Hai, Takaiters!

Danau Toba yang sebelumnya telah banyak dikenal, baru-baru ini semakin viral akibat tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun yang melakukan perjalanan dari pelabuhan Simanindo, Samosir menuju pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara pada pertengahan bulan Juni kemarin.

Kapal motor yang seharusnya mengangkut maksimal 40 orang diketahui telah membawa 200 lebih penumpang. Selain kelebihan muatan, hantaman ombak saat cuasa buruk menjadi salah satu pemicu tenggelamnya kapal motor tersebut.

Perlu kamu tahu, Danau Toba merupakan kaldera hasil dari letusan Gunung Toba pada 74.000 tahun silam. Letusan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak ratusan ribu tahun sebelumnya. Letusan dahsyat yang diperkirakan membinasakan 60% makhluk hidup di muka bumi itu telah mengubah Gunung Toba menjadi Danau Toba di mana kamu bisa melihat pulau Samosir di tengahnya.

Danau Toba termasuk Danau terluas di Asia Tenggara karena ukurannya yang mencapai 1.145 kilometer, Guys. Lebih mirip lautan ketimbang sebuah danau. Keindahan Danau Toba memang tak bisa dimungkiri lagi. Hamparan air nan jernih disertai latar pegunungan hijau menjadi salah satu daya tarik yang mampu memikat hati semua orang.

Sayangnya, kejadian tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun menyentak hati kita semua. Menguak fakta mengerikan di balik indahnya perairan Danau Toba. Kapal motor yang biasa digunakan untuk menyeberang itu rupanya telah membawa penumpang melebihi kapasitas. Tidak hanya itu, perlengkapan berupa alat keselamatan seperti ban pelampung serta life jacket tidak tersedia memadai di dalamnya. Dan Danau Toba yang sangat indah itu telah menenggelamkan semuanya.

Pilihan Editor


Kejadian nahas itu pun menjadi perhatian publik. Ternyata selama ini bukan hanya kapal motor Sinar Bangun saja yang beroperasi demikian, kapal-kapal lain pun sudah biasa melakukan hal serupa terutama di musim liburan.

Musibah tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun telah merenggut nyawa ratusan penumpang. Raut kesedihan sangat lekat terlihat dari keluarga para korban. Meski pencarian korban akhirnya dihentikan, tetapi selama masa pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Polisi Perairan Polda Sumatera Utara menemukan fakta baru yang cukup mengejutkan, Guys.

Dari GPS kapal yang digunakan untuk melakukan pencarian ditemukan fakta baru mengenai kedalaman Danau Toba yang sebelumnya diketahui hanya mencapai setengah kilometer itu. Data yang terekam GPS menunjukkan bahwa kedalam Danau Toba bahkan melebihi 1.600 meter, lho.

Fakta baru ini tentu menjadi catatan penting bagi sejarah dunia mengingat selama ini belum ada yang tahu persis berapa meter kedalaman Danau Toba. Bahkan di halaman wikipedia baru tercatat 505 meter saja, lho.

Wajar jika tim SAR sempat kesulitan mencari bangkai kapal tersebut mengingat kedalaman danau ternyata melebihi apa yang telah kita ketahui selama ini.

Kejadian tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, tidak seharusnya kita menyepelekan yang namanya keselamatan. Tugas membenahi hal semacam ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, tetapi juga kita sebagai masyarakat yang ternyata kerap abai.

Tanpa mengurangi rasa berduka, kita berharap semua keluarga korban senantiasa diberikan ketabahan, Guys. Semoga ke depannya keindahan Danau Toba tidak lagi menelan korban jiwa. Cukup ini menjadi pembalajaran, jangan sampai terulang lagi.