Halo, Takaiters!

Pada hari Kamis malam, tanggal 29 November 2018 lalu, Lambaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lambaro Aceh Besar, mendadak rusuh. Pasalnya sebanyak 113 napi kabur dengan cara membobol jendela teralis dan pintu baja. Para penghuni lapas mencoba melarikan diri ketika salat Magrib magrib sedang berlangsung. Lapas tersebut di jaga oleh sekitar tujuh orang sipir yang sedang bertugas di Lapas Lambaro.

Menurut keterangan bapak Adek Kusmanto, Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkumham, ratusan tahanan yang kabur rata-rata adalah dengan latar belakang pidana, namun berapa jumlah pidana umum dan napi narkoba yang berhasil kabur dari lapas tersebut, nanti akan segera disampaikan.

Petugas gabungan Polda dan TNI Aceh melakukan pengejaran besar-besaran dengan menyusuri jejak para napi yang diduga merepakan jalur pelarian mereka. Dan pada hari Kamis tengah malam petugas gabungan yang melakukan pengejaran berhasil menangkap 22 orang dari 113 napi yang kabur.

Agar lebih jelas, yuk, simak fakta-fakta kaburnya ratusan napi dari Lapas Lambaro Aceh ini.

1. Kabur Saat Salat Magrib Digelar

Foto: pexels.com

Upaya kaburnya napi telah direncanakan dengan memanfaatkan waktu salat Magrib. Aceh adalah daerah yang sangat kental dengan nilai-nilai Islami dengan mayoritas warga muslim. Petugas memberi kesempatan bagi warga binaan untuk menunaikan salat berjamaah di masjid. Namun, ternyata kesempatan ini di salah gunakan oleh penghuni lapas. Disaat pelaksanana salat magrib, ada yang memanfaatkan momen tersebut dengan memprovokasi napi lain untuk melarikan diri dengan merusak pintu menggunakan alat barbel dan alat olahraga lainnya.

2. Jendela Teralis dan Jebol Pagar Baja

Foto: detikcom

Sebelum kejadian, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan Kasi Kamtib sempat melihat ada gelagat aneh di sana. Tiga warna binaan menggedor-gedor pagar ornamesh dengan barbel. Padahal ada tujuh sipir yang bertugas menjaga lapas saat itu. Ketika ada yang menegur, ketiga napi tersebut tidak menggubris sama sekali, mereka malah melakukan perlawanan dengan melempar batu.

3. Air Cabai Digunakan sebagai Senjata

Ilustrasi gambar: Bombastis.com

Perlawanan napi tidak berhenti sampai di situ. Mereka berlanjut dengan menyiram air cabe ke mata petugas. Kebayangkan, ya, Guys, gimana perihnya mata di siram air cabai? Tapi karena dirasa berhasil melukai petugas, ratusan napi merangsek masuk ke kantor Lapas yang dulu terbakar. Mereka menjebol jendela teralis dan melarikan diri.

4. 726 Napi Menghuni Lapas Ambaro Aceh

gambar ilustrasi: suryamalang.tribunnews.com

Tercatat ada sekitar 726 orang yang menghuni Lapas Kelas II A di Aceh Besar. Setelah 133 tahanan berhasil melarikan diri, kini napi yang tersisa hanya tinggal 613 orang saja. Beruntung, saat ratusan napi keluar Lapas, pelarian mereka terekam video. sehingga petugas bisa melacak jejak mereka. di rekaman video tersebut terlihat para napi berlari ke area persawahan dengan membawa senjata tajam.

5. 700 Tahanan di Jaga 7 Sipir

Gambar ilustrasi: m.timesindonesia.co.id

Jumlah sipir yang bertugas saat kejadian tersebut terbilang cukup sedikit, ya, Guys, sebab mereka harus menjaga tujuh ratusan warga binaan. Kondisi ini membuat pengawasan kepada tahanan sangat kurang maksimal. Sehingga hal ini menjadi sebuah peluang besar bagi para napi untuk melakukan provokasi terhadap penghuni lain untuk melarikan diri.