asal muasal berdirinya manila oleh orang minang
History

Raja Sulaeman, Ulama Minangkabau yang Mendirikan Kota Manila

Foto : 2.bp.blogspot.com

Tentu pasti banyak dari kamu semua yang belum tahu mengenai sejarah berdirinya kota Manila di negara Filipina. Ternyata nama kota Manila itu berasal bahasa Arab yakni ‘fi amanillah’ yang berarti ‘dibawah lindungan Allah’. Kala itu negara Filipina masih menganut pemerintahan Islam.

Pemerintahan Islam di Filipina sudah ada sebelum kedatangan bangsa Spanyol pada tahun 1565-1821. Saat itu para Sultan Islam Brunei dan Johor sudah terlebih dahulu menguasai area tersebut. Umat muslim di Filipina sudah ada sejak abad ke-13.

Berdasarkan sejarah, sebelum negara Filipina menjadi negara republik, ternyata dahulunya negara Filipina adalah sebuah kepulauan rumpun Melayu, yang pada zaman dahulu dijadikan tempat singgahnya para pedagang muslim dan ulama asal India, India Timur dan Gujarat. Konon pulau pertama yang disinggahi pertama kali adalah Kepulauan Sulu atau lebih dikenal Kesultanan Sulu.

Seperti diketahui, Kesultanan Sulu sangat kental dengan nuansa keturunan Suku Minangkabau, dahulu kala diyakini banyak dari orang-orang minang yang melakukan pola migrasi atau merantau ke Kesultanan Sulu (Kepulauan Sulu).

Bukan hanya itu saja, para sejarahwan pun mengklaim, bahwa jejak-jejak pendiri cikal-bakal kota Manila atau Kesultanan Sulu pada zaman dahulu salah satu adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau.

Pasti timbul tanda tanya besar di benak kamu semua, apa benar pendiri kota Manila adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau? Untuk menjawab itu semua ada baiknya kamu simak beberapa hal berikut ini.

Pada pertengahan abad ke-16, wilayah Manila diperintah oleh tiga raja yakni Raja Sulaeman, Raja Matanda dan Raja Lakandula.

asal muasal berdirinya manila oleh orang minang

Foto : 2.bp.blogspot.com

Kala itu Raja Sulaeman dan Raja Matanda menguasai area selatan Sungai Pasig yang saat ini bernama Manila. Sedangkan Raja Lakandula menguasai di bagian utara. Mereka pun mengadakan hubungan perdagangan dengan Kesultanan Sulu, Brunei dan Ternate di Cavite.

Pilihan Editor

Raja Sulaeman dahulunya pernah menyiarkan Islam di Manila, sebelum kedatangan bangsa Spanyol ke Filipina

asal muasal berdirinya manila oleh orang minang

Foto : eramuslim.com

Raja Sulaeman merupakan tokoh ulama dari Minangkabau yang turut menyebarkan agama Islam di Manila, Filipina bersama Raja Bagindo yang telah menyebarkan ajaran Islam di Serawak, Sabah, Brunie, bahkan Kalimantan bagian utara. Mereka berdua merupakan pendiri Kesultanan Sulu yang saat ini sudah menjadi kota Manila.

Hingga akhir hayatnya, Raja Bagindo merupakan salah satu pendiri kota Manila yang sudah menyebarkan agama Islam sampai masyarakat Sulu dan Pulai Sibutu.

Raja Sulaeman merupakan cucu dari Abdul Bolkiah dari Kesultanan Brunei

Raja Sulaeman tidak menggunakan nama keluarga besar Bolkiah, padahal Ia merupakan cucu dari Abdul Bolkiah dari Kesultanan Brunei. Raja Sulaeman lebih suka menggunakan nama Raja Sulaeman Dula I, hal ini menandai era baru sebuah aristokrasi Manila yang bersatu.

Ada sebuah monumen Raja Sulaeman untuk mengenang jasanya sebagai pendiri kota Manila

asal muasal berdirinya manila oleh orang minang

Foto : tumblr.com

Sebagai pendiri kota Manila yang telah berjuang menyebarkan Islam dan melawan bangsa penjajah Spanyol, warga Filipina membuatkan sebuah monumen atau patung Raja Sulaeman di Rizal Manila Park. Hal ini untuk mengenang jasa-jasa Raja Sulaeman serta menambah wawasan masyarakat Filipina mengenai sejarah berdirinnya kota Manila dan Filipina.

 Fakta pola migrasi orang Minang mendukung bahwa pendiri kota manila adalah Raja Sulaeman

Dalam disertasi ‘Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabu’ tahun 1974, Mochtar Naim menemukan jejak-jejak mengenai orang-orang Minang yang merantau ke Kepulauan Sulu, Filipina.

Mochtar Naim juga mengutarakan bahwa pendiri kota Manila adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau, sedangkan Raja Bagindo merupakan pendiri kesultanan Sulu bagian selatan juga berasal dari Suku Minangkabau.

Disertasi yang dibuat oleh Mochtar Naim juga didukung oleh sejarahwan Universitas Andalas, Profesor Gusti Asnan “sangat masuk akal jika ada kaitannya antara Sulu dan Minangkabau, tetapi tidak semua orang Sulu adalah orang Minangkabau”.

Selain itu, Profesor Gusti Asnan juga menambahkan, bahwa salah satunya adalah fakta banyaknya jejak-jejak perantauan yang bisa ditemukan di Serawak, Sabah, Sulu, Kalimantan hingga Brunei.

Fakta-fakta diatas merupakan sebuah bukti sejarah, bahwa memang benar adanya, jika pendiri kota Manila adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top