Pernah membaca buku novel berjudul Tirai Menurun, La Barka, Kemayoran, Namaku Hiroko, atau Pada Sebuah Kapal? Novel-novel tersebut adalah karya seorang novelis legendaris Indonesia, NH Dini.

Novelis yang kini berusia 80 tahun ini, memiliki nama asli Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin. Beliau lahir pada tanggal 29 Februari 1936 di Kota Semarang, Jawa tengah. Karena lahir di tahun kabisat, maka NH Dini merayakan ulang tahunnya setiap empat tahun sekali.

NH Dini menunjukkan bakat menulisnya sejak kecil. Saat menempuh pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), sajak-sajak buatannya sering mengudara di Radio Republik Indonesia (RRI). Bahkan, cerita bersambung yang ditulisnya dimuat di harian Sinar Harapan.

Novelis legendaris ini menguasai beberapa bahasa asing dan pernah berprofesi sebagai seorang Pramugari Garuda Indonesia Airways. Dari sinilah, beliau berkenalan dengan seorang konsulat Perancis bernama Yves Coffin, yang akhirnya menjadi suami NH Dini pada tahun 1960.

Sayangnya, kehidupan pernikahannya tidaklah secemerlang prestasinya. Perempuan yang memiliki dua anak bernama Marie Claire Lintang Coffin dan Pierre Louis Padang Coffin ini, berpisah dengan sang suami pada tahun 1977. Perpisahan ini juga menyebabkan beliau terpisah dengan dua anak yang disayanginya.

Lintang, yang sekarang dipanggil Claire, tinggal di Ontario, Canada. Dan Padang atau Piere Louis Padang Coffin menikah dan berkeluarga di Paris, namun ia sendiri tinggal di Amerika. Tahukah Takaiters, ternyata Pierre Coffin, putra sang novelis legendaris ini adalah orang yang ada dibalik terciptanya tokoh Minions dalam film ‘Despicable Me’ yang diproduksi oleh Universal Pictures bekerjasama dengan Illumination Entertainment.

Pilihan Editor



Meskipun putra-putrinya sudah menjadi orang sukses, NH Dini tetap tinggal seorang diri di Indonesia. Beliau membuka Pondok Baca di Sekayu, Semarang, yang dibuat dari uang gono gini perceraiannya. Saat ini NH Dini tinggal di Wisma Lansia Banyu Manik, Semarang. Beliau juga beberapa kali diundang untuk menjadi pembicara di seminar-seminar sastra.

Dengan berkembangnya teknologi dan komunikasi, Sang novelis ternama tidak mengalami kendala untuk saling berkomunikasi dan melepas kangen dengan dua anaknya. Bahkan tidak jarang, NH Dini juga mengunjungi kediaman mereka di lintas benua.

Sempat beredar kabar bahwa hubungan ibu dan anak ini kurang harmonis. Namun hal itu beliau tepis. Sampai saat ini NH Dini masih menjalin hubungan baik dengan anak-anaknya dan masih membaktikan dirinya pada dunia sastra Indonesia.