Hai, Takaiters!

Selama ini kita menganggap sebutan tuli bermakna negatif, sedangkan panggilan tunarungu terdengar lebih baik dan sopan. Faktanya, mereka yang merupakan kaum disabilitas ini justru lebih suka dipanggil tuli daripada tunarungu, lho, Guys.

Salah satu penyandang disabilitas tuli bernama Surya Sahetapy menjelaskan bahwa tunarungu berhubungan dengan perspektif medis yang bisa diperbaiki. Tunarungu bisa dibantu dengan alat pendengar supaya bisa mendengar. Berbeda dengan tuli. Tuli adalah perspektif sosial budaya, mereka tidak bisa mendengar dan berkomunikasi seperti orang lain pada umumnya. Tuli menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupannya dan mereka punya kemampuan yang sama seperti kita namun kebutuhannya saja yang berbeda.

Surya Sahetapy yang bernama lengkap Panji Surya Putra Sahetapy ini merupakan putra ketiga dari pasangan artis Dewi Yull dan aktor Ray Sahetapy.  Dia tidak menjadikan keterbatasan yang dimilikinya sebagai halangan untuk berprestasi. Justru Surya sangat aktif memperjuangkan hak orang tuli, mengajarkan bahasa isyarat dan menjadi wakil Indonesia dalam berbagai kompetisi dan kongres dunia. Luar biasa banget, ya, Guys.

Buat kamu yang belum tahu apa saja prestasi yang telah diraih oleh Surya, simak ulasannya, ya!

Surya Sahetapy pernah magang di kantor Gubernur Jakarta dan membantu pemprov DKI memberikan pelayanan dan perhatian khusus bagi kaum disabilitas tuli

Foto: kompasiana.com

Pria tampan yang lahir pada 21 Desember 1993 ini juga pernah magang di kantor Gubernur Jakarta, lho. Dia ditempatkan di bagian staf magang pengawalan transparansi anggaran pada tahun 2015 hingga 2016 ketika Basuki Thahaja Purnama menjabat.

Belum lama ini, Surya juga diundang ke Balai Kota DKI Jakarta dan berbincang dengan Gubernur Anies Baswedan untuk membahas langkah pemprov DKI dalam memberikan pelayanan serta perhatian khusus bagi kaum disabilitas tuli. Surya benar-benar giat dalam kegiatan sosial semacam ini dan terbukti banyak sekali langkah yang diambilnya demi memperjuangkan hak orang tuli. Kali ini, PUSBINDO yang merupakan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia pun akhirnya bisa berkolaborasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan mulai memfasilitasi kebutuhan kaum disabilitas termasuk dengan membuka Kelas Bahasa Isyarat di Balaikota dalam waktu dekat.

Menjadi kaum disabilitas tuli tentu tidak mudah, Surya pun berjuang menyelesaikan pendidikannya mulai dari SLB hingga sekolah umum

Surya Sahetapy
Foto: hipwee.com

Penggemar klub Chelsea ini menjalani jenjang pendidikannya mulai dari TK dan SD di Sekolah Luar Biasa, sedangkan saat SMP, Surya mencoba masuk di sekolah umum yang nyatanya menjadikannya amat terasing. Guru SMP yang sering berganti membuat Surya sulit memahami dan menyesuaikan diri. Dia kesulitan membaca gerakan bibir dari guru setiap mata pelajarannya. Bersyukurnya saat SMA dia memutuskan melanjutkan pendidikan homeshooling dan itu memberikan peluang besar baginya untuk bergabung dalam berbagai komunitas orang tuli.

Menurut Surya, pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya memfasilitasi kegiatan belajar bagi kaum disabilitas tuli. Hal ini yang akhirnya menggerakkan hatinya untuk aktif dan menjadi aktivis orang tuli demi membantu sesama penyandang disabilitas tuli seperti dirinya.

