“Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja s’panjang masa
Tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa nan amat subur…”

Ah, bait lagu “Rayuan Pulau Kelapa” ini memang tidak berdusta. Indonesia memiliki anugerah keragaman sumber daya darat dan laut, sekaligus kekayaan hayati. Tidak diragukan lagi, Takaiters, negeri kita memang berlimpah dengan kekayaan alam.

Indonesia diberkahi dengan kekayaan laut sebagai habitat biota yang melimpah, banyak jenis biota laut yang menjadi sumber daya alam kelautan Indonesia, contohnya jenis krustasea, seperti Lobster, kepiting, udang, serta jenis moluska (kerang-kerangan) yang luar biasa.

Selain itu,  Indonesia merupakan produsen produk kelautan non-edible, Guys, contohnya mutiara. Saat ini, mutiara laut Indonesia sudah membuktikan kelasnya di kancah internasional, lho. Kamu ingin tahu prestasi si batu bulat berkilau lembut ini? Kita simak bersama, yuk!

Indonesia adalah produsen terbesar mutiara laut selatan

mutiara indonesia
Foto : cloudfront.net

Kamu harus tahu, Guys! Mutiara laut Selatan adalah mutiara yang terbaik di kelasnya dan terkenal dengan warna Gold dan White-nya. Menurut data dari 100 % pangsa pasar mutiara laut di Dunia, Indonesia menyumbangkan 41,2 %, Australia 34,2 %, Filipina 18,1 %, dan Myanmar 5,5 %.

Pilihan Editor



Jenis mutiara Indonesia menjadi kelas premium yang dilirik pasar dunia

Foto: wisatalah.com

Kerang jenis Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara. Biasanya berwarna emas, perak dan krem. Nah, kerang jenis inilah yang banyak dibudidayakan di kawasan Indonesia.

Kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona negara-negara pasifik selatan. Karakteristik mutiara yang dihasilkan bervariasi dari warna krem sampai warna hitam.

Sebagai informasi, warna hitam dari Pinctada margaritifera merupakan warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini.

Indonesia penyumbang 50% populasi mutiara terbaik di dunia

Foto: damniloveindonesia.com

Pendapat ini tidak dikeluarkan dari ahli biota dalam negeri. Tetapi oleh seorang ahli biota laut asal Australia, Joseph Taylor. Ia mengatakan Indonesia merupakan pusat mutiara laut selatan (South Sea Pearl) terbesar di dunia. Saat berbincang dengan CNN Indonesia baru-baru ini, ia juga mengatakan bahwa orang Indonesia belum mengetahui bahwa kualitas Mutiaranya bagus.

Hmm, sepertinya kita harus lebih peduli terhadap kelestarian laut di Indonesia, ya, Guys. Agar mutiara berkualitas dapat dihasilkan secara konsisten. Karena mutiara memiliki harga jual yang tidak kalah tinggi dari emas, lho.  Jadi, masa depan perhiasan ini masih memiliki peluang cerah.

Takaiters, mari berupaya lebih untuk menjaga kekayaan laut Nusantara kita!