Holla Takaiters …

Pagi di Medan, sama seperti pagi di kota lainnya. Semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas masing-masing, termasuk memenuhi kebutuhan perut, yaitu, sarapan. Nah, kalau di Medan, kebanyakan ibu-ibunya enggak repot-repot masak untuk sarapan, kecuali yang memang sudah terbiasa dan fanatik makan masakan sendiri.

Penduduk kota Medan kebanyakan sudah terbiasa membeli sarapan di kedai dengan alasan lebih cepat, enak, praktis, dan ekonomis. Terlebih lagi di setiap lorong kota Medan sangat gampang menemui kedai sarapan pagi, satu gang saja bisa dua sampai tiga kedai menggelar jualannya.

Berbicara tentang menu sarapan, berikut Takaitu akan memberikan deretan menu sarapan yang sudah menjadi kawan lama orang Medan. Penasaran, yuk intip!

1. Nasi lemak atau nasi gurih

menu sarapan pagi khas medan
Foto : katalogkuliner.com

Nasi lemak atau nasi gurih ini semacam nasi uduk kalau di pulau Jawa, yang membedakan hanya lauk pauk pelengkapnya saja. Adapun lauk pelengkap nasi gurih diantaranya; Mie bihun goreng, sambal tauco, sambal goreng telur bulat, sayur jipang santan tanpa kuah bagi yang suka.

Sartika alias sambal teri kacang, juga ada yang memakai tambahan keripik kentang balado atau kerupuk kanji merah putih. Wah, serba pedas lah pokoknya, Guys. Yang punya keluhan lambung, sebaiknya request saja hanya memakai salah satu sambal.

Pembeda yang dominan nasi uduk dan nasi gurih Medan yaitu ada di sambal tauconya ya, Guys. Rasanya yang super pedas, asam, dan manis terbuat dari cabe kriting hijau yang dicampur udang basah, tauco, irisan kecil tahu goreng, dan bumbu lainnya. Menonjolkan cita rasa nasi gurih yang pedas dan maknyus.

Untuk lauk tambahannya ada beberapa pilihan, tergantung persediaan penjual. Ada ayam goreng, sate kerang, perkedel kentang, atau sambal goreng ikan. Tinggal pilih saja sesuai selera.

2. Lontong Medan

menu sarapan pagi khas medan
Foto : qraved.com

Lontong Medan sama juga seperti lontong sayur pada umumnya, namun yang membedakannya lagi-lagi pelengkapnya yang terlihat berdesakan memenuhi piring dalam satu porsinya. Selain lontong dan sayur jipang atau labu siam santan bumbu kuning, pelengkap lontong Medan juga sama dengan pelengkap nasi gurih. Ada mie bihun goreng, sambal tauco, sambal goreng telur bulat, sedikit sambal pecal dan kerupuk merah putih.

Pilihan Editor



Menikmati sarapan sepiring lontong Medan yang gurih, pedas, dan porsi yang bejibun dijamin kenyang deh, Guys, sampai siang. Untuk lontong ini sendiri ada istilah tambahan yang digunakan orang Medan, yaitu; “Lontong Pagi” Kalau jualannya pagi. “Lontong Malam” Kalau jualannya malam.

3. Mie Balap

menu sarapan pagi khas medan
Foto : kedaimamamimi.wordpress.com

Entah kenapa olahan mie yang tak lain berupa mie goreng ini disebut mie Balap.
Menurut sejarahnya sih, karena dulu diawal adanya mie goreng dadakan ini, dibuat oleh seseorang dengan gerakan yang sangat cepat.

Mie Balap dibuat dalam porsi banyak, mirip seperti nasi goreng Gila yang ada di Jakarta, zaman sekarang. Kedainya berlokasi di jalan Darat.  Nah, dari situlah masyarakat Medan menjulukinya jadi mie Balap.

Mie Balap sendiri, menyediakan mie bihun goreng dan mie tiau basah dengan bumbu yang sudah diracik penjualnya. Dimasak dengan tambahan sawi, tauge atau kol, dan bawang daun yang banyak juga menjadikan mie Balap ini punya cita rasa yang khas dibanding mie goreng biasa.

Selain rasa original alias mie kosong, mie Balap juga menyediakan menu spesial.
Diantaranya; spesial pakai telur ceplok dan mie Balap sea food dengan udang atau cumi. Tak lupa juga yang penting untuk pelengkap rasa sebuah mie balap, yaitu sambal merah encer.

Ciri khas mie balap yang paling penting lainnya yaitu, dimasak diatas tungku dengan kayu bakar. Untuk zaman now, para pedagang mie Balap menggunakan tungku fortable yang terbuat dari tanah liat. Tungku yang selalu dijaga nyala apinya tersebut, membuat mie Balap terhidang dalam keadaan hangat. Umm … sedapnya.

Takaiters penyuka makanan pedas dan mau mencoba tiga menu sarapan yang telah melegenda di kota Medan, tersebut? Monggo berkunjung ke Medan.