Rustono pengusaha tempe yang mendunia
Inspirasi

Kisah Perjuangan Rustono, Raja Tempe dari Grobogan yang Berhasil Menembus Tiga Benua

Foto : boombastis.com

Masyarakat dan bangsa Indonesia wajib bangga! kepada anak-anak bangsa yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia hingga kancah internasional maupun dunia. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seseorang untuk mengharumkan nama negaranya di kancah internasional, seperti menjadi seorang atlet olahraga profesional yang berhasil menjadi juara di ajang internasional.

Selain itu, kamu juga bisa berkarya pada bidang lain sesuai minat dan bakatmu, contohnya saja seperti yang dilakukan Rustono yang menggeluti usaha bisnis pembuatan tempe. Siapa yang menyangka, jika pria kelahiran Grobogan ini mampu menyihir dunia, dimana pemasaran bisnis tempenya sudah masuk sampai 3 benua dunia yakni Asia, Eropa, dan Amerika.

Berkat hasil ketekunan dan kerja kerasnya dalam menggeluti bisnis tempenya, Rustono mendapat julukan “King Of Tempeh” .  Julukan tersebut diberikan kepada dirinya, dikarenakan Rustono berhasil membuat makanan khas orang Indonesia tersebut mendunia. Kerenkan guys!

Sebelum sukses seperti sekarang, banyak lika-liku dan jalan terjal yang harus dilalui oleh Rustono untuk mengembangkan bisnis tempehnya hingga mendapat pengakuan dari dunia internasional. Berikut ini kisah inspiratif yang bisa dicontoh dari “King Of Tempeh”  asal Indonesia.

Kesuksesan Rustono berawal dari mimpinya yang ingin bisa naik pesawat

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : kompas

Semasa kecil, Rustono hanya menghabiskan waktunya di desa Kramat, Grobogan, desa ini merupakan desa agraris yang masih tertinggal, kala itu desa tersebut belum memiliki listrik, dan yang lebih parahnya lagi akses jalan desa tersebut masih bebatuan.

PILIHAN EDITOR

Dari kecil, Rustono memang sudah rajin membantu ayahnya untuk bercocok tanam di sawah. Ketika berada di tengah-tengah sawah, Rustono kecil sering melihat pesawat melewati sawahnya. Sejak itu, Rustono memiliki impian agar kelak nanti jika sudah dewasa Rustono bisa merasakan naik pesawat dan mengudara bersama pesawat terbang tersebut.

Rustono pernah menempuh pendidikan di akedemi perhotelan

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : uty.ac.id

Rustono mulai memilih mimpinya, kala Ia melakukan study tour pada masa SMP. Dalam kegiatan itu Rustono melakukan kunjungan ke Borobudur. Disana, Rustono banyak bertemu turis asing dan melakukan komunikasi dengan Mereka, sejak itulah Ia bermimpi ingin bekerja dan bekerja sama dengan orang asing.

Untuk menggapai mimpinya, Ia memilih menempuh pendidikan akedemi perhotelan dan lulus pada tahun 2010. Setelah lulus, Ia langsung bekerja di sebuah hotel di Jakarta dan terpikat oleh kecantikan salah satu turis asing hotel tersebut. Perjalanan kisah cintanya pun sampai ke pelaminan, setelah itu Rustono dan istrinya hijrah ke Jepang.

Rustono hijrah ke Jepang dan mengalami kegagalan hingga ratusan kali dalam membuat tempe

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : kompas

Ketika berada di Jepang, Rustono bernita menjadi pengusaha, dikarenakan Ia merasa miris dengan jam kerja pekerja di Jepang. Ia pun melakukan survei-survei bisnis disana, sehingga Ia menemukan inspirasi bisnis yaitu banyaknya produk kedelai di Jepang. Disana Ia mulai berpikir untuk mengembangkan tempe, yang diyakini bisa menghiasi jajaran produk yang terbuat dari kedelai.

Rustono pun berusaha memulai bisnis tempenya tersebut. Ia memiliki komitmen, bahwa usaha tempenya harus berhasil naik dalam kurun waktu 6 bulan, namun sayang hingga 4 bulan usahanya membuat tempe selalu gagal terhitung ratusan kali, Ia mengalami kegagalan. Tak bisa hidup dengan cara tersebut, Ia memilih bekerja sebagai pekerja di Jepang, selama 3 tahun bekerja Rustono mulai memahami etos kerja orang Jepang.

Belajar membuat tempe dari 60 pengrajin tempe di Indonesia

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : klatenkab

Setelah mengalami kegagalan membuat tempe di Jepang, Ia memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia dan berniat untuk menimba ilmu membuat tempe dari 60 pengrajin tempe dari Solo, Jogja, Semarang, Grobogan, dan Bogor.

Tempe buatan Rustono mengalami penolakan dari berbagai restoran di negeri samurai

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : staticflickr.com

Ketika pulang ke Jepang lagi, Ia langsung mempraktekan ilmu membuat tempe yang didapatkannya. 20 tempe pertama buatannya laku terjual kepada orang-orang Indonesia yang berada di Jepang. Setiap harinya, tempe buatan Rustono ada saja yang beli, tetapi lama-kelamaan tempe buatan mengalami penurunan terus-menerus.

Sejak itu, Rustono memberanikan diri untuk menawarkan tempenya ke restoran-restoran Jepang, bukannya diterima malah penolakan terus-menerus harus dirasakan oleh Rustono. Frustasi dengan keadaan tersebut, Ia pun membagikan tempe buatannya secara gratis.

Keberuntungan Rustono datang dari seorang wartawan yang meliput aktivitas pembuatan tempenya

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : kompas.com

Ketika berada di masa-masa sulit dalam hidupnya, saat itu sedang musim salju di Jepang membuat produksi tempenya jadi terhambat. Karena hal tersebut, Rustono harus memutar otak untuk mendapatkan solusinya. Ia pun menggunakan selimut eletrik sebagai sarana untuk membuat tempenya.

Pada musim salju di Jepang, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan disana. Tetapi Rustono tidak menyerah dengan keadaan tersebut. Ia terus memproduksi tempenya, sewaktu-waktu ada 1 orang yang menghampirinya. Kebetulan orang tersebut merupakan seoarang wartawan. Wartawan tersebut akhirnya meliput aktivitas pembuatan tempe Rustono dan impian mengenai usaha bisnis tempenya. Setelah dimuat beritanya menjadi viral di Jepang.

Rustono menjadi “raja tempe” dan memasarkan tempenya hingga ke tiga benua

Rustono pengusaha tempe yang mendunia

Foto : boombastis

Setelah berita mengenai usaha bisnis tempenya kian viral di Jepang, salah satu restoran Jepang menelpon Rustono. Restoran Jepang tersebut dahulunya pernah menolak tempe buatan Rustono. Restoran Jepang tersebut berniat untuk menjadikan tempe buatan Rustono menjadi langganan di restorannya.

Hal ini menjadi titik balik dari kehidupan Rustono, hingga sekarang produk tempe Rustono sudah dipasarkan di 60 negara. Mencakup Asia, Eropa, dan Amerika.

Kisah inspiratif dari Rustono raja tempe dari Grobogan ini menceritakan, bahwa Kita tidak boleh merasa putus asa. Walaupun mengalami cobaan yang bertubi-tubi dan kegagalan terus-menerus. Ingat! proses atau usaha yang Anda lakukan selama ini tidak akan pernah mengkhiati hasil, dan jangan lupa bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top