Hai, Takaiters!

Betawi adalah salah satu suku bangsa di Indonesia yang memiliki banyak kuliner yang khas. Kuliner betawi rata-rata terbuat dari bahan yang sederhana dan mudah ditemui. Salah satunya adalah kelapa. Banyak dari jajanan tradisional khas betawi yang menggunakan kelapa sebagai bahannya. Termasuk tiga jajanan khas betawi yang mulai langka ini, lho, Guys! Rasanya yang khas, pasti bikin nagih deh, nggak kalah dengan jajanan modern zaman now! Yuk, simak ulasannya!

Kue Rangi

3 Jajanan Asli Betawi Dari Bahan Kelapa Ini Bikin Nagih Lho, Guys!
Foto: danielfooddiary.com

Jika melihat bentuk dan teksturnya, Takaiters pasti langsung tahu kalau bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kue rangi adalah kelapa parut. Rasa kelapa juga langsung terasa di lidah begitu memakannya. Gurihnya kelapa dipadukan dengan topping selai yang terbuat dari gula merah. Paduan keduanya menciptakan cita rasa khas yang unik. Kue rangi ini paling enak dimakan ketika panas, sehingga ada sensasi “crispy” dari parutan kelapa yang terpanggang kering.

Kue Pancong

Foto: vemale.com

Kue ini masih terbilang saudara jauh dari kue rangi. Sama-sama menggunakan bahan kelapa di dalamnya. Bentuknya pun tidak jauh berbeda. Hanya bahan dasarnya saja yang berbeda. Kue pancong ini berbahan utama tepung beras. Hal ini membuat kue pancong terasa lebih gurih serta lembut dibanding kue rangi. Penyajiannya pun berbeda dengan kue rangi. Kue pancong biasa disandingkan dengan gula putih sebagai cocolannya. Tetapi, tanpa gula pun sudah nikmat kok disantap!

Kue Dongkal

8 Jajanan Pinggir Jalan Khas Betawi, Bikin Pengen Nyemil!
Foto: foody.id

Kue dongkal ini sebenarnya tidak hanya ada di Betawi. Di daerah lain seperti Jawa Barat pun ada kue sejenis namun dengan sebutan yang berbeda. Seperti di Bandung dikenal dengan nama “Awug”. Mirip dengan kue putu, tepung beras, dan kelapa serta isian gula merah menjadi bahan dari kue dongkal ini. Namun, berbeda dengan kue putu, bentuk kue dongkal kerucut seperti tumpeng dan gula merah pun lebih banyak tersebar di dalamnya. Jika Takaiters mau membelinya, pedagang akan memotongnya kecil-kecil. Enak dimakan ketika hangat, karena gula merahnya yang melted di mulut.

Gimana, penasaran nggak sama rasanya? Atau sudah ada yang pernah coba? Sayangnya tiga camilan tradisional khas Betawi di atas mulai jarang dijumpai. Jadi, kalau bertemu tukang dagangnya, buruan, deh, cobain! Dijamin ketagihan, Guys!