Intajid Ya Toha Binnuril Hidayah
Ya Rosulallah Ya Rasulallah

Ji’ta Bidinillah Ji’ Kullal Baroyah
Ya Habiballah Ya Habiballah

Ya ya ya ya Basyirol Khoir … Ya Rosulallah …
Ya ya ya ya Dalilannur … Ya Habiballah …

Potongan sholawat Yaa Habibal Qolbi di atas dilantunkan oleh Nissa Sabyan, Penyanyi berparas cantik dengan suara merdu yang bikin hati para pendengarnya melted. Karena suara yang merdu, santri ini memilih berkarir dalam dunia musik.

Berbicara mengenai musik, siapa yang tidak menyukai musik? Dan siapa yang tidak menyukai suara merdu? Suara yang merdu diiringi musik yang indah dapat membuat hati kita luluh, ada rasa nyaman ketika mendengarkannya sehingga kita ingin terus memutarnya berulang-ulang.

Tapi, pernahkan kamu merasakan Goosebumps atau merinding saat mendengarkan musik atau suara yang indah dalam sebuah lagu? Sebagian orang dapat merasakan pengalaman ini, lho, Guys. Bagaimana dengan kamu?

Sensasi merinding yang dirasakan oleh seseorang saat mendengarkan musik atau suara indah dalam lagu, ternyata mempunyai nama ilmiah, Guys, yaitu Frisson.

Di lansir dari Wikipedia, Frisson adalah sensasi yang agak seperti menggigil,  biasanya dinyatakan sebagai respon emosional yang luar biasa dikombinasikan dengan piloerection atau merinding yang distimulus oleh hal yang lain selain kedinginan. Dan bagian-bagian musik, termasuk stimulus umum yang dapat menghadirkan sensasi frisson.

Rasa merinding ketika mendengar musik atau suara indah dalam lagu ini berlangsung sekitar 4-5 detik

Foto: idnbandar.com

Sensasi frisson ditunjukkan dengan rasa seperti mengigil dikombinasikan dengan rasa merinding di bagian kulit punggung lalu naik ke atas, dari bahu ke leher dan dapat meluas ke pipi dan kulit kepala.

Seseorang yang mengalami sensasi frisson musik merasakan kegembiraan seperti merasakan pengalaman menyenangkan lainnya

Foto: rona.metronews.com

Sensasi Frisson dapat ditingkatkan dengan amplitudo musik dan suhu lingkungan. Ruang mendengarkan dan bioskop yang asyik dapat meningkatkan pengalaman atau sensasi tersebut 

Ketika merasakan sensasi frisson, perasaan menjadi Overwhelm, rasanya ingin menitikan air mata karena bahagia.  

O mio babbino caro, … mi piace è bello, bello; 

vo’andare in Porta Rossaa … comperar l’anello …

Seseorang yang mengalami sensasi frisson, seolah overwhelmed dengan perasaannya sendiri. Ia bisa menitikkan air mata karena bahagia ketika mendengarkan suara yang indah dalam sebuah lagu. Terlepas dari mengerti atau tidaknya lirik lagu yang dibawakan.

Sensasi frisson dapat dialami ketika mandengarkan suara- suara indah yang tak terduga dari penyanyi dalam ajang pencarian bakat 

You look like a movie
You sound like a song
My God, this reminds me
Of when we were youngggggg …

Let me photograph you in this light …

Sensasi ini juga bisa bertambah ketika  mendengar suara tepukan penonton dan ekspresi juri di ajang pencarian bakat ketika mandengarkan suara indah yang tak terduga dari seorang penyanyi berbakat.

Pilihan Editor


Seseorang yang dapat mengalami sensasi frisson juga merinding saat mendengarkan suara indah lantunan ayat-ayat Alquran   

Sanasimuhu ‘alaa alkhurthuum …

Sanasimuhu ‘alaa alkhurthuummmmm …

Innaa balawnaahum kamaa balawnaa ash-haabaal jannah, ash-habaaljannati idz aqsamuu layashrimunnahaa mushbihiin

Tidak hanya mendengarkan sebuah lagu, lantunan ayat Alquran yang dibacakan dengan indah juga bisa menghadirkan sensasi frisson.

Tapi ternyata, walaupun dinyanyikan oleh penyanyi yang sama, hanya lagu tertentu saja yang dapat menimbulkan sensasi frisson

Nissa Sabyan
Foto: Instagram.com @nisa_sabyan

Ya ya ya ya Basyirol Khoir … Ya Rosulallah …
Ya ya ya ya Dalilannur … Ya Habiballah …

Suara merdu seorang penyayi yang diiringi dengan musik yang indah dalam sebuah lagu bisa membuat seseorang mengalami sensasi Frisson. Tapi, orang tersebut belum tentu merasakan sensasi yang sama ketika penyanyi tersebut menyanyikan lagu yang berbeda, karena setiap lagu memiliki effek yang berbeda terhadap pendengarnya.

Lalu, Kenapa, ya, fenomena Frisson ini bisa terjadi? Inilah Faktanya yang diungkap oleh peneliti

Mereka yang mengalami sensasi frisson musik, ternyata, telah berhasil membuat keterikatan emosional dan fisik terhadap musik.

Foto: sweetyhigh.com

“Ini berasal dari ketertarikan yang mendalam pada respon emosional yang mendalam dan mendalam, khususnya yang berasal dari musik,” kata Matthew Sachs.

Seorang mahasiswa pascasarjana di University of Southern California, Matthew Sachs,  melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab mengapa fenomena Frisson ini bisa terjadi.

Dari penelitian yang dilakukan di Harvard University ini, terdapat fakta bahwa mereka yang mengalami sensasi frisson saat mendengarkan suara indah dalam sebuah lagu, telah berhasil membuat keterikatan emosional dan fisik terhadap musik. Hal ini menunjukkan, bahwa mereka ternyata memiliki struktur otak yang berbeda dari orang yang tidak mengalaminya, Guys.

Fenomena Frisson ada hubungannya dengan struktur otak.

Foto: norcalpaintballpark.com

“Ini artinya otak Anda mampu lebih luas, lebih intens, menjangkau berbagai emosi/rasa,” jelas Matthew Sachs.

Ketika seseorang merasakan sensasi frisson atau merinding saat mendengarkan musik atau suara merdu dalam sebuah lagu, korteks pendengaran atau korteks auditori yang ada di otak memproses informasi yang didengar secara emosional di otak-memproses bagian tengah otak yang memiliki koneksi serat di antaranya. Sach mengatakan bahwa semakin banyak serat dan peningkatan efisiensi antara dua daerah di otak tersebut, maka itu berarti kamu memiliki proses yang lebih efisien.

Jadi, Kesimpulannya, Guys, jika kamu dapat mengalami atau merasakan sensasi frisson saat mendengarkan musik atau mendengarkan suara merdu dalam sebuah lagu berarti kamu memiliki otak yang spesial dan hal tersebut patut kamu syukuri.

Saat ini, Matthew Sach sedang mengadakan penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk melihat aktivitas otak seseorang pada saat sedang mendengarkan musik atau lagu. Dengan melakukan penelitian lanjutan tersebut, ia berharap bisa mengetahui secara neurologis apa yang sebenarnya menyebabkan terjadinya reaksi unik ini. Jika berhasil dan memungkinkan, dia akan memanfaatkan penelitiannya tersebut sebagai alternatif pengobatan untuk mereka yang terkena gangguan psikologis. Wow! So, kita doakan penelitiannya sukses, ya, Guys.