Holla Takaiters!

Guys, tanpa sadar kita sering memandang sebelah mata terhadap penyandang difabel. Dengan adanya kekurangan fisik yang dimiliki, stigma negatif sering menghampiri mereka. Sulit sekali bagi mereka untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang setara. Tidak mudah untuk mengubah mindset masyarakat terhadap kemampuan seorang difabel. Padahal tak sedikit dari teman-teman deaf  kita yang memiliki keahlian.

Sudah selayaknya mereka mendapatkan kesempatan. Seperti yang dilakukan oleh sosok-sosok berhati mulia berikut ini, dengan cara mendirikan kafe untuk membuka lapangan pekerjaan bagi kaum difabel. Yuk, kita ulik kafenya:

Kafe Mbok Kom

Kafe Karyawan Difabel
Foto : kabarsiar.id

Adalah seorang pemuda penyandang difabel bernama M. Shobik yang berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan bagi sesama deaf agar martabat hidupnya terangkat. Kafe ini diresmikan pada Oktober 2017.

Nama kafe yang berada di Jalan Ketintang Madya 50, Surabaya ini terinspirasi dari nama sang ibu, Komsah. Demikian pula dengan hidangan yang disajikan, juga terinspirasi dari masakan rumahan ibunda.

Deaf Cafe Fingertalk

Kafe Karyawan Difabel
Foto : pegipegi.com

Kafe ini berada di Jalan Pinang 37, Pamulang Tangerang Selatan. Didirikan oleh seorang relawan, Dissa Syakina Ahdanisa pada Mei 2015. Perempuan muda itu terinspirasi dari sebuah kafe difabel di Nigeria saat bertugas di negara tersebut.

Kafe ini seluruh karyawannya adalah penyandang tuna rungu. Nama finger talk tercetus dari gaya  bahasa isyarat kaum difabel yang menggunakan jari. Karyawan juga dibekali dengan ketrampilan yang hasilnya dijual kepada pengunjung.

Tujuan Dissa mendirikan kafe ini adalah agar kaum difabel dapat pekerjaan yang layak serta dapat membaur dengan masyarakat. Luar biasa Guys, sukses dengan bisnis kafe ini tidak membuatnya berhenti. Usahanya meluas dengan dibukanya car wash di Jalan Cinere  yang seluruh pekerjanya juga penyandang tuna rungu.

Pilihan Editor



De las Sonrisas

Kafe Karyawan Difabel
Foto : amazonaws.com

Kafe di Nigeria inilah yang menginsprasi munculnya Deaf Cafe Fingertalk. Kafe ini digagas oleh Antonio Prieto Bunuel, yang merasa prihatin karena 99% penyandang difabel di Nikaragua adalah pengangguran.

Antonio kemudian menyewa sebuah toko untuk dirombak menjadi sebuah kafe. Harapannya agar semakin banyak pihak yang terinspirasi memberi kesempatan bagi kaum difabel.

Bubble Cafe & Gallery

Kafe Karyawan Difabel
Foto : detik.net.id

Lokasi kafe ini terletak di Jalan Raya Cilegon, Serang. Penggagasnya adalah Christiana Young pada September 2017 silam. Ibu ini adalah pemilik dari sebuah sekolah luar biasa Yayasan Anak Mandiri. Seluruh karyawannya berasal dari yayasan yang dipimpinnya, meski tak menutup kesempatan juga untuk yayasan lain. Perlu diketahui, 2.5% dari penghasilan kafe ini didonasikan untuk kepentingan sosial, seperti pengadaan kursi roda, alat bantu dengar, dan sejenisnya.

Guys … sesungguhnya kaum difabel tidak ingin terlahir dengan kondisi yang demikian. Mereka tentu berharap diperlakukan layaknya orang yang terlahir normal.

Sudah sepantasnya kita acungi jempol atas apa yang dilakukan oleh sosok-sosok berhati mulia di atas. Salut!