Pilihan Editor



Tidak hanya menjadi aktivis, Surya juga menjadi wakil Indonesia dalam berbagai kompetisi dan kongres dunia, lho

Surya Sahetapy
Foto: instagram.com/suryasahetapy

Pada tahun 2016 silam, Surya Sahetapy ditunjuk sebagai delegasi tuli mewakili Indonesia dan berkesempatan mengunjungi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa di Amerika Serikat. Dia pun merasa beruntung karena bisa mengunjungi NASA dan bertemu dengan 15  orang tuli yang bekerja di sana. Surya merasa bahwa 4 dari 15 orang tersebut benar-benar berhasil menginspirasinya dan dia berharap Indonesia bisa membuka akses bahasa isyarat bagi orang tuli sehingga mereka pun bisa meraih mimpi yang sama seperti orang lain pada umumnya.

Tidak hanya itu, Surya juga berhasil mewakili ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus Indonesia dalam Global IT fot Youth with Disabilities di Bangkok, Thailand pada 2013 silam. Dia pun pernah berjumpa dengan Ratu Elizabeth II serta Prince Philip mewakili penyandang tuna rungu dari Indonesia.

Surya juga pernah mengunjungi Gedung Putih AS dan bertemu dengan salah satu staf Obama yang kebetulan penyandang disabilitas tuli. Itu menjadi inspirasi juga baginya, jika orang lain bisa, kenapa dia tidak?

Surya Sahetapy aktif memperjuangkan hak orang tuli dalam Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) serta aktif mengkampanyekan Bisindo sebagai bahasa isyarat bagi orang tuli dan berharap bisa digunakan juga di sekolah-sekolah

Surya Sahetapy
Foto: instagram.com/suryasahetapy

Sejak masuk SMA homeshooling, Surya telah aktif dalam berbagai organisasi tuli, termasuk GERKATIN. Dia bersama GERKATIN sangat berharap Bisindo atau bahasa isyarat Indonesia bisa dipakai menggantikan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Keduanya sangat berbeda, lho, Guys. Jika SIBI dibuat oleh mereka yang mendengar tanpa melibatkan orang tuli, berbeda dengan Bisindo yang dibuat dan dikembangkan justru oleh orang tuli sehingga lebih mudah dipahami oleh yang membutuhkan.

Surya merasa sekolah-sekolah di Indonesia yang menggunakan SIBI jadi kurang efektif mengingat SIBI kurang aplikatif dan menghambat komunikasi bagi disabilitas tuli. Surya merasa rasa percaya dirinya tumbuh karena adanya Bisindo. Meski Bisindo belum diakui sebagai bahasa isyarat tunarungu di Indonesia, tetapi sampai sekarang sudah ada beberapa sekolah yang mulai mengaplikasikannya. Lebih menggembirakan lagi, Bisindo juga telah menjadi kurikulum di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, lho, Guys.

Hingga kini Surya masih terus bersemangat mengkampanyekan Bisindo di akun sosial medianya. Pertemuannya dengan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan kemarin membawa angin segar karena rupanya pemerintah juga peduli akan hal ini dan mulai mengambil langkah aktif ke depannya. Satu langkah kecil yang mulai diterapkan oleh Pemprov DKI dimulai sejak lebaran tahun ini di mana Gubernur Anies Baswedan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri dalam bahasa isyarat yang ditujukan supaya semua orang turut merasakan apa yang dirasakan oleh disabilitas tuli.

Perkembangan yang sungguh sangat membanggakan, ya, Guys. Itulah sedikit gambaran dari prestasi dan perjuangan Surya Sahetapy yang lebih senang disebut tuli daripada tunarungu. Mulai sekarang kita pun harus peka dengan lingkungan sekitar, Guys. Orang berkebutuhan khusus seperti penyandang disabilitas tuli ini sebenarnya punya kesempatan yang sama seperti orang normal pada umumnya. Mereka punya hak akses pendidikan serta pekerjaan yang sama seperti yang lain hanya saja kebutuhan mereka saja yang berbeda. Yuk, Guys, mulai peka dengan keadaan di sekitar kamu!