Hai, Takaiters!

Kamu sudah tahu belum? Ada yang beda dalam rapat di kantor kementerian Kemaritiman pada Kamis, 11 Oktober 2018 lalu. Yang memimpin rapat antar kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman bukan Luhut Binsar Pandjaitan, tetapi gadis berkulit gelap berambut ikal yang masih duduk di bangku SMP. Dia adalah Maria Lengari atau biasa dipanggil dengan nama Osin. Siswi kelas 9 SMP Swasembada, Hadakewa, Lembata, NTT.

Bagaimana bisa, anak SMP memimpin rapat kementrian di jajaran Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi? Siapa sih Osin?

Foto: voaindonesia.com

Maria Lengari atau Osin adalah pemenang kompetisi kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Yayasan Plan International Indonesia (YPII). Kompetisi lewat vlog ini digelar untuk memperingati Hari Anak Perempuan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 11 Oktober. Ia salah satu dari dua belas anak yang terpilih mengikuti kegiatan ‘Sehari Menjadi Menko Maritim’. Tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Menciptakan Kota Aman Bagi Anak Perempuan’. Sebagai hadiah dari kemenangannya Osin mendapat kesempatan istimewa untuk menjadi Menko Kemaritiman dalam sehari.

Foto: merdeka.com

Hari itu, dengan penampilan ala ibu menteri dengan tatanan rambut diikat rapi ke  atas, baju yang dipakainya bukan seragam putih biru, tetapi baju resmi berupa blazer warna pink dan celana panjang warna hitam, Osin memulai aktivitas dari kediaman Menko Maritim di kawasan Widya Chandra, lalu berangkat ke kantor kementerian dengan mobil dinas.

Di ruang rapat kantor kementerian para pimpinan dari empat kementerian di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman telah menunggu untuk dipimpin oleh Menko Osin.

Dalam rapat itu, Osin memberikan pengarahan di bidang transportasi dan pariwisata. Di daerah asalnya, NTT, Osin dan anak-anak lain selama ini pergi ke sekolah naik truk, angkot, atau perahu yang sudah usang bahkan jalan kaki. Untuk itu Osin ingin agar transportasi di daerahnya bisa lebih baik lagi. Ia harap Kementerian Perhubungan bisa menyediakan transportasi yang nyaman untuk perempuan dan anak perempuan di NTT, termasuk transportasi antarpulau.

Foto: lampung.tribunnews.com

Osin memang ingin menjadi Menteri Kemaritiman karena kampung halamannya di Pulau Lembata memiliki banyak potensi wisata. Salah satu acara tahunan yang menjadi daya tarik wisatawan asing dan domestik adalah perburuan ikan Paus. Gadis manis berusia 15 tahun ini, juga ingin agar kesejahteraan orang-orang di kampung halamannya bisa meningkat dengan dikelolanya dengan baik pariwisata di NTT.

Selain itu, Osin juga memberikan masukan mengenai perikanan di wilayahnya. Nelayan di pulau Lembata membutuhkan alat pengolahan ikan dan pelatihan bagi para nelayan tentang tidak cara menyimpan ikan agar hasil ikan yang berlimpah di daerah itu tidak banyak dibuang karena tidak laku dijual.

Nah Takaiters, arahan Osin dalam rapat di tingkat menteri mungkin hanya sekedar selebrasi kemenangannya pada sebuah kompetisi. Tetapi apa yang di sampaikan Osin, bisa menjadi bahan pertimbangan pada kebijakan di Kementerian Kelautan.