Hallo, Takaiters!

Takaiters masih ingatkan kapan peringatan Hari Pendidikan Nasional? Semoga Takaiters masih ingat tanggalnya, ya. Yups betul, tanggal 2 Mei. Setiap tanggal ini, Indonesia memperingati hari bersejarah tersebut. Walaupun tidak dijadikan tanggal merah atau libur Nasional, semoga kita sebagai anak bangsa tidak melupakan sejarahnya, ya, Takaiters.

Hari Pendidikan Nasional ditetapkan sebagai bentuk penghargaan pada jasa besar seorang pejuang pendidikan sekaligus perintis kemerdekaan RI, yaitu Ki Hajar Dewantara. Di awal Indonesia merdeka, beliau pernah menjabat sebagai menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, yang sekarang disingkat menjadi Diknas, ya. Setelah beliau wafat pada tanggal 26 April 1959, hari lahirnya tanggal 2 Mei, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Terlahir dengan nama RM. Suwandi Suryaningrat, Ki Hajar Dewantara lahir dari keturunan ningrat yang tinggal di istana Pura Pakualam. Ayahnya adalah Pangeran Sasraningrat, Putra dari Pakualam 3.

Pendidikan sekolah yang ia lalui di zaman penjajahan Belanda berjalan dengan lancar, karena kedudukannya sebagai putra bangsawan membuatnya memiliki ijazah ELS (Europesche Lagere School)-SD. Lalu masuk ke Kweekschool (Sekolah Guru) dan melanjutkan ke sekolah tinggi pendidikan dokter, STOVIA (School tot Opleiding Van Indlansche Aartsen) tahun 1903-1909.

Namun, pendidikannya di STOVIA harus berhenti sebelum waktunya, karena Suwardi muda terbentur masalah biaya. Akhirnya ia pun memilih keluar dan bekerja.

Dalam masa bekerjanya, ia berkenalan dengan Setiabudi yang punya nama asli, DR. E.F.F. Douwes Dekker dan H.O.S. Cokroaminoto melalui kegiatan menulisnya di beberapa surat kabar yang sebagiannya adalah milik Setiabudi (De Express dan Utusan Hindia). Sampai pada akhirnya tiga sekawan ini mendirikan sebuah partai yang bernama Indische Partij.

Indische Partij merupakan sebuah partai yang melahirkan gagasan-gagasan penting untuk kemerdekaan Indonesia. Suara-suara anti-Belanda mereka tuangkan dalam majalah rintisannya yang bernama Hindia Putra (Putra Indonesia).

Pilihan Editor



Semua gerakan Suwardi muda membuat orang kolonial murka, lalu ia dibuang ke Belanda pada tahun 1913. Pada  tahun 1919, ia dikembalikan lagi ke Indonesia, dan ia mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922. Dari sekolah inilah awal mula namanya menjadi Ki Hajar Dewantara.

Karena sikapnya yang anti-Belanda, membuat sekolah Taman Siswa termasuk list sekolah yang selalu diawasi pihak Belanda. Pada zaman penjajahan Jepang tahun 1943, Taman Dewasa (SMP) sempat diberhentikan.

Namun begitu, Ki Hajar Dewantara terus berjuang demi pendidikan dan kemerdekaan Negara ini bersama para sahabatnya yaitu; K.H. Mas Mansyur, Bung Karno, dan Bung Hatta. Melalui organisasi Pusat Tenaga Rakyat( PUTERA), hingga akhirnya perjuangan mereka berbuah kemerdekaan.

Oleh karena jasanya yang sangat besar pada Bangsa ini, terutama dalam bidang pendidikan, maka, tanggal lahirnya dijadikan Hari Pendidikan Nasional, hingga sekarang. Semua amal baik dan ilmu yang diajarkan pada murid-muridnya, telah menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir walaupun beliau sudah tiada.

Mudah-mudahan Takaiters semua sebagai anak Bangsa, bisa mewarisi semangat juangnya dalam ilmu pendidikan. Jadikan Hari Pendidikan Nasional, sebagai tonggak sejarah perjuanganmu yang tak perlu lagi dibarengi rasa was-was, rasa takut pada tekanan dan tindasan.

Mari berilmu, berkarya, dan menyebarkannya pada sesama. Karena ilmu yang diajarkan atau dibagikan pada orang lain tidak akan pernah habis. Alih-alih habis, justru akan bertambah luas dan kaya.

Oke, Takaiters, selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional yang ke 58, ya.