Halo, Takaiters!

Salah satu yang menjadi ciri khas daerah Sumatra Barat adalah rumah adatnya yang dikenal dengan Rumah Gadang. Rumah Gadang adalah tempat tinggal bersama bagi keluarga besar di Minangkabau. Rumah Gadang dibangun di atas tanah keluarga dan diwariskan secara turun temurun kepada garis keturunan perempuan.

Asal Usul Rumah Gadang

Foto: wacana.co

Arsitektur Rumah Gadang memiliki bentuk yang unik yaitu berbentuk empat persegi panjang dengan atap yang berujung runcing seperti tanduk kerbau. Bentuk atap yang mirip tanduk kerbau ini menurut cerita dari Tambo Minangkabau ada kaitannya dengan kemenangan orang Minang dalam pertandingan adu kerbau dengan orang Jawa pada zaman dahulu sehingga masyarakat Minang pun melestarikannya dengan membuat rumah dengan bentuk gonjong di atapnya yang ujungnya menyerupai tanduk kerbau.

Ada juga yang versi lain yang menyatakan bahwa bentuk Rumah Gadang menyerupai bentuk kapal nenek moyang Minangkabau masa lalu yang di sebut Lancang. Pada saat itu kapal melewati sungai Kampar dan ketika sampai di muara, kapal ditarik ke daratan lalu dipasangkan atap pada kapal agar kapal tidak lapuk.

Pada saat itu, atap kapal dibuat dari layar yang digantungkan pada tiang-tiang kapal, namun karena layar terlalu berat maka atapnya menjadi melengkung menyerupai gonjong. Dari situlah kemudian masyarakat Minangkabau membuat rumah yang mirip dengan atap kapal tersebut sebagai ciri khas rumah mereka yang kemudian dikenal dengan Rumah Gadang atau Rumah Bagonjong.

Bagian-Bagian dan Fungsi Rumah Gadang

Foto: arsitag.com

Rumah Gadang yang berbentuk persegi panjang terdiri dari bagian depan dan belakang. Bagian depan biasanya dipenuhi dengan ukiran ornamen bermotif akar, daun dan bunga. Sedangkan bagian belakang dilapisi dengan belahan bambu. Rumah adat ini merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur. Ruangan lepas merupakan ruang utama yang terdiri dari lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Lanjar ditandai oleh tiang yang berbanjar dari muka ke belakang sedangkan ruang ditandai oleh tiang dari kiri ke kanan. Jumlah ruang tergantung dengan jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya dan biasanya berjumlah ganjil. Antara tiga sampai sebelas.

Rumah Gadang
Foto: kabaranah.com

Pada bagian halaman depan Rumah Gadang terdapat bangunan berbentuk bujur sangkar yang beratapkan ijuk bergonjong dan ruangan ini disebut Rangkian dan digunakan sebagai tempat penyimpanan padi. Di sayap kanan dan kiri terdapat Anjung sebagai tempat upacara adat dan pernikahan.

Di bagian belakang rumah terdapat dapur yang menempel pada dinding belakang dan dibangun secara terpisah. Atap rumah gadang pada awalnya terbuat dari ijuk, namun saat ini sudah banyak yang menggunakan seng.

rumah gadang
Foto: redblacksquad.wordpress.com

Rumah Gadang berbentuk panggung setinggi 2 meter dari tanah yang dulunya berguna untuk menghindari binatang buas. Pada bagian depannya terdapat tangga untuk naik ke pintu masuk. Mengingat kondisi alam. Minangkabau yang rawan gempa, bangunan ini juga dirancang anti gempa karena seluruh tiang rumah tidak ditanam ke dalam rumah tetapi bertumpu pada batu datar yang lebar dan kuat. Seluruh sambungan tiang dan kasau juga tidak menggunakan paku melainkan memakai pasak dari kayu sehingga akan bergerak fleksibel jika terjadi guncangan.

Selain itu, tonggak bagian luar Rumah Gadang juga dibuat tidak lurus melainkan mengembang ke atas sehingga bentuk Rumah Gadang menjadi segi empat yang tidak simetris. Hal ini tentu bermaksud agar Rumah Gadang tersebut dapat tetap berdiri kokoh dan bertahan terhadap guncangan serta terpaan angin yang datang dari berbagai arah.

Nah, begitulah keunikan Rumah Gadang, rumah adat yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau ini. Keindahan bentuk Rumah Gadang menjadi daya tarik tersendiri dan semakin menambah keragaman budaya bangsa kita.