Mendengar kata songket, yang terbayang pertama kali di benak kita biasanya adalah Palembang. Hal ini dikarenakan secara historis, songket diyakini merupakan warisan turun temurun sejak zaman Sriwijaya. Melalui Kerajaan Melayu, songket akhirnya menyebar hingga ke ranah Minang. Kepopuleran kain songket ini nggak kalah dengan batik yang tersebar di pulau Jawa, Guys.

Bagi orang Minang, tenun songket hampir tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan upacara-upacara adat yang ada. Kain ini dipakai sebagai selendang, sarung, sisamping, salempang dan cawek bajambua bagi laki-laki, serta sebagai selendang, tingkuluk, hingga tokah bagi para perempuan. Selain itu, tenun songket juga dipergunakan sebagai tando dan dipajang saat acara batagak (mendirikan rumah).

Secara harfiah, songket berarti “mencungkil” atau “mengait” yang berhubungan dengan metode pembuatan kain ini. Selain karena cara pembuatannya yang sangat rumit, katanya pada zaman dulu para pengrajin menggunakan benang emas asli loh. Nggak heran deh kalau harga kain songket bisa mencapai puluhan juta rupiah. Seiring perkembangan zaman, benang emas kini mulai digantikan dengan benang sintetis. Sebagai gantinya, keunikan motif yang dipakailah yang dijadikan patokan harga sebuah kain.

Pilihan Editor

Salah satu pusat penghasil songket terbaik di Sumatra Barat adalah Nagari Pandai Sikek. Secara administratif, wilayah ini masuk dalam Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar. Tak hanya itu, nagari ini juga memiliki pemandangan alam yang begitu menawan. Kamu bisa menikmati indahnya gunung Singgalang dan Marapi jika sedang berada di sini Guys.

Di Nagari Pandai Sikek, menenun adalah keahlian sebagian besar warganya. Bahkan kaum mudanya pun telah mewarisi bakat menenun yang luar biasa ini. Keunikan songket Pandai Sikek ini terletak pada motif khas yang telah diwariskan selama ratusan tahun dari nenek moyang.

Ada beberapa motif yang paling terkenal diantara, motif saik kalamai, buah palo, barantai putiah, salapak, simasam dan tampuak manggih. Karena keindahannya, pemerintah RI mengabadikan kain songket dari Nagari Pandai Sikek dalam mata uang pecahan Rp 5.000.

Gimana, Takaiters, seru kan menikmati sejarah kain songket ini. Yuk, kita lestarikan kekayaan budaya asli Indonesia!