Halo, Takaiters!

Jika dibandingkan dengan permainan di era 90-an, prihatin, ya, dengan mainan dan kebiasaan anak zaman now bikin hati jadi melow. Anak-anak generasi masa kini tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi digital tapi minim dalam bersosialisasi, minimnya rasa simpati dan empati terhadap orang lain. Mereka sudah mengenal smartphone dan internet sejak usia dini. Dilengkapi dengan kecanggihan-kecanggihan fitur yang mungkin kurang kontrol orang tua. Mirisnya lagi, orang tua seakan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini sebagai alat untuk mengalihkan perhatian anak, agar tidak rewel dan menggangu aktivitas mereka.

Pada hari Rabu tanggal 11 April 2018 lalu, Dr. Deborah Weber, PhD, Director, Early Childhood Development Research, Fisher-Price USA, hadir di Jakarta dalam acara sesi diskusi dengan tema “Persiapkan kesuksesan anak sejak dini dengan mainan edukatif untuk menstimulasi pembelajaran aktif” Menurut pakar anak, Dilihat dari segi tumbuh kembang anak, mainan atau permainan anak harus memiliki aspek-aspek sebagai berikut:

1. Mampu Merangsang Pertumbuhan Fisik

Foto: beautiful-indonesia.umm.ac.id

Untuk merangsang pertumbuhan fisik, ada beberapa kegiatan fisik yang diperlukan oleh anak. Ada berupa mainan maupun permainan yang bisa dilakukan oleh anak baik sendiri maupun secara bersama. Misalnya, permainan lompat tali, Bola kaki, maupun main petak umpet. Tahun 90-an permainan ini jadi primadona bagi anak-anak saat itu. Permainan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan fisik dan perkembangan sosialnya.

2. Meningkatkan Percaya Diri

Foto: matakota.id

Anak yang terbiasa aktif sejak kecil, biasanya akan terdorong untuk aktif juga hingga tumbuh besar. Bermain peran ayah bunda, dokter kecil, penyanyi, guru, pahlawan atau hero, akan membantu meningkatkan rasa percaya diri pada anak.

Misalnya di era 90-an, permainan bongkar pasang menjadi ikon anak perempuan kala itu atau menjadi polisi dengan pistol yang terbuat dari pelepah pisang. Ada juga permainan menjadi prajurit dengan meriam tomong yang terbuat dari bambu dengan minyak tanah sebagai amunisinya. Semua jenis permainan ini, bisa akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak.

3. Membantu Perkembangan Mental

Foto: dictio.id

Papadopoulos seorang psikologi independen dari Inggris menyimpulkan dari hasil penelitiannya permainan tradsional penting untuk perkembangan kesehatan fisik dan mental anak.

Pada saat ini, banyak anak-anak yang khawatir dan memiliki ketakutan terhadap bentuk tubuh. Ketakutan memiliki bentuk tubuh yang tidak sesuai kerap menjadi gangguan mental anak. Permainan yang menunjang perkembangan mental anak biasanya permainan yang dilakukan secara bersama dan dilakukan di luar ruangan di antaranya lompat tali, kelereng, gundu, adu panco atau sekedar mandi bersama di sungai.

4. Meningkatkan Kreativitas

Foto: mogimogy.com

Permainan konstruktif menjadi permaianan yang digemari oleh anak sebab bisa dimainkan tanpa bantuan teman. Jenis permainan ini populer dengan membuat sesuatu dari tanah liat, kertas, menggambar, membangun istana pasir, dan menyusun balok-balok.

Ketika di era 90-an, bermain layang-layang merupakan permainan yang kaya dengan kreativitas anak pada saat itu. Dari mencari bambu yang bagus, mendesain, mengkombinasikan warna serta bentuk menjadi penentu tingginya layang-layang terbang di angkasa.

5. Merangsang Perkembangan Otak

Foto: tribunnews.com

Bermain puzzle atau bongkar pasang, meronce, dan lego adalah mainan yang sarat dengan perkembangan otak anak. Dalam permainan ini anak belajar berkonsentrasi, fokus dalam mengerjakan sesuatu. Mereka juga berlatih menyelesaikan masalah, merangsang daya ingat, melatih saraf yang berkoordinasi dengan indera dan sistem motorik anak.

Begitu juga dengan permainan tradisional seperti congklak, ular tangga, kelereng atau gundu adalah jenis permainan yang mampu merangsang perkembangan otak anak. Fokus dan konsentrasi, menghitung merupakan keahlian yang dibutuhkan dalam permainan ini. Tentu saja permainan ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu tim atau teman dalam bermain.

Takiters, bermain merupakan aktivitas yang penting untuk anak mengeksplor kemampuan kognitif, psikomotor, maupun afektifnya. Semoga 5 aspek di atas bisa meningkatkan tumbuh kembang anak melalui permainan dan mampu merangsang pertumbuhan fisik, percaya diri, mental, kreativitas, dan perkembangan otak anak.