Salam dari Timur!

Kabupaten Kepulauan Aru terkenal sebagai sentra penghasil sumberdaya kelautan di Indonesia. Sehingga pada akhirnya menjadikan daerah ini sebagai tempat primadona bagi imigran dan pengusaha untuk bersaing.

Tak dapat dipungkiri kabupaten yang terdiri dari ribuan gugusan pulau-pulau ini sungguh menyimpan banyak biota laut lengkap dan unik di dunia. Sebut saja ikan, mutiara, udang, kepiting, dan teripang.

Teripang merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Teripang dilestarikan melalui sistem konservasi/perlindungan laut secara tradisional yang disebut dengan Sasi.

Sasi berasal dari kata “saksi” yang berarti larangan terhadap panen, penangkapan, atau pengambilan tanpa izin terhadap sumberdaya tertentu, dan dibuat legalisasinya berupa seremonial yang dilakukan oleh tetua adat yang dipercaya.

Sistem sasi sering mengantarkan masyarakat bermandikan uang pada tempo tertentu. Pemegang kunci sasi ini disebut Tanasi. Tanasi inilah yang mengatur kapan teripang disasi dan dibuka untuk panen.

Pilihan Editor



Biasanya jangka waktu dari mulai sasi sampai buka sasi adalah 3 tahun. Sistem sasi tidak boleh dilanggar masyarakat. Manakala ada yang melanggar mengambil teripang maka akan sakit dan dapat bencana.

Sasi diberlakukan di masing-masing meti pedesaan. Setelah cukup 3 tahun, Tanasi akan mengumumkan panen dibuka. Masyarakat pedesaan pun riuh mempersiapkan segala hal menyambut panen seperti kayu bakar dan tempat untuk memanggang teripang, sampan dan sebagainya.

Setiap desa memiliki masing-masing tanasi. Setelah hari H maka tanasi melakukan panen pertama bersama keluarga. Pada hari berikutnya tentara ditempatkan diujung luar meti dan memberi aba-aba berupa dentuman 3x tembakan. Setelah terdengar bunyi tembakan maka masyarakat pun tumpah ruah di atas meti dan menciptakan lautan manusia.

Terlihat pula geliat tinggi pengusaha dan penjual kuliner di atas meti. Sehingga tidak akan ada kelaparan disana karna banyak penjual makanan. Panen kadang berlangsung sampai 3 hari dan paling lama satu minggu.

Per orang bisa mendapatkan hasil penjualan baik teripang mentah maupun kering senilai 15 jt-30 jt perhari. Serasa lelah menghilang diantara tumpukan uang. Pesta ini sering digelar tiap 3 tahun.

Pelaksanaan panen dimulai dari pagi hari sampai malam. Banyak makanan dan snack yang dibarter dengan teripang. Bahkan satu buah teripang super bisa dibeli seharga satu juta. Woow kamu tidak akan menemukan keunikan ini di seantero nusantara maupun dunia. Penasaran?. Yuk datang ke Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.