Hai, Takaiters!

Mencintai adalah fitrah manusia. Setiap jiwa memiliki rasa ingin mencintai dan dicintai. Bagaimana agar fitrah cinta itu tetap berada di jalur yang benar, itu yang harus diperhatikan.

Masa remaja adalah saat di mana anak kita mulai mengenal cinta. Interaksi dan pengaruah lingkungan memungkinkan mereka mengalami saat-saat di mana ada debar tak biasa dalam hati mereka. Saat kematangan berpikir semakin berkembang, ketertarikan terhadap lawan jenis adalah hal yang lumrah. Namun demikian, sebagai orang tua, kita harus mengarahkan agar cinta itu tidak berbuah petaka.

Bila anak kita telanjur jatuh cinta, adalah tidak bijak bila kita langsung memarahi, apalagi menghujat. Tapi juga tidak berarti membiarkan mereka mengekspresikan rasa cinta mereka sebebas-bebasnya.

Lantas bagaimana kita menyikapinya??

1. Tanamkan di hati mereka cinta kepada Allah, sebagai rasa cinta tertinggi

Foto: camu.whitehands.info

Jangan pernah lelah menancapkan nilai-nilai agama di hati dan pikiran mereka, karena umumnya anak remaja masih berjiwa labil. Cinta kepada Allah akan memunculkan rasa takut bila melanggar aturan-Nya.

2. Siapkan waktu, telinga, dan hati yang luas untuk mendengarkan curahan hati mereka

Foto: crosswinds.org

Meskipun tidak semua anak mau curhat kepada orang tua tapi berusahalah memahami bagaimanapun caranya. Bisa dengan bahasa tubuh maupun bahasa rasa.

3. Cari Tahu Apa Alasan Mencintai

Foto: cdc.gov

Bila karena ketertarikan fisik, kesamaan hobi, atau kedekatan semata, maka jelaskan secara perlahan bahwa semua itu bisa hilang ditelan waktu.

4. Biarlah mereka secara alami merasakan degup-degup indah tanda hadirnya cinta di hati

Foto: pexels.com

Tak perlu memarahi dengan meminta mereka menghilangkan rasa itu. Ibarat api yang dipadamkan seketika, akan muncul kobaran api raksasa yang nembutuhkan lebih banyak energi untuk memadamkannya. Demikian pula cinta. Bila dipadamkan paksa dan tiba-tiba, maka akan menjadi semakin berkobar melalap ruang kesadaran.

5. Dukung Anak agar Melakukan Hal yang Positif

Foto: pexels.com

Doronglah anak-anak untuk aktif dalam majelis-majelis ilmu, aktif berorganisasi, atau aktif mengembangkan minat dan bakat mereka. Dengan demikian mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangkas, penuh inisiatif, dan berakhlakul karimah.

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita menjadikan anak-anak kita menjadi pribadi yang mulia, insan bertakwa, yang senantiasa menjadikan cinta kepada Allah sebagai cinta terindah di hati mereka.