Hola, Takaiters!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kesenian ala Ranah Minang selalu memukau mata dunia. Tari piring sudah tersohor hingga mancanegara, dan saatnya bagi Takaiters untuk mengetahui sebuah grup tari yang namanya harum di kancah internasional.

Grup tari bernama Nan Jombang Dance adalah sebuah pembuktian nyata bahwa dunia pun mengapresiasi budaya Indonesia yang diekspresikan lewat tarian. Bahkan, Nan Jombang mengalami banyak jatuh bangun sebelum mengokohkan dirinya sebagai pelaku pentas kelas dunia yang patut dipertimbangkan.

Ingin mengetahui kelebihan grup tari ini? Yuk, kita simak sama-sama!

Founder Nan Jombang adalah putra minang sarat prestasi

Foto: art.klikpositif.com

Ery Mefri adalah seorang koreografer sekaligus otak utama dari grup tari kontemprorer ini. Beliau terlahir sebagai orang Padang dan memiliki dedikasi tinggi terhadap kesenian Nusantara.

Koreografer asal Saniang Baka, Kabupaten Solok itu diganjar  beberapa penghargaan karena terbukti mampu menginspirasi generasi muda dengan karya-karya tarinya. Salah satunya, Ery Mefri menerima penghargaan Kekayaan Intelektual Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, pada tahun 2016 lalu.

Pada tahun yang sama, dalam ajang Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2016, tepatnya pada tanggal 23 September 2016, Ery Mefri juga mendapatkan penghargaan dalam ketegori pembaru tarian berdasarkan latar belakang budaya Minang.

Berkat ketekunannya berkreasi dengan akar Minang, karya-karyanya telah dikenal di sejumlah negara, seperti Singapura, Tokyo, Berlin, dan London.

Pilihan Editor



Grup tari Nan Jombang sudah mendunia, lho …

Foto: Nanjombang.id

Berbagai negara dan festival internasional pernah disinggahi Nan Jombang. Sejumlah negara telah dikunjungi dan Nan Jombang  berpartisipasi aktif dalam perlombaan kelas dunia.

Tercatat sejumlah festival telah dijajalnya, seperti Darwin Festival, Brisbane Festival, dan Adelaide Oz Asia Festival di Australia. Ditambah dengan Dance Place Washington DC, The Kennedy Center Millennium Stage Washington DC, First Work Providence Rhode Island, Fall for Dance Festival New York, dan Festival “Asia Pacific” at Haus Der Kulturen Der Welt di Berlin, Jerman. Wuih, banyak betul, ya?

Nan Jombang tak hanya dikenal sebagai grup tari kontemporer tapi kontribusinya di pengembangan seni pertunjukan dan tradisi di kampung halamannya. Studio yang bernama Ladang Tari Nan Jombang, menjadi tempat berproses bagi para seniman Nusantara.

Sudah punya jadwal manggung keliling dunia sampai tahun 2020, wow!

Foto: newshunter.com

Titik cerah Nan Jombang didapat ketika mementaskan sebuah pertunjukan tari di Solo. Saat itu, Nan Jombang langsung mendapatkan tawaran pementasan ke 7 lokasi di dunia.

“Sampai di situ nggak berhenti. Dari Amerika, kami diundang ke Eropa, dan keliling negara lainnya. Insya Allah, jadwal sampai 2020 masih akan terus jalan. Paling nggak sampai 2017 sudah ada festival yang pasti,” tutur Ery Mefri.

Nah, bertambah lagi satu alasan mengapa Takaiters harus berbangga dengan kesenian Minang. Semoga warisan Nusantara makin berjaya di dunia.