Hai, Takaiters!

Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesia juga berada pada lempeng tektonik yang bisa memicu terjadinya gempa.
Gempa yang terjadi di Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018, dengan kekuatan 6,8 SR mengundang keprihatinan yang sangat mendalam. Akibat dari gempa tersebut bangunan  serta berbagai sarana lainnya banyak yang roboh.

Bangunan yang terbuat dari beton amat mudah roboh karena konstruksi yang tidak elastis. Inovasi beton yang disebut sebagai bahan yang kuat ternyata kalah dengan rumah adat peninggalan nenek moyang kita yang memanfaatkan kekayaan alam sekitar. Berikut 6 Peninggalan rumah adat yang tahan gempa dan masih ada di daerah masing-masing, yaitu:

1. Rumah Gadang

Foto: travelopedia.id

Rumah Gadang telah terbukti kekuatannya pada saat terjadinya gempa yang mengguncang Padang tahun 2009. Konstruksi yang lentur dan solid mampu menahan gempa. Rahasianya terdapat pada rangka kayu pada atap yang berbentuk seperti perahu. Selain itu tiang bagian bawah yang berasal batu mampu menahan gempa.

2. Rumah Omo Hada

Foto: tanoniha.net

Rumah Omo Hada adalah rumah adat daerah Nias. Gempa pada tahun 2010 yang mengguncang kepulauan Nias, membuktikan jika rumah ini dapat bertahan. Bentuk rumah panggung dengan ukuran besar memanjang ke belakang seperti sebuah kapal adalah bentuk dari rumah Omo Hada. Konstruksi yang didominasi kayu dan hanya disatukan oleh pasak, kuat menahan gempa. Rahasianya terletak pada kayu yang memiliki elastisitas tinggi.

3. Rumah Gapura Candi Bentar

Foto: rumahulin.com

Rumah Gapura Candi Bentar adalah rumah adat berasal dari daerah Bali. Rumah ini memiliki konstruksi yang tidak menancap ke dalam tanah dan berada di atas pemukaan. Jika ada pergerakan tanah dari bawah maka bangunan akan bergeser mengikuti dan tidak roboh. Ini terbukti pada gempa tahun 1976, di Seririt Buleleng, Bali.

4. Rumah Woloan

Foto: integriti.web.id

Rumah Woloan rumah adat dari Sulawesi Utara. Rumah dengan konsep rumah panggung. Selain tahan gempa, rumah ini juga memiliki esterika. Terbuat dari kayu yang tidak sembarang yaitu kayu besi atau Cendana. Sistem konstruksinya pun unik, memakai teknik bongkar pasang, atau sistem knock down.  Takaiters tertarik memiliki rumah dengan konstruksi ini?

5. Rumah Panggung

Foto: gpswisataindonesia.wordpress.com

Rumah panggung adalah rumah adat dari Sulawesi selatan. Rumah ini memiliki tiang maka disebut dengan rumah panggung. Rumah beratap lereng dua dan kerangkanya berbentuk huruf H dengan tiang dan balok dirakit tanpa pasak atau paku. Tiang yang menopang atap dan lantai, sedangkan dinding hanya diikat pada tiang luar. Dengan konstruksi demikian menjadikan rumah panggung elastis sehingga tahan terhadap guncangan gempa.

Dengan adanya rumah adat ini, menandakan jika nenek moyang kita memiliki teknologi tidak kalah canggih bahkan lebih aman. Oleh sebab itu, kita harus melestarikan peninggalan tersebut sebagai warisan budaya bangsa. Semoga bermanfaat.