimika, Papua.

Peperangan antar suku yang tak kunjung reda

3 fakta tersembunyi tentang papua
Foto: goodnewsfromindonesia.id

Peperangan yang terjadi cukup memakan korban dari suku yang bertikai dari tahun ke tahun. Perang bisa muncul ketika anggota dari satu suku terbunuh. Maka mereka akan menuntut balas dengan membunuh pada suku yang bersangkutan. Sehingga perang pun berlanjut dalam rentang waktu yang cukup lama. Kadang 1 sampai 3 bulan.

Suku-suku yang berperang bukan hanya dari Timika atau sekitar Papua, melainkan juga dari luar seperti suku Jawa, Bugis, Toraja, Manado, Key, Minang, Ambon, Dobo, dan sebagainya. Suku asli Timika hanya Amungme dan Kamoro, tetapi kedua suku ini juga sering berperang.

Bagaimana peran aparat keamanan? Polisi dan TNI hanya bisa menyaksikan dan melakukan upaya perdamaian secara kultural. Tetapi nampaknya perang di sini sudah menjadi tradisi, sehingga aparat kewalahan. Kesepakatan damai hanya bisa tercapai manakala PT. Freeport membayar kedua belah pihak dengan nominal yang fantastik yaitu berkisar 1.2 miliar atau lebih. Perdamaian ditandai dengan upacara bakar batu.

Masyarakat di sini baik pribumi maupun pendatang sudah tidak takut lagi. Berbicara soal bunuh membunuh adalah hal biasa bagi mereka. Kalau kamu punya nyali tinggi, yuk berkunjung ke Timika, ada salah satu taman termegah di dunia di sana, yaitu Kuala Kencana Mimika.

Mabuk-mabukkan menjadi kebiasaan lazim sehari-hari

3 fakta tersembunyi tentang papua
Foto: Grandyos Zafna

Masalah mabuk-mabukan merupakan pemandangan lazim sehari-hari. Setiap saat sebagian masyarakat Timika mengkonsumsi miras yang boleh dikatakan sebagai minuman air biasa yang rutin. Jenis miras yang terkenal adalah sopi yang biasa didatangkan dari daerah tetangga, Maluku. Tetapi masyarakat Papua hanya menyebutnya “sagero”. Miras jenis bir bintang, anggur terjual bebas di pasaran.

Pilihan Editor



Konflik-konflik yang mewarnai daerah ini kebanyakan dilatarbelakangi oleh miras. Sering juga para aparat keamanan melakukan razia terhadap barang selundupan di pelabuhan Pomako Timika saat menjelang Ramadan, Nata,l dan tahun baru. Tetapi upaya itu banyak yang kandas lantaran banyak juga oknum yang bercokol dengan barang haram binti nikmat tersebut.

Perjudian Timika dinobatkan sebagai bandar judi terbesar di Indonesia

3 fakta tersembunyi tentang papua
Foto: production.images.static6.com

Mengenai perjudian Timika dinobatkan secara sembunyi-sembunyi sebagai bandar judi terbesar di Indonesia. Baik itu togel, king, sabung ayam, dan sejenisnya. Judi dilarang bagi yang tidak punya mitra dengan aparat keamanan. Dan merupakan lahan pencarian hidup yang subur bagi masyarak dan sebagian oknum keamanan.

Kericuhan juga sering terjadi di arena perjudian king. Ada pepatah yang terkenal disini yaitu “masalah kecil bisa jadi besar”. Konflik antar orang perorang bisa menjadi urusan suku per suku untuk dirangkaikan. Tak heran bila daerah ini dijuluki arena unjuk kehebatan dan zona merah.

Gimana Takaiter? Bagi kamu yang mempunyai jiwa berani silakan datang ke Timika untuk berdakwah. Asal jangan lari ketakutan liat panah, ya.