Memang sejak zaman dahulu, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk. Hal ini terlihat dari semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Kemajemukan yang ada ini terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa.

Nah, berbicara tentang suku, di Pulau Sumatera terdapat salah satu suku minoritas yang mendominasi wilayah hutan di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Suku tersebut adalah Suku Kubu atau biasa juga disebut Suku Anak Dalam atau Orang Rimba. Mereka yang mayoritas hidup di Provinsi Jambi diperkirakan populasinya sekitar 200.000 orang.

Sejarah Suku Anak Dalam

kehidupan suku anak dalam
Suku Anak Dalam Jambi (Foto : klimg.com)

Menurut tradisi lisan masyarakat Air Hitam, Jambi, Suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Kemudian mereka dinamakan Moyang Segayo. Sumber lain juga menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung yang mengungsi ke Jambi. Hal ini diperkuat dengan kenyataan adat Suku Anak Dalam yang mempunyai kesamaan bahasa, adat dan sistem kekerabatan dengan Suku Minangkabau. Masih banyak sumber lain yang membahas tentang sejarah asal usul Suku Anak Dalam ini seperti pendapat Muchlas dan Disertasi Muntholib Soetomo.

PILIHAN EDITOR

Penyebutan Terhadap Suku Anak Dalam

kehidupan suku anak dalam
Suku Anak Dalam (Foto : geotour.id)

Orang melayu menyebut Suku Anak Dalam dengan sebutan Kubu, sedangkan Suku Anak Dalam itu sendiri menyebut dirinya dengan Orang Rimba. Lain halnya dengan Pemerintah, melalui Departemen Sosial mereka memberikan Suku yang tinggal di Jambi ini dengan sebutan Suku Anak Dalam. Anak Dalam memiliki makna orang terbelakang yang tinggal di pedalaman. Karena itulah dalam perspektif pemerintah mereka harus dimodernisasikan dengan mengeluarkan mereka dari  hutan dan dimukimkan melalui program Pemukiman Kembali Masyarakat Terasing (PMKT).

Adat Istiadat Suku Anak Dalam

kehidupan suku anak dalam
Kehidupan Suku Anak Dalam (Foto : geotour.id)

Dalam kehidupan sehari-hari, Suku Anak Dalam diatur dengan aturan, norma dan adat istiadat yang berlaku sesuai dengan budayanya. Dalam lingkungan kehidupan mereka, dikenal juga istilah kelompok keluarga dan kekerabatan seperti keluarga kecil dan keluarga besar. Keluarga kecil terdiri dari suami istri serta anak yang belum menikah. Sedangkan keluarga besar terdiri dari beberapa keluarga kecil yang berasal dari pihak kerabat istri.

Anak laki-laki yang sudah kawin harus bertempat tinggal di lingkungan kerabat istrinya. Mereka merupakan satu kesatuan sosial dan tinggal dalam satu lingkungan pekarangan. Setiap keluarga kecil tinggal di pondok masing-masing secara berdekatan, yaitu sekitar dua atau tiga pondok dalam satu kelompok.

Wilayah Pemukiman Suku Anak Dalam

kehidupan suku anak dalam
Kehidupan yang berpndah-pindah (Foto : Geotour.id)

Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara berpindah-pindah dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu.

Pembagian Kelompok Orang Rimba

kehidupan suku anak dalam
Kelompok Suku Anak Dalam (Foto : indonesia.go.id)

Penyebutan Orang Rimba merupakan sebutan paling proposional dan objektif karena didasarkan kepada konsep Orang Rimba itu sendiri dalam menyebut dirinya. Orang Rimba itu sendiri dibagi menjadi tiga kelompok diantaranya kelompok yang lahir dan tinggal di hutan, kelompok yang sejak lahir tinggal di kawasan perkebunan sawit dan Hutan Taman Nasional Industri (HTI), kelompok yang sudah membaur dan tinggal di kawasan pedesaan bersama warga lain pada umumnya.

Cara Mereka Bertahan Hidup

kehidupan suku anak dalam
Menangkap ikan adalah salah satu cara bertahan hidup (Foto : geotour.id)

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, Suku ini melakukan kegiatan berburu atau meramu, menangkap ikan, dan memanfaatkan buah-buahan yang ada di dalam hutan. Namun, dengan adanya perkembangan zaman dan akulturasi budaya dari luar, kini beberapa penduduk telah mulai mengenal pengetahuan tentang pertanian dan perkebunan.

Sistem Kepercayaan Suku Anak Dalam

kehidupan suku anak dalam
Suku Anak Dalam (Foto : okezone.com)

Sistem kepercayaan yang di anut oleh Suku Anak Dalam ini sudah mulai beragam. Mayoritas mereka menganut kepercayaan Animisme. Ada juga beberapa kelompok keluarga yang pindah ke agama Islam dan Kristen.

Itulah penjelasan tentang salah satu suku minoritas yang mendominasi wilayah hutan di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Semoga artikel ini bermanfaat ya 😀