Hai, Takaiters!

Perguruan tinggi tertua di dunia adalah University of Quaraouiyine, yang terletak di Fez, negara Maroko. Banyak cendikiawan muslim, pemuka madzab, dan ulama-ulama lahir di sana, loh.

Dari kutipan www.collegestats.org, ternyata Universitas ini tercatat menjadi salah satu universitas tertua di dunia. Universitas ini lahir di tahun 859 M dalam bentuk masjid, setelah itu menyusul universias lain seperti Al Azhar di Mesir dan Universitas Nizimiyya di Baghdad. Al Quaraouiyine University lahir dari kepekaan Fathimah Al Fihri. Kepoin, yuk, fakta tentang muslimah pendiri universitas tertua ini!

1. Punya Belas Kasih yang Tinggi

Fathimah al Fihri bersama adiknya Maryam al Fihri lahir dari kelurga saudagar muslim. Keluarganya punya strata tinggi, loh, di tanah Maroko. So, beliau tak jarang absen dapet  kehormatan dari rakyat di sana.

Hmm, tapi jangan salah. Kehormatan itu didapat bukan karena status sosialnya yang dikenal tinggi. Kepedulian dan kepekaan Fathimah al Fihri membuat rakyat Fes jatuh cinta kepadanya berulang kali.

2. Jatuh Cinta dengan Ilmu Arsitektur

Bersama dengan Maryam al Fihri, Fathimah mengonsumsi pendidikan yang mumpuni. Fathimah al Fihri begitu menyukai ilmu agama dan sains, khususnya di bidang arsitektur dan bangunan.

3. Muslimah Preneur

Wah, seperti duplikatnya Sayyidah Khadijah binti Khawailid, ya. Keahlian istri pertama Rasulullah ini ditiru oleh Fathimah al Fihri dengan baik. Hmm, keren, ya!

Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, Fathimah berhasil menyandang predikat saudagar muslim. Kekayaannya tak membuat wanita turunan bangsawan ini lupa akan hak orang lain.

4. Di Hatinya Ada Berkah

Di bagian ini agak sedikit mellow, Takaiters. Jadi, Fathimah al Fihri ini tak mau ambil atau menikmati secuil pun dari orang lain. Kalo kita mah beda, pake pulpen orang lain aja ngga izin (hehe). Air serta butiran pasir sebagai bahan pokok pembuatan masjid, didapat di area tempat masjid Al Quaraouiyine itu berdiri, loh.

Untuk mendapatkan pasir, muslimah ini memberi tugas kepada pekerja untuk menggali sedalam-dalamnya. Tujuannya adalah agar tidak mengambil hak orang lain. Karena ini urusan patok (hak milih tanah).

Pilihan Editor


5. Rutin Bersedekah

Fathimah dan Maryam al Fihri menyatukan suara untuk menyedekahkan seluruh harta mendiang orang tua mereka. Harta itu disumbangkan untuk pembangunan masjid dan universitas.

Wah, akur banget, yah. Engga kayak di film-film, Takaiters! Orang tua belum meninggal, udah rebutan warisan. Na’udzubillahimindzalik.

6. Puasa ketika Pembangunan Universitas

Kalau bahasa para pemuka agama, ini namanya tirakat. Di balik tokoh-tokoh sukses Indonesia ada wanita yang “nirakatin” mereka, loh. Contoh, ibu BJ. Habibi senantiasa membaca Qur’an ketika BJ. Habibi sedang belajar.

Nah, sebelum ibu BJ. Habibi lahir. Ada Fathimah al Fihri, yang tirakatnya itu berpuasa ketika pembangunan masjid ini berlangsung. Yuk, cobain tirakat, seperti pendiri universitas tertua ini Takaiters!

7. Ikut Pendidikan Homescholing

Fathimah al Fihri tidak pernah belajar di luar rumah, loh. Ia belajar langsung dari keluargnya sendiri. Keluarga beliau memang sudah dibekali ilmu agama yang kuat.

Walau begitu, kecerdasan dan kebaikan hatinya benar-benar luar bisa. Kebanyakan dari kita mah tetap aja remidi, walau udah sekolah dari luar rumah (sekolah formal) hingga di dalam rumah (les private). Kamu ngga gitu ‘kan?

Biografi pendiri universitas tertua ini memberi arti tentang wanita penuh berkah. Dari kakinya tersimpan surga, dari matanya teduh seperti telaga, dan di hatinya peminta rida-Nya.

Wanita yang penuh berkah akan menjadi seindah-indahnya telinga

Mereka akan menjadi pendengar yang baik. Ketika mereka berperan menjadi pendengar untuk orang lain, orang tersebut akan merasakan bebannya telah hilang walau setengah.

Wanita yang penuh berkah akan menjadi seindah-indannya mata

Mereka bisa melihat hal-hal yang tak terlihat. Mereka bisa melihat kekecewaan, kesedihan, dan kesusahan.

Wanita yang penuh berkah akan menjadi seindah-indahnya telinga

Mereka bisa mendengar hal-hal yang tak terdengar. Di waktu-waktu tertentu mereka bisa mendengar perut-perut orang kelaparan, hingga mendengar air mata kekecewaan.

Pendiri Universitas tertua ini menambah referensi role model muslimah zaman now, Takaiters! Dengarkanlah yang tidak terdengar. Lihatlah yang disembunyikan di balik mata orang lain. Agar kita bisa menjawab pertanyaan dan solusi orang lain, walau mereka belum mengajukannya.