Berbicara tentang tradisi minangkabau, ada satu tradisi nan unik serta menantang di tanah minang, apalagi kalo bukan pacu jawi. Pacu jawi merupakan pertunjukkan yang sangat unik yang hanya ada di Kabupaten Tanah Datar. Biasanya pacu jawi diadakan di area persawahan yang berlumpur dan basah.

Awal mula pacu jawi di minangkabau

pacu jawi minangkabau
Pacu Jawi (Foto : slyvain.fr)

Pacu jawi atau sering disebut balapan sapi merupakan sebuah permainan yang berkembang di Kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Permainan tradisional ini di lombakan setiap tahun dan hanya ada di 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar yaitu Kecamatan Rambatan, Kecamatan Pariangan, Kecamatan Sungai Tarab dan Kecamatan Lima Kaum.

Menurut literaturnya pacu jawi sudah ada sejak ratusan tahun silam, yang berawal pada kegiatan petani setempat setelah musim panen, dan untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat setempat maka diadakan lah pacu jawi.

Pilihan Editor

Cara permainan pacu jawi di Minangkabau

pacu jawi minangkabau
Joki menggigit ekor jawi (Foto : natgeo)

Jika lomba balapan sapi di Pulau Madura dilakukan di tanah kering, lain halnya dengan pacu jawi dari tanah minang ini, yang diselenggarakan di sawah milik masyarakat setempat yang sehabis panen dan dalam kondisi berlumpur dan basah.

Untuk teknik permainannya, seorang joki mengendarai sepasang sapi yang diapit oleh alat pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapi. Jika gigitan ekor sapi semakin kuat, maka semakin cepat pula sapi tersebut berlari.

Yang unik dari lomba pacu jawi adalah dimana sepasang sapi yang dilombakan hanya berlari sendiri tanpa adanya lawan, inilah yang membuat pacu jawi berbeda dengan perlombaan pada umumnya. Sedangkan penentuan pemenang berdasarkan lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi dalam berlari menuju garis finish, disamping itu penilaian waktu tempuh pada lintasan.

Filosofi dalam perlombaan pacu jawi di Minangkabau

pacu jawi minangkabau
Filosofi Pacu Jawi (Foto : scottygraham.com)

Dalam perlombaan pacu jawi ini kita akan melihat ada sapi yang berlari lurus dan yang tidak, bahkan ada beberapa sapi masuk ke sawah lain. Selain menilai kecepatan larinya, tentu sapi harus berlari dengan lurus. Filosofi dari pacu jawi ini adalah  sapi saja harus dituntut berjalan lurus apalagi manusia. Dan manusia yang bisa berjalan lurus tentu akan tinggi nilainya.

Manfaat dari pacu jawi

pacu jawi minangkabau
Pacu jawi sebagai tradisi yang harus dikembangkan (Foto : osnyogya20.wordpress.com)

Banyak manfaat dari perlombaan pacu jawi ini. Selain sarana sosialisasi dan hiburan bagi masyarakat dan para pelancong ke tanah minang, juga tentu dapat meningkatkan harga jual sapi yang dapat meningkatkan perekomian peternak. Pacu jawi juga sebagai tradisi yang harus dilestarikan yang merupakan aktualisasi nilai-nilai adat di tengah-tengah masyarakat.