Hola, Takaiters!

Tahukah kalian bahwa tanggal 20 Maret 2018 kemarin diperingati sebagai World Story Telling Day? Jika dialihkan ke bahasa Indonesia, story telling berarti menceritakan sebuah kisah, atau juga dapat diartikan “mendongeng”.

Berbicara mengenai dongeng, kamu harus tahu tentang seseorang asal Indonesia yang kerap disebut Juru Dongeng Keliling. Adalah Rona Mentari, seorang perempuan manis kelahiran 23 September 1992 di kota gudeg, Yogyakarta.

Rona kecil adalah anak yang pemalu dan pendiam. Namun, ia sangat antusias dan meletakkan perhatian yang besar ketika guru TK-nya mendongeng. Orangtuanya yang mengerti akan hal ini, menjadi pendengar yang baik ketika Rona menceritakan kembali dongeng yang didengarnya di sekolah.

Saat berumur tujuh tahun, orangtua Rona membawanya ke perempatan lampu merah, lalu ia diminta mendongeng di depan anak-anak jalanan. Jika ia tidak mau melakukannya, maka tidak akan ada acara makan-makan untuk ulang tahunnya. Lucu ya, guys?

Di usia sembilan tahun, orangtua Rona mengajaknya melakukan Safari Ramadhan, yaitu berkeliling dari satu masjid ke masjid yang lain, lalu mendongeng sambil menunggu waktu berbuka puasa. Itu adalah momen di mana ia merasa benar-benar sebagai seorang pendongeng.

Pilihan Editor



Kecintaan Rona pada dongeng terus berlanjut hingga ia dewasa. Takaiters pasti tahu, kan? Sebuah dongeng dapat mengandung nilai-nilai yang membentuk karakter seseorang. Dongeng dapat mendidik anak tanpa membuatnya merasa digurui. Karena itulah, bagi Rona, mendongeng adalah salah satu usahanya untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Di tahun 2010, bungsu dari tiga bersaudara ini mendirikan Rumah Dongeng Mentari (RDM) bersama kedua kakaknya. Ia juga telah melakukan banyak perjalanan ke berbagai tempat, selain untuk mendongeng, Rona Mentari juga mengajar ilmu dan cara mendongeng.

Tidak hanya berkeliling di Indonesia, Rona Mentari juga mendongeng hingga ke mancanegara, seperti Australia dan Singapura. Pada tahun 2014, perempuan yang menempuh pendidikan di Jurusan Komunikasi Universitas Paramadina ini, hadir sebagai satu-satunya pendongeng asal Indonesia di acara International Storytelling Conference di Sydney.

Tidak hanya menggunakan boneka dan gitar kecil sebagai ‘teman’ mendongeng, perempuan yang biasa dipanggil Kak Rona ini juga menggunakan wayang, sebagai usahanya dalam turut mengenalkan hasil seni budaya Indonesia.

Bagaimana Takaiters, sosok Rona Mentari ini cukup menginspirasi, bukan? Di tengah kerasnya zaman dan berkembangnya dunia digital sekarang ini, perlu bagi kita untuk menyempatkan berdongeng pada generasi penerus bangsa.