Apakah kamu memiliki teman atau tetangga orang Minang? Mungkin sebagian besar kita memiliki kenalan atau rekan yang berasal dari suku Minang atau Minangkabau. Mulai dari teman main, teman sekolah, tetangga, bahkan rekan kerja atau bisnis. Tak heran jika terjadi demikian, mereka memang dikenal sebagai perantau nomor satu.

Bagi masyarakat Minang sendiri, merantau dan meninggalkan kampung halaman adalah hal yang wajar bahkan menjadi prinsip penting untuk perubahan hidup mereka. Menjadi perantau sukses adalah ciri mayoritas orang Minang, bahkan umumnya mereka datang ke tanah rantau tanpa modal yang besar.

Namun, apa sebenarnya latar belakang kesuksesan mereka di tanah rantau? Mungkin pertanyaan tersebut pernah terbersit dipikiranmu. Untuk menjawab rasa penasaran kamu, inilah 7 rahasia orang Minang dalam meraih sukses di tanah rantau, cekidot!

Mampu beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru disekitarnya

Mampu beradaptasi dengan cepat (Foto : pexels.com)

Kemampuan beradaptasi orang Minang sudah tidak diragukan lagi. Selain menghargai persaudaraan dan menjalin hubungan erat dengan sesama orang Minang, mereka juga dikenal sebagai orang yang supel dalam bergaul dengan siapapun di tanah rantau. Dalam bahasa Minang dikenal dengan istilah Dima Bumi dipijak, disinan langik dijunjuang. Keluwesan bergaul juga nampak dalam kemauan mereka untuk menyelami budaya setempat, yakni tanah rantau mereka.

PILIHAN EDITOR

Jeli memanfaatkan peluang, setiap hal dan kejadian yang mereka hadapi selalu mendatangkan ide

Pandai memanfaatkan peluang (Foto : pexels.com)

Menjalani kehidupan baru di tanah rantau bukanlah hal mudah, tapi bagi orang Minang. Setiap hal dan kejadian yang mereka hadapi selalu mendatangkan peluang. Keyakinan dan keberanian positif yang ditumbukan sejak kecil ini membuat mereka selalu bersemangat, termasuk dalam hal mengambil peluang yang hadir dalam hidup.

Kamu mungkin sering menyaksikan beberapa tokoh maupun public figure yang berhasil dibidang mereka. Bahkan termasuk pelajar yang menorehkan prestasi akademisnya. Hal ini tak lepas dari kemampuan mereka agar selalu jeli mengambil peluang. Jika pun gagal dalam usaha meraihnya, tak pernah jadi halangan. Justru kegagalan itu akan mendatangkan peluang baru. Seperti halnya istilah orang Minang, Takuruang nak dilua, tahimpik nak diateh.

Pandai memilih prioritas dalam hidup

orang minang di indonesia

Terkadang ada banyak pilihan hidup yang membuat seseorang menjadi bimbang dan malah justru mengambil langkah kurang tepat karena terburu-buru. Namun bagi masyarakat Minang, menentukan prioritas adalah bagian terpenting bagi mereka. Tentu saja hal ini mereka lakukan dengan persiapan lebih dulu. Mereka tak ragu untuk menganalisa dengan jeli apapun hal atau aktivitas yang tengah dihadapi.

Lihai mengatur finansial

Pandai mengatur keuangan (Foto : pexels.com)

Sebagian kita mungkin pernah berpikir bahwa Orang Minang itu pelit. Tapi tunggu dulu, jangan fokus pada apa yang mereka lakukan, tapi alasan dibaliknya. Ternyata mereka memang benar-benar memprioritaskan kebutuhan dan penggunaan uang pada hal urgent saja.

Perhitungan dan management keuangan bahkan mereka kuasai meski tanpa melalui pendidikan tinggi. Disiplin dan teliti mengatur financial ternyata sudah menjadi kebiasaan dari masyarakatnya.  Hal ini juga sebagai wujud penghargaan setiap usaha keras mereka.

Mau belajar dari kesuksesan orang lain

Belajar sukses dari orang lain (Foto : pexels.com)

Keluarga Minang sudah membiasakan untuk gigih berjuang dalam hidup. Kebiasaan ini menumbuhkan pribadi yang tangguh. Tak hanya sampai di situ, hubungan kekerabatan di antara keluarga dan tetangga juga membuat mereka tak enggan untuk saling belajar dan mencontoh kesuksesan masing-masing, bahkan sebagai panutan mereka. Orang Minang menyebutnya Baraja ka nan Manan, mancontoh ka nan sudah.

Aktif dan selalu berpikiran positif

Selalu aktif dan berfikir positif (Foto : pexels.com)

Pribadi yang bersemangat dan pantang menyerah sangatlah penting dimiliki setiap orang, terlebih di era kompetitif saat ini. Bagi orang Minang, tentu bukan hal yang baru karena begitulah prinsip hidup yang ditanamkan sebelum beranjak ke tanah rantau.

Jadi tak heran, jika anak Minang bisa ditemui di sebagian besar wilayah Indonesia. Mereka tak hanya suka mencoba hal baru, tetapi juga pantang menyerah saat menghadapi rintangan. Pasti hal ini patut di contoh oleh kita ya.

Cinta budaya sendiri dan melestarikannya di tanah rantau

Melestarikan budaya Minang (Foto : saribundo)

Budaya dan kekhasan tanah Minang tentu sudah akrab di telinga kita. Contoh yang paling dekat adalah masakan Minang atau lebih dikenal dengan masakan Padang. Tak hanya makanannya, lagu-lagu khas Minang juga sering diperdengarkan disekitar kita bukan? Entah itu di warung makannya sampai di angkutan umum kota. Tentu saja, hal ini karena kecintaan pada budaya, tanah kelahirannya. Bahkan mereka telah membumikan kekayaan dan budaya lokal dimanapun berada.

Meraka tak hanya sukses di bidang yang digeluti karena falsafah hidup atau prinsip yang dipegang teguh, tetapi juga sukses menaklukan hati orang-orang di tanah rantaunya. Sehingga kita turut mencintai khasanah lokal dan budayanya. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi pemersatu di antara kebhinekaan masyarakat Indonesia. #HidupRanahMinang