Kaliandra Sejati, nama lengkap salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pasuruan. Mungkin banyak Takaiters yang belum mengenal Kaliandra. Ini bisa dimaklumi, karena wisata ini dikelola oleh Yayasan. Kurang terekspos dan letaknya cukup terpencil, dibawah kaki gunung Arjuno. Tepatnya berada di dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

Kaliandra sebenarnya terbuka untuk umum. Bisa siapa saja datang dan menikmati eksotismenya. Bahkan, Kaliandra menawarkan sensasi yang berbeda dibanding destinasi wisata lainnya.

Cara menuju Kaliandra sangat mudah

wisata kaliandra
wisata kaliandra

Untuk bisa mengunjungi Kaliandra, Takaiters bisa turun di Surabaya atau Malang. Dari arah Surabaya atau Malang butuh waktu 1 jam. Dari arah Surabaya, bisa langsung perjalanan via tol, Surabaya – Pandaan, turun by pass Taman Dayu. Kemudian, Takaiters bisa menuju jalur arah Taman Safari Indonesia (TSI) 2 Prigen. Sebelum TSI, belok ke kanan, sekitar 30 menit menuju Dusun Gamoh Desa Dayurejo, lokasi Kaliandra.

Mengintip ornamen bangunan model kuno ala kerajaan di Kaliandra

wisata kaliandra
Foto : pasuruan-travel.com

 Sensasi yang berbeda itu bisa dirasakan saat awal memasuki halaman Kaliandra. Pemandangan pertama yang dilihat adalah pintu gerbang yang tinggi. Terbuat dari bambu dan tertutup rapat. Mirip seperti pintu gerbang tapal batas desa yang ada di film-film bertemakan kerajaan di televisi. Di sebelah pintu gerbang, berdiri deretan pohon besar yang tinggi menjulang. Kesan angker dan penasaran bisa menyelinap masuk dalam perasaan Takaiters.

Namun, begitu pintu gerbang dibuka, perasaan itu bakal meredup. Berubah menjadi rasa takjub. Ornamen bangunan model kuno ala kerajaan. Rumah-rumah tempat penginapan wisatawan dibuat jadul (jaman dulu). Wisatawan bisa merasakan sensasi berada di tengah-tengah kampung jadul.

Ada dua kampung di Kaliandra. Di dataran bawah, namanya Kampung Bharatapura. Di sini, wisawatan bisa menikmati pendopo Kaliandra, recepsionis, tempat latihan seni dan budaya serta tempat edukasi alam dan eco wisata. Kampung Hastinapura berada di dataran atas serta terdapat pendopo dan penginapan juga.

Jumpa istana bergaya arsitektur Eropa

wisata kaliandra
wisata kaliandra

Selain menjumpai kampung, Takaiters akan dibuat takjub dengan sebuah bangunan di Kaliandra. Bangunan ini dulunya adalah sebuah Villa yang hanya khusus dinikmati pemiliknya. Lebih privasi. Bangunan ini hanya bisa dinikmati Takaiters dari luar halaman. Sebab, pihak pengelola hanya bisa mengizinkan orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam.

Pilihan Editor

Dari luar, bangunan ini lebih banyak menonjolkan arsitektur Eropa. Persis bangunan yang biasanya ditinggali saat zaman penjajahan Belanda. Di depan, terdapat empat pilar besar dan halaman yang luas. Bangunannya pun tinggi menjulang.

Serasa menginap bak putri raja

wisata kaliandra
Foto : bstatic.com

Berkunjung ke Kaliandra memang tidak lengkap jika belum menginap. Sensasi di malam hari perlu dirasakan Takaiters. Penginapan di Kaliandra berupa  rumah-rumah kayu berukuran besar, terlihat cantik dengan hiasan dan ukiran.

Rumah-rumah di Kaliandra dikelilingi oleh taman-taman indah tertata rapi. Jarak antar rumah dipisahkan oleh taman, agar Takaiters bisa menikmati keindahan taman, pihak pengelola menyiapkan bangku-bangku hias untuk tempat duduk.

Begitu masuk ke penginapan, Takaiters akan menikmati kamar tidur yang berbeda. Dipan kamar tidur terbuat dari kayu. Berkasur empuk, dikelilingi dengan kelambu. Sinar lampu dibuat temaram untuk memunculkan aura jaman dulu. Takaiters seolah merasakan bermalam bak puti-putri raja.

Saat cakrawala pagi menyapa, Takaiters akan dibuat takjub lagi. Begitu jendela kamar dibuka, Takaiters akan melihat taman yang indah dan view alam yang menawan. Sekali-sekali, tidak ada salahnya untuk merasakan nikmatnya malam ala zaman kerajaan untuk melepas kelelahan setelah berjibaku dengan rutinitas yang sepertinya tak pernah usai.