Halo Takaiters,

Pernahkah mendengar istilah Flawsome? Ungkapan ini mengacu kepada sebuah kekurangan yang dapat bertransformasi menjadi kelebihan yang menonjol. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh penggagas dan kreator America’s Next Top Model, yaitu Tyra Banks.

Dalam bahasa ringkas, flawsome diartikan sebagai sebuah penerimaan diri terhadap kekurangan yang ada, dan mengubahnya menjadi sebuah kelebihan. Ungkapan flawsome menyebarkan atmosfer positif, karena mengajak setiap pribadi untuk belajar mengasihi dan menerima diri sendiri.

Seberapa besar efek dari penerimaan terhadap diri sendiri? Ternyata sebuah tindakan sederhana ini berdampak besar terhadap kita, guys. Untuk saat ini, tercatat lima pribadi inspiratif dari berbagai penjuru dunia telah menjadi bukti hidup. Mereka mampu bersinar walaupun harus hidup dengan segala keterbatasan yang ada.

Apakah kamu penasaran dengan 5 profil luar biasa tersebut, Takaiters? Yuk, kita simak dan belajar dari sejumlah tokoh muda ini:


Chantelle Winnie (Winnie Harlow)

Foto: flightrising.com

Perempuan cantik keturunan Jamaika ini mengguncang panggung mode dengan keunikan kulitnya yang belang bak sapi, dengan corak putih pada kulit gelapnya. Chantelle menjadi terkenal saat ditemukan oleh Tyra Banks, yang kemudian mendorongnya mengikuti ajang kompetisi model terkenal di dunia, yaitu America’s Next Top Model (ANTM).

Ketika lahir, ia tampak normal. Namun saat ia menginjak usia empat tahun, sebuah kelainan pigmen bernama vitiligo menyerangnya. Vitiligo adalah sebuah kondisi sebagian kulit kehilangan pigmen, berupa kematian sel pigmen, ataupun ketidakmampuan pigmen dalam membuat warna kulit.

Kondisinya yang unik menyebabkan Chantelle kenyang akan cacian dan hinaan. Perempuan rupawan ini memilih meninggalkan bangku sekolah saat berusia 16 tahun, dan mulai menapaki jalan sebagai model.

Ia sempat tersingkir di pekan ke-4 saat kompetisi ANTM, namun mendapat kesempatan untuk kembali lagi di episode ke-10. Chantelle mengatakan bahwa ia ikhlas menerima kondisi kulit sebagai sebuah anugerah yang tidak biasa dalam hidupnya.

Pilihan Editor



Angkie Yudistia

Foto: wofgo.com

Perempuan berwajah cantik asal Indonesia ini telah membuktikan bahwa kaum difabel pun bisa berkarya dan mandiri. Diusianya yang masih 25 tahun, Angkie sudah menjadi founder dan CEO (chief executive officer) Thisable Enterprise.

Perusahaan yang didirikan bersama rekannya itu fokus pada misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difable (Different Ability People).

AngkieĀ  menyelesaikan studinya di jurusan periklanan di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, dan lulus dengan indeks prestasi komulatif 3,5. Di kampus yang sama, ia meraih gelar master, setelah lulus dari bidang komunikasi pemasaran lewat program akselerasi.

Semasa kuliah, Angkie pun selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Ia merupakan finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat pada 2008. Selain itu, ia juga berhasil terpilih sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008, serta Miss Congeniality dari Natur-e, serta berbagai prestasi lainnya.

Nick Vujijic

Foto: cominsoon.ae

Motivator hebat asal Australia ini telah menjadi simbol kemenangan atas disabilitas. Lahir tanpa lengan dan kaki, Nick tahu benar bagaimana menjadi berbeda dan ditindas.

Sindrom Tetra-Amelia memang membuatnya menjadi berbeda secara fisik, namun Nick berhasil mengubahkan kekurangannnya menjadi berkat bagi banyak orang.

Salah satu bukunya yang menjadi buku bestseller adalah “Life Without Limits“. Buku ini menginspirasi jutaan pembacanya.

Kepahitan hidup berhasil dikalahkan, sehingga ia mampu bersinar terang melebihi keterbatasan yang ada. Bahkan Nick telah memiliki kehidupan rumah tangga yang berbahagia, dengan istri yang cantik dan dua orang putera.

Drew Lynch

Foto: comiccure.com

Siapa yang mau menonton orang gagap melakukan stand-up comedy? Drew Lynch mampu membuktikan bahwa keterbatasan yang dimiliki dapat bersinar dan menjadikannya seorang pemenang.

Drew berhasil memikat para juri America’s Got Talent, bahkan ia mendapatkan standing ovation untuk penampilan hebatnya.

Drew sering menjadikan kegagapannya sebagai lelucon yang menambah daya tarik komedinya saat beraksi di depan juri. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Drew menjadi juara kedua kontes pencarian bakat bergengsi tersebut.

Qian Hongyan

Foto: womenpla.net

Masih ingatkah dengan foto seorang gadis asal China yang memakai bola basket sebagai penyangga tubuhnya? Gadis mungil itu bernama Qian Hongyan.

Kecelakaan mobil telah merenggut kedua kakinya saat Qian masih berusia 3 tahun. Sejak saat itu, ia memakai bola basket sebagai penyangga tubuhnya.

Meskipun harus kehilangan kakinya, Qian tidak kehilangan harapan. Sekarang ia sedang berfokus menjadi seorang perenang profesional. Qian rajin berlatih utnuk mewujudkan mimpi dan harapannya.


Nah, Takaiters, luar biasa bukan kisah hidup para pejuang muda tersebut? Biarlah kisah inspiratif mereka dapat mendorong kita yang terlahir normal untuk tetap optimis dan berpengharapan. Sebab masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan menjadi sia-sia.