Hai, Takaiters!

Kalau Takaiters lewat kolong jembatan tol, pemandangan tidak sedap sering kita lihat, ya. Banyak warga menyalahgunakan area tersebut untuk tempat tinggal atau berjualan secara ilegal. Namun, ketika kita lewat di kolong jalan tol Warakas, Papanggo, Jakarta Utara, terdapat musala cantik perpaduan budaya Tionghoa, Indonesia dan Islam. Keren, ya, Takaiters.

Ide pembuatan masjid ini berawal seorang mualaf bernama Yusuf Hamka. Alasan Yusuf mendirikan masjid ini adalah sebagai tanda baktinya kepada Islam dan menepis anggapan warga keturunan China anti-Islam sehingga sengaja membangun musala bergaya China tersebut.

Pembangunan musala ini dimulai pada pertengahan Agustus 2017. Yusuf membangun musala unik tersebut dengan merogoh kocek pribadi. Desain masjid berukuran 17×15 meter yang bernuansa China ini, didesain oleh oleh dia sendiri. Dalam mendapatkan desain, Yusuf sempat melakukan studi banding ke China.

Bangunan ini dominan berwarna merah dan hijau. Di dalamnya terdapat delapan tiang yang terukir. Di langit-langitnya juga terdapat lukisan dengan warna gradasi biru dan putih yang tampak seperti langit asli. Musala ini memiliki tiga pintu masuk. Pintu tersebut berbentuk lingkaran dengan desain pintu geser ke samping.

Dengan dibangunnya masjid ini, diharapkan tidak ada lagi saling membedakan ras. Sehingga bisa lebih membaur ke masyarakat dan tidak ada sekat sekat lagi antara pribumi atau bukan. Selanjutnya musala ini juga nantinya akan diserahkan kepada masyarakat untuk pengelolaannya.

Musala yang diperkirakan bisa 200 orang di dalam masjid bahkan 300-500 orang dengan memanfaatkan teras. Fasiltas yang ada adalah taman pendidikan Al Qurban, balai rakyat
untuk nikahan atau khitanan.

Keinginan Yusuf Hamka yang lain adalah masjid ini bukan hanya untuk kaum muslim saja tapi jg non muslim misalnya sebagai penjual cindra mata. Karena keinginannya yang lain adalah menjadikan mesjid ini sebagai tujuan wisata. Yang nantinya dapat menarik wisatawan lokal maupun manca negara dan akhirnya dapat mengangkat perekonimian penduduk sekitar lingkungan ini.

Takaiters, sungguh mulia semua yang telah dilakukan Yusuf Hamka. Mudah-mudahan semua keinginannya tentang tujuan didirikan musala tersebut dapat terwujud, ya, Takaiters.