Holla, Takaiters!

Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia telah memasuki babak enam belas besar. Dua negara yang bertengger di urutan pertama dan kedua di masing-masing grup melangkah untuk memenangkan tiket ke babak perempat final. Semuanya memiliki kesempatan dan peluang yang sama, tinggal bagaimana mereka meramu strategi juga pemain.

Timnas yang mendapat kesempatan perdana di babak enam belas besar adalah dua negara yang sama-sama kuat. Terbukti beberapa kali menjadi juara dunia, yaitu Prancis VS Argentina. Dalam laga yang berlangsung sangat seru dan menegangkan itu, Lionel Messi dan kawan-kawan akhirnya harus mengakui keunggulan pemain prancis dengan skor yang sangat menjanjikan 4-3.

Messi yang selalu menjadi pusat perhatian dan selalu dielu-elukan sebagai algojo Argentina yang mematikan nyatanya tak berdaya dengan gempuran pemain Prancis yang bermain dengan tempo cepat. Meskipun telah berusaha melakukan perlawanan, tetapi tim Prancis sepertinya telah mempersiapkan pertandingan itu dengan teliti hingga tak memberi celah untuk seorang Messi bergerak ke depan gawang.

Messi sebetulnya bermain cukup baik meskipun tak membuat gol. Tetapi dia melaukan dua assist cantik yang membuahkan goal bagi Argentina. Sayangnya, di sisa waktu yang sangat mepet, mereka harus menyerah di tangan juara dunia tahun 1998 itu. Prancis dengan skor empat, dua di antaranya berkat kecepatan dan kecerdasan pemain muda berusia 19 tahun, Kylian Mbappe.

Pilihan Editor



Di lain pertandingan, Timnas Portugal harus bertemu dengan tim tangguh lainnya yaitu Timnas Uruguay. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus berjibaku untuk menahan serangan demi serangan yang dilancarkan Luis Suarez dan kawan-kawan. Dan, dengan lesu Ronaldo cs pun harus mengakui ketangguhan pemain Timnas Uruguay dengan skor 1-2. Uruguay lolos ke babak perempat final berkat dua gol yang dilesakkan oleh striker berambut jabrik, Edinson Cavani.

Baik Messi maupun Ronaldo adalah dua pemain yang sangat ditakuti dan selalu menjadi perhatian bagi pelatih Timnas lawan. Kedua bintang sepakbola yang pernah menjadi pemain terbaik dunia itu selalu mendapat penjagaan yang ketat oleh pihak lawan sehingga kebintangan mereka sulit untuk bersinar.

Selama di piala dunia 2018 ini hingga babak enam belas besar beberapa hari yang lalu, keduanya bermain tidak konsisten (terkadang bagus terkadang kurang bagus). Hal itu dimungkinkan karena faktor pusat perhatian tadi, hingga ruang gerak mereka benar-benar ditutup oleh lawan.

Roda berputar, Messi-Ronaldo pasti tak selamanya akan menjadi bintang. Seiring waktu, bintang-bintang muda pun bermunculan mewarnai jagad sepakbola dunia. Seperti Mbappe pemain yang masih sangat muda menjadi perhatian dunia di laga Prancis kontra Argentina. Tak menutup kemungkinan, pemain muda lainnya akan bermunculan menggantikan kebintangan dua maestro bola yang tak pernah diragukan skillnya. Meskipun begitu, Messi-Ronaldo tetap akan menjadi legenda sepakbola yang akan melekat dalam ingatan pecinta bola dimanapun berada sampai kapanpun.