Berawal dari pertemuan kita didepan kampus membuat kita saling berjabatan tangan dan memperkenalkan diri kita masing-masing. Bersejarah sedikit tentang siapa, darimana, dan mengapa kita berada disini. Disanalah awal kita dipertemukan. Kita mulai akrab ketika dipertemukan dalam ruangan dan kelas yang sama.

Waktu terus berlalu, pertemanan ini semakin akrab hingga melebihi ikatan saudara. Saling pengertian dan percaya adalah hal yang paling penting dalam menjalin persahabatan ini. Kepedulian diantara kita semakin membuat kita yakin akan adanya persahabatan sejati. Tak menghitung materi, tak menghitung jerih payah, semua dilakukan dengan ikhlas demi kebaikan bersama. Sedih, susah tanggung bersama, tidak ada kata egoistis diantara kita.

Kita saling berbagi rasa tentang apa saja. Bertukar cerita dari pagi hingga petang demi melegakan beban di hati sering kalian jalani. Pun bahu membahu untuk mengurai masalah yang kadang membelit dengan erat.

Pilihan Editor

Wahai sahabatku, masih ingatkah kita suka bercanda bersama, ya walaupun kadang-kadang itu menjengkelkan. Banyak hal yang kita lalui bersama, namun sekarang banyak hal pula harus dikenang sampai meneteskan air mata. Taukah kau sahabatku, aku disini merindukanmu, aku merindukan semua tentangmu, rindu menghabiskan waktu bersamamu.

Sekarang semuanya terasa berubah ketika kau mulai mengenal cinta dan sedang sibuk-sibuknya jatuh hati, kau mudah lupa pada segala jerih payah sahabatmu sendiri. Tanpa disadari kau menitik beratkan pasangan yang baru kau punya, daripada sahabat yang telah menemanimu sekian lama.

Apakah aku terlalu berlebihan sebagai seorang sahabat, aku tak tahu. Yang jelas tak adil rasanya jika sekarang kau beringsut menjauh hanya karena lebih ingin menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati. Kau tak bisa menggusur begitu saja porsi sahabat dari hidupmu dan menggantinya dengan tempat baru bagi sang kekasih. Berlaku adillah dengan para sahabatmu dengan tidak mengabaikan mereka begitu saja.

Aku berharap suatu saat nanti kau tidak meninggalkanku hanya karena cinta, semoga kata-kata ini bisa kau tanamkan di rongga kepala. Biarlah maut yang memisahkan kita wahai sahabatku.

Walaupun kau lebih menitik beratkan waktumu kepada kekasih pujaanmu, rasa kepedulian ini masih saja melengket walaupun kau tak mengingatku. Jadi aku sangat berterimakasih, semoga ini menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan kita.