Hai, Takaiters!

Beberapa waktu lalu warga Mojokerto, Jawa Timur, dihebohkan dengan ditemukannya ikan Arapaima Gigas di perairan sungai Brantas. Setelah diusut rupanya ikan-ikan tersebut dilepaskan oleh seorang warga Mojokerto. Hal ini diketahui dari sebuah unggahan video di sosial media. Tidak ingin kecolongan, pemerintah segera bertindak dengan berusaha menangkap dan mengeluarkan ikan Arapaima tersebut dari perairan sungai Brantas.

Kenapa ikan Arapaima Gigas tidak dibiarkan saja berada di perairan sungai Brantas? Berikut ini fakta yang harus Takaiters ketahui tentang ikan yang menggemparkan warga Mojokerto dan sekitarnya itu.

1. Bukan ikan asli Indonesia

Ikan-Arapaima-Gigas
Foto: shutterstock

Meskipun sekilas nampak seperti ikan arwana, rupanya ikan ini bukan ikan asli dari Indonesia. Ikan yang bisa mencapai panjang 3 hingga 4 meter ini berasal dari Brazil. Arapaima Gigas banyak dijumpai di sepanjang daerah aliran sungai Amazon. Tidak mengherankan, jika ikan yang di tempat asalnya disebut pirarucu ini juga banyak ditemukan di negara Kolombia, Guyana, Peru, ekuador, dan negara yang dilewati sungai Amazon lainnya.

2. Merupakan hewan karnivora

Ikan-Arapaima-Gigas
Foto: videoblocks.com

Inilah salah satu alasan kenapa ikan Arapaima Gigas masuk dalam kategori ikan berbahaya. Ikan pemakan daging ini menjadi predator yang akan memangsa ikan-ikan yang berukuran lebih kecil. Jika dibiarkan berkembang biak di perairan Indonesia, ikan monster ini akan sangat membahayakan populasi ikan-ikan lokal.

3. Bisa dimakan

Ikan-Arapaima-Gigas
Foto: liputan6.com

Rupanya ikan raksasa yang meresahkan warga ini dapat dikonsumsi loh, Guys. Selain himbauan untuk segera ditangkap dan dikeluarkan dari perairan Indonesia, Dr. Haryono yang merupakan seorang peneliti iktiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, menyatakan ikan ini dapat dikonsumsi manusia. Bahkan di tempat asalnya, ikan ini juga dimakan oleh penduduk setempat.

4. Masuk dalam kategori ikan yang dilarang masuk ke Indonesia

Arapaima gigas heboh
Foto: wartaekonomi.co.id

Di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 menyebutkan tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia. Dalam pasal 2 dijelaskan bahwa setiap orang dilarang memasukkan ikan berbahaya dari luar negeri. Setidaknya ada 153 jenis ikan berbahaya dari luar negeri yang dilarang masuk Indonesia, diantaranya adalah ikan Arapaima, Aligator, Tiger Fish, Piranha dan Ikan Sapu-Sapu.

Bagi para pecinta ikan, pedagang ikang hias dan petani yang membudidayakan ikan hias, wajib memperhatikan peraturan diatas. Selain itu, para pedagang ikan juga wajib mematuhi peraturan tersebut, jika tidak ingin dikenai sanksi.

Ternyata dibalik pesona ikan Arapaima Gigas, tersimpan bahaya jika tidak ditangani sebagaimana mestinya ya, Guys. Mulai sekarang, kita harus lebih waspada ya jika ingin memelihara ikan hias.