Mengenal Keunikan Adat Matrilineal Masyarakat Minangkabau
Artikel

Mengenal Keunikan Adat Matrilineal Masyarakat Minangkabau

Foto : agamalokal2016p4b.blogspot.co.id

Sebagaimana yang kita ketahui, daerah Sumatra Barat memiliki beragam adat dan kebudayaan yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Salah satu adat dan tradisi yang membedakan antara suku Minangkabau dengan kebanyakan suku lain di Indonesia yaitu adanya adat matrilineal-nya.

Matrilineal adalah suatu adat masyarakat yang menyatakan garis keturunan dari pihak ibu. Adat masyarakat matrilineal termasuk agak jarang digunakan dalam sistem garis keturunan karena kebanyakan penentuan garis keturunan diambil dari pihak ayah atau yang dikenal dengan sebutan patrilineal.

Jadi adat masyarakat matrilineal termasuk adat masyarakat yang unik dan hanya ada beberapa suku di dunia yang menggunakan adat matrilineal yang salah satunya adalah suku Minangkabau di Indonesia.

PILIHAN EDITOR

Dalam sistem adat matrilineal kedudukan perempuan lebih di utamakan karena menjadi penerus garis keturunan keluarga. Maka jika tidak memiliki anak perempuan maka akan terputuslah garis keturunan keluarga tersebut.

Sedangkan laki-laki tidak akan membawa garis keturunan ke anak-anaknya karena ia diperlakukan sebagai tamu dalam keluarga. Kedudukannya adalah sebagai anggota laki-laki dari garis keturunan ibunya. Secara tradisi ia tetap bertanggung jawab sebagai wali dari garis keturunannya dan pelindung dari harta warisan garis keturunannya tetapi ia tidak berhak memiliki harta pusaka yang diwariskan pada istrinya.

Begitu istimewanya seorang perempuan diperlakukan dalam adat Minangkabau sehingga ia pula akan menjadi pewaris dari harta pusaka. Di dalam budaya Minangkabau harta pusaka terbagi dua yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah.

Harta pusaka tinggi adalah harta warisan yang diwariskan secara turun temurun dari pihak perempuan dan tidak boleh diperjual belikan. Harta pusaka tinggi biasanya berupa rumah gadang, tanah, sawah dan ladang. Jadi harta pusaka tinggi bisa dikatakan sebagai harta titipan dan diberikan sebagai hak pakai saja.

Sedangkan harta pusaka rendah adalah harta yang didapat dari hasil usaha suami istri. Harta pusaka rendah bisa diwariskan kepada semua anggota keluarga yaitu anak-anak, pasangan, orang tua maupun saudara dari pemilik harta. Pembagian hartapun bisa disesuaikan dengan ketentuan hukum Islam.

Demikianlah salah satu keunikan masyarakat Minangkabau yang tetap bisa bertahan memegang teguh adat matrilineal hingga saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Populer

To Top