Heiyo, Takaiters!

Jam setelah istirahat makan siang, kerap kali jadi waktu yang sangat krusial. Pasalnya, tidur siang adalah saat-saat yang menggoda. Antara takut buang-buang waktu produktif, banyak juga orang yang beralasan jika mereka tidak terbiasa untuk tidur siang. Apakah kamu juga begitu, Takaiters? Padahal nih, tidur di siang hari bisa ngasih tubuh kita banyak manfaat, lho!

Memang sih, tidur siang acap kali dianggap sebagai sesuatu yang identik dengan kemalasan. Ya, tidur siang masih sering kali diahadapkan pada satu titik stigma yang akan menjuluki orang-orang yang tidur siang adalah orang pemalas.

Namun, pikiran semacam itu tampaknya perlu disingkirkan. Tidur siang justru membantu produktivitas seseorang. Jadi, bukan cuma sekadar baik buat kesehatan tubuh aja ya, Takaiters.

1. Spanyol Punya Tradisi Tidur Siang ‘Siesta’

Tradisi Tidur 'Siesta' Siang di Spanyol
Foto: Unsplash/Gregory Pappas

Karena di balik stigma negatif tidur siang terdapat manfaat yang justru baik, Takaiters tak perlu risau lagi untuk mencoba membiasakan diri mengambil sedikit waktu istirahat siang untuk tidur. Ya, tentunya jangan sampai kebablasan juga. Cukup ambil waktu sebentar saja tidur siang. Enggak mau kan, kita jadi mendadak insomnia (susah tidur) pas di malam harinya?

Bicara soal tidur siang, tentu menarik kalau kita ngebahas kebiasaan orang-orang Spanyol akan hal ini. Masyarakat Spanyol bahkan sudah mentradisikan waktu siang hari hanya untuk beristirahat dan tidur. Enggak heran juga kalau tidur siang adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di negeri matador tersebut.

Di sana, tidur di siang hari disebut dengan nama “siesta”. Dalam bahasa Spanyol, siesta berarti tidur sebentar. Tradisi masyarakat Spanyol ini sendiri dimulai selama tiga jam setelah jam makan siang. Dan, orang-orang Spanyol bakalan nyempetin waktunya untuk melakukan siesta di jam-jam tersebut.

2. Jam Kerja Terbagi Dua Bagian

Business, Deal, Laptop, Working, Networking
Foto: Pixabay

Berkat ‘status’ tradisi itu juga; rata-rata toko, atau tempat-tempat umum lainnya di Spanyol akan ditutup sepanjang waktu siesta mulai. Kalau Takaiters kebetulan melancong ke Spanyol, jangan heran kalau di sana bakalan terlihat sepi setelah jam istirahat makan siang.

Pukul dua siang sampai lima sore adalah waktu istirahat siang orang-orang. Masyarakat Spanyol akan menyelipkan siesta selama 15-30 menit di sela-sela tiga jam istirahat siang tersebut berlangsung. Lama waktu tidur siang ala orang Spanyol itu cukup ideal berdasarkan studi kesehatan, lho!

Selain itu, selama waktu istirahat siang di sana berlangsung para pekerja bisa beristirahat sebelum akhirnya beraktivitas lagi di sore hari. Sehingga secara tradisi, jam kerja produktif di Spanyol dibagi menjadi dua bagian terpisah. Orang-orang akan bekerja dari jam sembilan pagi hingga jam dua siang, kemudian beraktivitas kembali setelah istirahat siang—termasuk siesta—usai di jam lima sore, sampai malam hari.

3. Siesta, Wujud Tidur Siang Ideal

Siesta, Tradisi Tidur Siang Ideal di Spanyol
Foto: Pixabay

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa rata-rata orang yang teratur melakukan siesta dapat menurunkan resiko penyakit jantung.

Studi yang dilakukan pada tahun 2007 tersebut menyebut bahwa tidur siang dengan pola waktu siesta mempunyai manfaat, terutama dalam memulihkan energi tubuh, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Enggak cuma itu lho, Takaiters. Karena konsentrasi meningkat, tidur siang juga bisa menurunkan kecenderungan kita untuk melakukan kesalahan atau mengalami kecelakaan kerja. Saking banyak manfaatnya yang terbukti, stigma “pemalas” yang menempel pada aktivitas tidur siang bisa jadi salah kaprah. Asalkan, jangka waktu tidur siangnya tidak berlebihan juga lho, ya!

4. Perlahan Pudar Akibat Pola Perubahan

Siesta, Tidur Siang ala Orang Spanyol
Foto: Unsplash/Kuo-Chiao Lin

Namun, tradisi siesta di Spayol nampaknya mulai pudar perlahan seiring perubahan pola sosial warga, terutama yang berada di wilayah perkotaan. Spain’s National Association of Friends of the Siesta menilai bahwa tradisi tersebut sudah mulai asing karena perubahan pola hidup sebagian banyak orang-orang Spanyol akhir-akhir ini.

Akibat perubahan mobilitas gaya hidup warganya, kini makin sedikit warga di Spanyol yang memiliki kesempatan untuk istirahat di siang hari. Sebuah survei dari Simple Lógica, salah satu lembaga survey dari Spanyol menyebutkan bahwa 57,9 persen orang Spanyol tidak pernah lagi melakukan tradisi tidur siang mereka, siesta.

Melihat situasi tersebut, beberapa pihak yang perduli dengan kelestarian tradisi tidur siang itu sudah mulai melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah tersedianya kapsul tidur di beberapa tempat umum untuk warga yang ingin mengambil kesempatan tidur siang di sela-sela kesibukan mereka.

Sayang banget kan, kalau tradisi ini lama-kelamaan bisa punah. Padahal, siesta merukapan salah satu citra yang melekat bagi Spanyol.

Kapan-kapan sempetnya, kita juga bisa nih nerapin tidur siang ala orang Spanyol ini. Tapi inget, bukan berarti mesti pindah status kewarganegaraan loh, ya! Takaiters cukup lihat manfaatnya saja kok.