Halo, Takaiters!

Keberhasilan Zohri menorehkan sejarah baru bagi Indonesia sebagai atlet pertama Indonesia menjadi juara di bidang atletik. Kemenangannya berhasil diraih dalam kejuaraan dunia Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), lari 100 meter, di Tampere, Finlandia.

Zohri tidak begitu saja mendapatkan kemenangan tersebut, tentu ada orang dibelakangnya yang menghantarkan menjadi juara. Orang yang pertama menemukan bakat terpendam yang berhasil dimunculkan. Begitu juga yang memdapinginya ketika proses itu berlangsung.

Nah, Takaiters, kita lihat siapa saja orang dibalik kemenangan Zohri.

1. Rosida

Foto: ebaba.co.id

Rosida berusia 46 tahun, guru olahraga SMP Negeri 1 Pamenang Kabupaten Lombok Utara. Guru ini yang awalnya melihat bakat dan kemampuan Zohri sejak kelas satu SMP. Zohri yang saat itu lebih suka menekuni sepak bola, tidak mempan terhadap bujukan dan rayuan Rosida. Sebagai mantan pelari, Rosida sudah melihat potensi yang ada dalam diri Zohri. Untuk menjadi sprinter dilihat tungkai, cara jalan dan gerakan. Postur tubuh dan tungkai serta gerak jalan yang dimiliki Zohri sangat cocok untuk menjadi pelari. Postur bagus belum tentu bisa menjadi seorang lari, untuk hal itu diperlukan keseimbangan tubuh dan cara jalan, serta ukuran tubuh proporsional.

Zohri mulai serius berlatih dibawah bimbingan Rosida ketika duduk di kelas tiga SMP. Dia menekuni lebih lanjut ketika dia duduk di SMA. Berkat tangan dingin Rosida, perjuangan dan pengorbanannya tidak sia-sia. Pemuda asal NTB ini bukan mengharumkan nama daerahnya saja tapi sekaligus mencatat bahwa Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan di dunia.

Pilihan Editor


2. Bob Hasan

Foto: saibumi.com

Nama Bob Hasan sebagai Ketua PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), merupakan orang yang juga berjasa dibalik kemenangan Zohri. Keberhasilan Zohri bukan saja sebagai pelari tercepat di dunia, sebelumnya dia juga mendapatkan juara mengalahkan Jepang dan Malaysia di ajang kejuaraan Asia Atletik di Jepang.

Kepribadian yang sederhana, dia ikhlas walaupun dia yang telah yang menanggung semua biaya yang dibutuhkan Zohri untuk bertanding ke Finlandia, tapi tidak terekspos. Namun akhirnya menjadi viral di media sosial.

Bob Hasan meminta agar masyarakat terus mendukung Zohri dan jangan memujinya terus secara berlebihan. Ketika Bob Hasan berkunjung ke Kantor Kemenko PMK, Jakarta, dia berpesan kepada Komjen Pol. Syafruddin sebagai Komandan Kontingen Indonesia di Asian Games 2018 agar pujian yang diberikan kepada Zohri tidak berlebihan. Hal ini yang akan menyebabkan jadi besar kepala.

Zohri masih ada beban yang harus dipikul di ajang bergengsi lainnya yaitu Asian Games. Jika terus dipuji secara berlebihan menyebabkan dia menjadi tidak tenang dan gugup dan kemungkinan akan kalah di Asian Games.

Nah, Takaiters dan seluruh bangsa Indonesia kita dukung dan doakan agar Lalu Muhammad Zohri bisa berhasil di ajang Asian Games.